Monday, 9 January 2017

Mohabbatein Episode 164 (Tayang Selasa, 10 Januari 2017)

Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 164 Tayang Selasa, 10 Januari 2017 -Ishita lalu melihat sesuatu dan berteriak, Raman melihatnya dan ternyata itu sebuah tangan yang terpendam dalam tanah. Raman mengajaknya pergi untuk memanggil polisi tapi tiba2 mereka mendengar suara2 dan terkejut ternyata Abhisek yang datang dan menanyakan keadaan mereka, Abhisek beralasan sedang melintas dan melihat mobil mereka. Ishita menunjuk pada tangan tersebut dan Abhisek terkejut melihatnya, Raman mengatakan ciri2 lelaki tadi dan menunjuk arah perginya mobil.



Baca : Daftar Sinopsis Mohabbatein ANTV

Abhisek langsung melakukan pengejaran dan menelpon anak buahnya untuk menghentikan mobil hitam di pos pemeriksaan. Polisi dan yang lain melakukan pembongkaran pada tangan yang terpendam tersebut. Raman dan Ishita menunggu. Abhisek datang dan mengatakan tidak melihat mobiln tersebut. Abhisek bertanya mungkin Raman melihat plat nomor mobil nya tapi Raman mengatakan tidak melihatnya karena terlalu gelap.

Anak buah Abhisek lalu memanggilnya dan mereka semua melihat ada jasad yang terpendam dan Abhisek mengenali jasad tersebut adalah jasad penjaga keamanan apartemen di kawasan keluarga Bhalla.

Abhisek saling berpandangan dengan Ishita, lalu Abhisek mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Ishita bahwa jasad tersebut adalah jasad penjaga keamanan apartemennya yang akan memberitahunya tentang siapa mata2 Ashok dalam keluarga Bhalla. Ishita terkejut melihat sms Abhisek. Raman menanyakan keadaan Ishita lalu dia mengatakan sesuatu pada Abhisek. Abhisek berpesan pada Raman dan Ishita, setelah itu mereka pun beranjak pergi. Abhisek bertanya2 siapa yang telah melenyapkan penjaga tersebut.

Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 164


Raman dan Ishita kembali ke mobil tapi Raman teringat mobilnya tidak bisa digunakan. Ishita lalu mengatakan bahwa mereka bisa meminta bantuan Abhisek dan mereka kembali menemui Abhisek.

Anak buah Abhisek menemukan sebuah kancing manset dan menunjukkannya pada Abhisek. Raman dan Ishita mendekati Abhisek. Abhisek menggumamkan sesuatu ahwa kancing manset ini mahal dan tidak mungkin milik penjaga keamanan tersebut.

Raman lalu meminta kancing manset di tangan Abhisek dan Raman terkejut, dia lalu berkata dirinya tahu milik siapa kancing manset tersebut. Abhisek bertanya pada Raman. Raman berkata telah menghadiahkannkancing manset ini pada lelaki tersebut dan membuatnya menggunakan inisial namanya tapi Raman berkata bhwa elaki itu tidak mungkin melakukannya. Abhisek memita Raman memberitahunya karena berhubungan dengan jasad tersebut. Raman lalu mengatakan akan berbicara dulu dengan lelaki tersebut sebelum Abhisek memangil dia sebagai pelakunya. Abhisek setuju dan mereka semua lalu beranjak pergi.

Lelaki yang membuang jasad tadi tiba di pelataran parkir apartemennya, dia keluar dari mobil dan berjalan menuju apartemennya tanpa menyadari jejak kaki berlumpurnya tercetak jelas di lantai.

Abhisek dan yang lain tiba di apartemen lelaki tersebut, Raman lalu menunjuk mobil yang terparkir. Abhisek dan anak buahnya memeriksa, mereka melihat jejak lumpur pada ban mobil tersebut. Abhisek dan Raman meminta Ishita menunggu di pelataran parkir.

Abhisek lalu pergi bersama Raman mengikuti jejak kaki berlumpur tersebut. Mereka sampai di depan apartemen dan memencet bel. Pintu dibuka dan mereka terkejut melihat Neil. Neil berusaha menutup pintu tapi Abhisek menendangnya. Neil ketakutan melihatnya. Abhisek menunjukkan kancing manset tapi Neil mengelak. Raman menyuruhnya mengatakan kejahatan apa yang telah dilakukannya. Anak buah Abhisek menemukan jaket yang dipakai lelaki pembuang jasad tadi. Abhisek menyuruh Neil untuk mengaku.

Bala sedang berada di kamar dan memikirkan sesuatu. Vandu lalu melipat baju Shitijha dan Bala pura2 membantunya sambil menanyakan sesuatu. Vandu kemudian mengomel dan pergi keluar kamar, Bala pun memikirkan ide agar bisa membuat Vandu semangat lagi. Vandu keluar kamar dan tertawa, dia merasa senang.

Neil dimasukkan dalam penjara. Dia meminta bantuan Raman. Raman berusaha berbicara dengan Abhisek agar tidak menyiksa Neil karena dia tidak mungkin melakukan semua ini . Kemudian Raman mencoba menelpon seseorang dan keluar ruangan. Ishita lantas berbicara dengan Abhisek dan berkata bahwa dirinya tidak percaya Neil lah yang mendukung Ashok. Raman kemudian kembali dan mengatakan pada Abhisek agar dirinya di ijinkan menunggu hingga penyelidikan dilakukan. Abhisek pun mengijinkan.

Abhisek menginterogasi Neil, Raman dan Ishita melihat dari luar sel. Neil mengatakan “aku tidak membunuh penjaga keamanan tersebut..jasad itu berada dalam mobilku dan aku ketakutan..aku pergi ke hutan untuk menyembunyikan jasad tersebut..pikirkanlah apa yang menjadi motifku..periksalah hasil otopsi..aku berada di kantor saat lelaki itu dilenyapkan”. Abhisek bertanya mengapa dia tidak memberitahu polisi. Neil menjawab, “aku takut pada orang2 itu”. Raman dan Ishita masuk ke dalam sel dan Raman meminta Neil mengatakan yang sebenarnya. Neil kembali berkata, “lepaskan aku..Trisha istriku berada dalam bahaya..mereka akan melenyapkannya”. Raman bertanya apa yang terjadi dengan Trisha.
                                                                                                     
Neil pun menangis dan mengatakan bahwa kebangkrutan Tandon membuat Trisha mulai berjudi dan dia mengalami kekalahan, teman Trisha mengancam Trisha agar mengembalikan uangnya. Neil menambahkan, “temanku mengatakan bahwa hanya ada lelaki yang bisa membantuku..aku berkata aku siap melakukan apa saja u tuk melindungi Trisha..dia membawaku pada lelaki itu yakni Ashok Khanna”. Ishita, Raman dan Abhisek terkejut mendengarnya. Raman pun mengatakan mengapa dia tidak meminta bantuannya dan Neil kembali meminta maaf serta mengatakan, “bagaimana bisa aku datang untuk meminta bantuanmu..aku setuju dengan Ashok dan ..”. Raman meneruskan, “kau berikan padanya kontrak2 perusahaan kita”. Neil pun meminta maaf pada Raman. Raman bertanya apakah dia mendapat uang dari Ashok. Neil mengangguk dan berkata, “tapi terlambat..mereka sudah menculik Trisha..aku harus pergi ke sana untuk memberikan uangnya”. Abhisek lalu menanyakan tentang jasad tersebut pada Neil.

Anak buah Abhisek masuk membawakan laporan hasil otopsi dan memunjukkannya pada Abhisek bahwa saat penjaga tersebut terbunuh, Neil memang berada di kantor.  Raman meminta Abhsiek membantu Neil. Abhisek lalu menayakan tentang preman2 yang menculik Trisha. Neil lalu memberitahu alamatnya. Raman ingin ikut Abhisek tapi Abhisek melarang.

Ashok marah pada seseorang di telepon, dia membicarakan tentang jasad penjaga keamanan. Usai menelpon, Ashok berkata, “tidak tau berapa orang harus aq lenyapkan untuk melenyapkan Raman”.

Mihika mendatangi Mihir diruangannya dan melihat Mihir yang bersedih, Mihika bertanya dan Mihir memberi penjelasan tentang Neil yang telah menipu Raman. Mereka pun membahasnya.

Raman melihat Ishita yang terlihat sedih, Raman lalu berbicara dengannya. Kemudian Raman mendapat telepon dari Abhisek dan merasa lega bahwa Trisha selamat, usai menelpon, Raman memberitahu Ishita.

Tengah malam, Ishita berada didapur dan berbicara ditelepon dengan Shagun, Abhisek dan Prateek tentang Neil. Ishita merencanakan sesuatu. Yang lain pun paham dengan maksud Ishita.

Pagi harinya, Vandu berbicara dengan Madhavi, Bala kemudian muncul membawakan saree untuk Vandu. Vandu membukanya dan pura2 marah karena Bala tidak paham dengan warna kesukaannya tapi kemudian Vandu tersenyum dan meminta kuitansi pembelian karena ingin menukar warnanya. Bala memberikan kuitansi pembelian lalu Vandu beranjak pergi.

Ashok sedang direstoran,dia membaca koran dan terkejut melihat berita bahwa polisi menemukan jasad penjaga keamanan tersebut. Lalu datang seorang lelaki (Khurana), mereka lalu mengobrol tentang bisnis. Khurana kemudian melihat temannya dan berpamitan pada Ashok. Khurana ternyata menemui Prateek dan Ashok melihatnya.

Khurana kembali pada Ashok dan Ashok menanyakan tentang Prateek. Khurana mengatakan bahwa Prateek adalah temannya dan dia takut pada perdukunan semenjak kecil. Ashok pun merasakan kecurigaan karena setahu Ashok, Prateek yang mengendalikan arwah Shagun.

Dikamarnya, Ishita sedang berbicara dengan Simmi, lalu Ishita mendapat telepon dari kartu kredit, Ishita tidak tertarik dan menutup telepon, setelah ditutup, Ishita kembali mendapat telepon tapi kali ini dari Ashok. Ishita meminta Simmi berjaga diluar, setelah itu Ishita menutup pintu kamar dan berbicara dengan Ashok berpura2 sebagai Shagun. Ashok berpikir bahwa hantu ini pun palsu seperti halnya Prateek, Ashok pun berbicara dengan Ishita dan mengundangnya makan malam dirumahnya. Ishita sebagai Shagun pun berjanji akan datang. Usai menutup telepon, Ashok pun merasa senang dan berpikir bahwa jika Ishita memang benar2 dirasuki arwah Shagun maka dia akan memperalanya untuk melawan Raman karena mata2nya tidak akan bisa melakukan pekerjaan ini. Ishita sendiri tampak berpikir bahwa dirinya harus tahu siapa informan yang berada dirumahnya.
Vandu sedang berkumpul bersama teman2 dosennya, Vandu menunjukkan saree pemberian Bala. Temannya memperingatkan bahwa suami terkadang memberikan hadiah2 karena sedang terlibat perselingkuhan. Sooraj melihat mereka semua dari luar ruangan dan menggumamkan sesuatu.

Ishita datang ke rumah Ashok. Ashok menerimanya dengan senang hati. Ishita memakai hansfre yang terkoneksi dengan Shagun dan Ishita  menutupinya dengan rambutnya. Shagun siap sedia mendengar percakapan Ishita dan Ashok. Ishita kemudian masuk ke dalam. Ashok mempersilahkan duduk dan menyiapkan minuman untuk Ishita. Shagun mengatakan sesuatu, Ashok kemudian bertanya karena Ishita tidak meminum minumannya.  Ashok kemudian mengatakan sesuatu yang membuat Ishita sedikit tertegun tapi Ishita berusaha bersikap normal.

Ashok lalu berdiri memutar CD, Ishita berbicara diam2 dengan Shagun. Ashok lalu menghampiri Ishita dan mengajaknya berdansa tapi Ishita membayangkan Raman. Ashok bertepuk tangan untuknya. Lalu bel berbunyi dan Ashok pergi membuka pintu. Ishita kembali berbicara dengan Shagun.

Ishita mencoba mengintip siapakah yang datang tapi dia tidak bisa melihat karena tertutup badan Ashok. Ashok berbalik dan terkejut melihat Ishita, mereka lalu kembali ke dalam. Ashok mengatakan bahwa dirinya harus pergi untuk urusan kantor dan Ishita pura2 marah. Ashok diam2 meletakkan mic di dompet Ishita dan berpikir bahwa dnegan mic tersebut dirinya akan mendengarkan semua percakapan Ishita  dan akan mengetahui apakah Ishita benar2 kerasukan arwah Shagun atau hanya pura2 lalu Ashok pun beranjak pergi. Ishita kemudian mengatakan  pada Shagun akan mengikuti Ashok dan kemudian pergi.

Ashok datang ke sebuah hotel dan Ishita mengikutinya dan meninggalkan dompetnya di mobil. Ashok menelpon seseorang dan Ishita terus mengikuti Ashok. Ishita lalu bertabrakan dengan seorang anak kecil dan menumpahkan kuenya. Anak itu menangis. Ashok membalikkan badan dan melihat Ishita. Ashok pun paham dan melangkah pergi.

Ishita kehilangan jejak Ashok dan bertanya pada resepsionis.Resepsionis menyarankan agar Ishita memeriksanya di kafe.

Bala sedang bersama seorang manajer pinjaman dan berbicara dengan lelaki tersebut. Lelaki itu berkata bahwa Bala akan segera menerima uang pinjamannya. Bala berterimakasih dan beranjak pergi. Setelah Bala pergi, Sooraj menemui lelaki tersebut dan berbicara dengannya. Lelaki itu kemudian pergi dan Sooraj menggumamkan sesuatu.

Ishita masih mencari2 Ashok, dia masuk ke kafe hotel dan menelpon Shagun. Usai menelpon, Ishita pun beranjak pergi, Ashok menatapnya dari kejauhan dan tersenyum.

Saat makan malam, Toshi menanyakan sesuatu pada Simmi. Raman sendiri melihat Ishita yang sedang melamun dan bertanya. Simmi menyadarkan Ishta. Ishita lalu menumpahkan air. Neelu memberinya tisu untuk mengelap dan Ishita terkejut melihat itu tisu hotel. Ishita pun bertanya pada Neelu. Neelu mengatakan bahwa tisu itu dari Sarika. Raman menanyakannya tapi Ishita membuat alasan. Sarika melintas dan Simmi bertanya padanya.

Bala pulang ke rumah dan berbicara dengan Vandu bahwa pinjamannya disetujui. Vandu terlihat cemas dan bertanya mengapa dia mendapatkan pinjaman dengan begitu mudah tapi Bala berusaha meyakinkannya.

Ishita berbicara dengan Prateek di pelataran parkir apartemen. Sementara Ashok tengah mendengar rekamannya, Ishita mengambil tas nya di dalam mobil lalu berbicara kembali dengan Prateek tentang Ashok. Ashok terlihat marah mendengar pembicaraan Ishita.

Ishita masih berbicara dengan Prateek sedangkan Ashok masih terus mendengarkan. Tiba2 seorang anak kecil menabrak Ishita dan membuat tas Ishita terjatuh dan isinya berhamburan. Ishita menanyakan keadaan anak kecil tersebut dan anak tersebut menginjak alat perekam Ashok hingga hancur. Ashok menjadi bingung karena tidak lagi mendengar apa2. Ishita kemudian kembali ke rumah.

Raman tengah membaca majalah menggunakan senter karena dia berada di balik selimut. Ishita yang telah tertidur merasa silau dengan pantulan senter tersebut. Ishita bangun dan membuka selimut Raman. Raman terkejut dan menyembunyikan majalah yang dibacanya. Ishita merebutnya dan melihat ternyata itu majalah tentang hantu, arwah dan semacamnya. Ishita pun berbicara dengan Raman dan dia memeluknya.

Pagi harinya, Ishita hendak masuk ke dalam mobil, penjaga keamanan mendatanginya bersama seorang lelaki sopir bajaj, lelaki tersebut menyerahkan sebuah ponsel yang tertinggal di bajajnya dan saat Ishita mengeceknya ternyata itu ponsel Sarika. Ishita berterima kasih dan hendak memberikan ongkos tapi lelaki itu menolak dan mengatakan bahwa yang menaiki bajajnya terlihat tegang hingga meninggalkan ponselnya, lelaki itu mengatakan penumpangnya pergi ke hotel yang sama dengan tempat Ashok kemarin. Ishita tertegun mendenarnya dan berpikir apakah Sarika kesana untuk menemui Ashok..

Sarika mencari2 ponselnya di dalam kamar. Ishita muncul dan menyerahkan ponsel Sarika, Sarika terkejut melihat Ishita dan bertanya. Ishita mengatakan sesuatu dan Sarika terlihat gugup menjawabnya. Ishita lalu berkata akan ke klinik dan dia menawarkan tumpangan Pada Sarika tapi Sarika menolak.

Sarika pergi menaiki bajaj, Ishita lalu mengikutinya. Dalam perjalanan, Ishita berbicara ditelpon dengan Shagun.

Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 164 Tayang Selasa, 10 Januari 2017


Sarika mendatangi hotel yang sama dengan Ashok semalam. Ishita terus mengikutinya dan menginfokan pada Shagun. Ishita mengikuti Sarika dan memanggilnya. Dia lalu mengatakan bahwa permainan Sarika telah usai dan Ishita memaksa Sarika mengatakan yang sebenarnya. Sarika meminta maaf. Ishita mencelanya. Sarika lalu mengatakan bahwa dirinya bekerja diam2 di hotel ini karena tidak ingin meminta bantuan Raman terus menerus. Ishita pun menduga dirinya salah paham. Ishita lalu bertanya pada Sarika napakah dia melihat salah sau keluarga berada di hotel ini kemarin. Sarika menjawab bahwa dirinya melihat Mihir.  Sarika lalu beranjak pergi dan Ishita kembali di bingungkan tentang siapa sebenarnya informan Ashok.

Neelu memberikan sebuah kertas pada Ishita, Ishita membicarakannya dengan Toshi. Madhavi kemudian datang dan mengatakan sesuatu. Raman juga muncul dan mengatakan sesuatu.

Ashok berbicara ditelepon dengan seseorang dan terlihat marah, usai menutup telepon, Ashok berpikir bagaimana Ishita bisa tahu segala sesuatu tentang dirinya sedangkan Shagun telah tiada. Ashok merasa harus memeriksa ke RS.

Bala dibawa masuk ke sebuah aula besar oleh lelaki suruhan Sooraj, mereka membahas bisnis mereka. Lelaki itu memberikan cek pinjaman pada Bala. Bala lalu mendapat telepon dari seseorang (Khosla)  yang membicarakan bisnis. Usai menutup telepon, Bala lalu berpamitan. Lelaki tadi menelpon Sooraj dan melaporkan bahwa Bala telah menerima cek pinjamannya. Usai menutup telepon, Sooraj memberikan uang pada Khosla dan berkata bahwa dirinya akan melihat bagaimana Bala akan selamat dari masalah keuangannya.

Ashok mendatangi ruangan arsip disebuah RS dan memberi uang suap pada wardboy disana, Ashok kemudian mulai mencari arsip tentang sertifikat kematian Shagun dan menemukannya. Ashok mulai membacanya tapi tak menemukan apa yang dicari, dia lalu berpikir harus menggagalkan permainan Ishita.


Tayang Selasa, 10 Januari 2017
By :  ARIN
loading...