Friday, 31 March 2017

Sinopsis Paakhi Episode 5 Tayang Minggu 2 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 5 Anshuman lalu menjawab bahwa jika dirinya tidak ingin menegur Paakhi untuk apapun, Anshuman lalu makan siang sambil mengobrol dengan Paakhi. Setelah selesai Anshuman berterimakasih atas makan siang yang enak dari Paakhi, Anshuman melanjutkan pekerjaannya dan Paakhi masih disana.



Lavanya dan Girish ke ruangan Anshuman, Lavanya mengeluh karena bibi Girish (Buaji) akan datang, Lavanya mengeluh karena Buaji selalu menghinanya, Lavanya berkata, “dia seharusnya tidak menghinaku..pernahkah aku menghina orang lain ??”. Lavanya lalu melihat Paakhi, Paakhi menyapa Lavanya dan Girish. Girish pun terbatuk. Anshuman lalu mengatakan bahwa Paakhi membawakan makanan untuknya dan Girish pun memuji Paakhi. Kemudian Paakhi mengemasi peralatan makan siang Anshuman. Paakhi lalu mengatakan sesuatu, Lavanya mengomentarinya. Paakhi kemudian beranjak pergi.

Lavanya kembali mengomel pada Anshuman karena Paakhi datang ke kantor untuk membawakan makan siang. Lavanya juga mengomeli Girish mengenai bibinya, Lavanya ingin Girish menyiapkan seorang pelayan untukm bibinya dan Lavanya meminta agar Girish tidak pergi kemana2 saat dirinya bersama dengan Buaji.

Mahajii dan Ashok membongkar kamar Anshuman mencari2 kunci utama. Sopir yang dalam perjalanan pulang bersama Paakhi menerima telepon dari Mahajii dan menanyakan keberadaannya, sopir itu menjawab bahwa dirinya akan ttiba di rumah dalam waktu 15 menit. Mahajii kemudian kembali membereskan kamar tidur Anshuman.

Paakhi datang, Mahajii memberi kode pada seseorang lelaki, lelaki itu lalu mengejar Paakhi dan berbicara dengannya meminta uang untuk membeli pestisida, dia memperkenalkan diri sebagai tukang kebun rumah Anshuman. Paakhi memintanya menunggu lalu Paakhi ke kamar membuka brankas, Ashok mengintai dan mengetahui Paakhi menyimpan kunci utama di lilitan sareenya. Dia lalu memberitahu Mahaji.

Lavanya tengah bekerja dan kemudian mengetahui dari asistennya bahwa salah satu karyawannya sedang hamil dan tidak masuk kantor.

Mahajii membuat alasan bahwa dirinya sedang sakit lutut dan meminta Paakhi naik ke atas kursi untuk membuka rak di lemari bagian atas. Paakhi berusaha membuka rak kecil tersebut dan membuat kunci utamanya terjatuh dari lilitan saree nya. Paakhi lalu turun dari kursi dan berkata bahwa kuncinya terjatuh, Mahaji berkata tidak melihat appun dan menginjak kunci Paakhi dibawah sandalnya. Paakhi lalu menyuruh Mahaji pindah dan kunci itu pun ditemukan.

Lavanya mendapat telepon dari Girish yang mengatakan bahwa dirinya sedang membuat persiapan karena Buaji telah datang.

Mahajii kembali mendatangi Paakhi dan mengatakan bahwa Anshuman mengirim desainer dan penjahit untuknya membuat saree. Paakhi lalu pergi memilih2 saree bersama desainernya, Mahajii membantu Paakhi memakai saree dan berusaha mengambil kuncinya. Mahajii pun berhasil mengambilnya. Paakhi merasa bingung untuk memilih lalu memotret dirinya dan mengirimkannya pada ponsel Anshuman. Anshuman sendiri tengah berbicara dengan kliennya.

Anshuman pulang dengan marah, Mahajii menemuinya dan Anshuman memarahinya karena telah memanggil desainer dan penjahit. Mahaji berkata bahwa dirinya telah mendapatkan kunci utama Paakhi.

Paakhi sendiri tengah mencari2 kuncinya yang menghilang di kamar, dia berpikir mungkin kuncinya jatuh saat mencoba saree tadi, dia lalu bergegas keluar kamar. Mahajii mengatakan semua  pada Anshuman bahwa dirinya mengetahui rencananya bersama Lavanya. Sebab itulah dirinya memanggil desainer dan penjahit untuk mengambil kunci dari Paakhi.

Paakhi mencari2 kuncinya dan menuruni tangga, Mahajii dan Anshuman melihatnya. Mahajii lalu mengatakan pada Anshuman bahwa dia yang harus memutuskan untuk mengembalikan kunci atau melanjutkan permainan ini. Paakhi melihat Anshuman dan menghampirinya, Paakhi lalu berkata jika kehilangan kunci dan menanyakannya pada Mahajii. Mahajii hendak mengatakan sesuatu tapi kemudian terdiam dan menyembunyikan kuncinya. Anshuman berkata pada Paakhi agar dia lebih berhati2 menjaga kuncinya. Paakhi membela diri bahwa sudah berhati2 menyimpannya tapi mungkin kunci itu hilang saat dirinya mencoba beberapa saree tadi. Anshuman berbicara dengan Mahaji untuk menelpon orang perusahaan agar mendapat kunci yang baru lalu Anshuman beranjak pergi.

Saat makan malam, Paakhi memilih duduk didekat Anshuman, Paakhi lantas melayani makan malam Anshuman, Mahaji merasa kesal. Anshuman lalu memuji sup nya. Paakhi memberikan makanan yang lain dan Anshuman kembali memuji masakan yang dimakannya. Paakhi berka bahwa dirinya akan memasak besok. Anshuman lalu menjawab, “kau tidak akan bisa memasak makanan ini karena kau tidak tahu seleraku”, pelayan mengatakan bahwa semua itu masakan Paakhi. Anshuman pun terkejut dan terdiam. Paakhi lalu menghidangkan manisan, Anshuman memakannya dan kembali memujinya. Paakhi pun tersenyum.

Lavanya berbicara ditelepon dengan Mahaji untuk memperdaya Paakhi, Girish mendengarnya dan menghampirinya, dia menegur Lavanya karena mempermainkan Paakhi dan Girish mengatakan bahwa Paakhi gadis yang baik. Lavanya pun marah mendengar ucapan Girish dan mendebatnya.

Anshuman sedang merasakan ketegangan akibat pekerjaannya, Paakhi melihatnya lalu Paakhi keluar  kamar dan kembali lagi dengan membawa minyak urut. Anshuman bertanya. Paakhi menyimpan laptop Anshuman dan memintanya berhenti bekerja lalu memijat kepala Anshuman dengan minyak urut tadi.

Paakhi meminta Anshuman berbaring dan kemudian Paakhi kembali memijat kepalanya. Anshuman yang awalnya menolak kini merasa nyaman dengan pijatan Paakhi hingga dia terlelap. Paakhi lalu menyelimutinya dan beranjak tidur.

Pagi harinya, Lavanya terbangun karena suara tangisan bayi, dia bangun dan melihat Girish sedang bersama bibinya, pelayan buaji sendiri sedang menggendong anak kecil (Naina) yang terus menangis. Buaji menyapa Lavanya lalu menyindirnya.  Lavanya melihat Naina, Girish mengatakan bahwa dia adalah anak dari sepupunya yang meninggal karena kecelakaan lalu Lavanya menghampiri Naina dan menggodanya. Girish dan bibinya pun terharu. Buaji lalu mengatakan bahwa Naina sekarang adalah tanggung jawabnya dan akan tinggal bersamanya. Naina lalu menjatuhkan vas bunga. BUaji pun tertawa dan meminta Naina untuk tidak menangis. Lavanya sendiri merasa kesal dan beranjak pergi.

Paakhi memulai paginya dengan berdoa lalu melihat Anshuman yang masih tertidur, Paakhi menutup tirai karena cahaya matahari yang masuk menerpa wajah Anshuman, lalu Paakhi meletakkan tangan Anshuman di dekat kepalanya tapi Anshumann tanpa sadar menarik tangan Paakhi dalam genggamannya. Paakhi perlahan2 menarik tangannya dan tersenyum menatap Anshuman.

Anshuman terbangun, Paakhi menyapanya sambil membawakan minuman. Paakhi mengatakan bahwa dia tidur lelap sekali. Anshuman menanyakan jam dan Paakhi menjawa sambil  menunjukkann jam tangan yang menunjukkan jam 10.00.  Anshuman terkejut dan bergegas ke kamar mandi.

Paahi menjatuhkan sindornya dan memungutinya. Anshuman siap mandi dan memintanya membalikkan badan agar tak melihanya ganti pakaian. Paakhi membalikkan badan dan menutup matanya tapi dia juga mengintip dari sela2 jarinya ke cermin.

Anshuman mengatakan bahwa dirinya telah selesai berganti baju api Paakhi mengatakan bahwa dirinya sudah melihatnya daritadi melalui cermin dan Paakhi tertawa. Anshuman lalu bergegas keluar kamar.

Sinopsis Paakhi Episode 5 Tayang Minggu 2 April 2017 Hari Ini 


Paakhi turun dan seorang lelaki memberikan kunci barunya dan mengatakannbiayanya Rs 10.000, Paakhi pun terkejut mendengar biaya yang sangat mahal untuk penggantian kunci. Mahajii tersenyum melihatnya.

Anshuman berbicara ditelepon dengan Rana dan memberikan komitmennya pada Rana, Paakhi masuk dan mengambil uang. Anshuman selesai menelpon lalu bertanya pada Paakhi, Paakhi pun bercerita tentang mahalnya biaya pembuatan kunci sementara di Chittor keluarganya hanya mengeluarkan Rs 100 untuk 2 kunci. Anshuman memaklumi dan menyuruhnya memberikan uangnya.

Paakhi turun memberikan uangnya. Lelaki itu pun pergi. Mahajii datang mengatakan jikamkunci yang lama telah ditemukannya, Paakhi berusaha mengejar lelaki tadi tapi tidak berhasil, Mahaji tersenyum dan mengatakan bahwa Lavanya pasti marah jika Paakhi tidak bisa mengurus rumah ini sementara Anshuman menatapnya.

Lavanya berbicara dengan Anshuman mengenai Paakhi yang tidak akan bisa mengurus rumahnya. Sementara Paakhi berbicara sendiri di kamar bahwa Dewa sangat baik memberinya kejuan karena dengan begini kini dirinya harus lebih berhati2.

Anshuman menanggapi Lavanya dan berkata bahwa Paakhi seharusnya tidak berada dirumahnya lebih dari seminggu. Lavanya berkata bahwa Paakhi tidak akan menang dan akan kembali ke rumahnya didesa. Paakhi sendiri berjanji tidak akan merusak kepercayaan Anshuman padanya dan akan memenangkan hati Lavanya.

Mahajii mengobrol dengan pelayan bahwa dirinya sangat bahagia Paakhi telah kehilangan banyak uang. Paakhi muncul dan berkata pada Mahaji agar menunjukkan agihan biaya rumah yang lama. Mahajii mengambil file dan memberikannya pada Paakhi. Paakhi mengomentari bahwa biaya tersebut melebihi anggaran yang dibuatnya. Lalu Paakhi berkata bahwa sekarang dirinya akan mengurus semuanya dengan baik. Paakhi lalu berajak pergi. Mahaji pun menjadi cemas melihat kepercayaan diri Paakhi.

Paakhi membawa file nya keluar dan berpikir apa yang harus dilakukan dan bagaimana mengurus rumah dengan anggaran yang ada. Dia teringat saat Anshuman memarahi karyawan2nya di kanttor. Paakhi pun terbersit beberapa ide dan tersenyum.

Paakhi melihat loundry dan bertanya, Paakhi memeriksanya dan mengambil beberapa. Paakhi lalu memanggil Shuki dan memerintahkan untuk mencuci di rumah dengan begitu mereka bisa menghemat pengeluaran.

Mahajii muncul dan mengatakan pada Shuki agar melakukan perintah Paakhi. Paakhi juga menyuruh Ashok membawa tagihan surat kabar dan kemudian berkata untuk tidak memesan semua surat kabar karena membuang2 uang. Paakhi kembali memeriksa file tagihan dan berpikir untuk memangkas biaya yang bisa dipangkas. Mahaji mengawasinya.

Paakhi memeriksa hanger dan menemukan hanger lama, diapun berpikir akan memakai hanger yang lama, Mamaji datang dan berkata bahwa tukang kebun datang dan meminta Paakhi menemuinya.

Paakhi terkejut melihat tagihan pupuk, dia juga memeriksa kiriman pupuk bersama Mahajii. Paakhi berkata banyak sekali pupuk dalam sekali datang. Paakhi lalu menjelaskan pada tukang kebun mengenai pupuk tanaman. Mahaji terkejut mengetahui kepintaran Paakhi dalam berkebun.

Girish mengobrol dengan bibinya dan bercanda tawa, Lavanya datang dan menegur mereka. Lalu telepon rumah berdering, Lavanya menerimanya dan saat Lavanya bertanya siapa yang menelpon, telepon terputus. Girish bertanya siapa yang menelpon dan Lavanya menjawab bahwa penelpon tadi seorang gadis.

Paakhi hendak masuk dapur tapi Mahaji melarangnya, Paakhi menerobos masuk dan menginstruksikan sesuatu untuk dimasak. Ramesh sang koki marah dan membuang masakannya. Paakhi lalu mengetahui banyak bahan dapur yang habis dan bertanya pada Mamaji. Mamaji mengatakan bahwa semua telah habis.

Paakhi lalu memeriksa laci dapur dan mmelihat ada banyak bumbu dapur tersimpan disana, Mamaji berusaha berkilah dan berusaha menghentikan Paakhi untuk memeriksa semuanya, Paakhi tetap memeriksa lemari penyimpanan dan melihat semuanya telah kadaluwarsa. Paakhi lalu berbicara Mahaji untuk selalu memeriksa bahan makanan sebelum memesan dan Paakhi juga berpesa pada Ramesh untuk tidak selalu membuang2 masakan. Paakhi lalu beranjak pergi. Ashok menghampiri Mamaji dan mengatakan bahwa tempatnya suatu saat akan digantikan oleh Paakhi.

Lavanyabertanya pada Girish siapa gadis yang menelponnya, Girish berkata bahwa dirinya tidak bisa memberiahun karena tidak tahu siapa gadis tersebut. Bibi Girish muncul dan ikut berbicara. Dia menegur Lavanya yang tidak mempunyai kepercayaan pada sang suami. Lavanya pun menjadi geram. Buaji beranjak pergi dan Lavanya menyuruh Girish melihat bagaimana bibinya menghinanya. Girish merasa terjebak diantara keduanya.

Paakhi hendak keluar, Mamaji mengejarnya dan menyuruhnya membawa uang lebih untuk membeli makanan tapi Paakhi berkata sudah membawa bekal. Mahaji berkata bahwa orang2 akan membicarakannya tapi Paakhi tidak peduli dengan omongan orang.

Anshuman sibuk diruangannya dan akan pergi ke bangunan kontruksinya, Anshuman berpikir bahwa Paakhi pasti akan datang dengan membawa makan siang tapi dia tidak akan menemukannya.

Paakhi berbelanja sayuran ke pasar. Dia lalu tahu bahwa ANshuman berada di bangunan proyeknya dan Paakhi berpikir akan pergi kesana dengan membawakan makanan untuk Anshuman.

Anshuman berada di proyek konstruksinya. Paakhi datang menemuinya. Anshuman terkejut melihatnya dan bertanya, tepat saat itu elevator yang di naiki Anshuman dan Paakhi membawa mereka naik, Anshuman memegangi Paakhi hingga ke bangunan paling atas dan mereka saling menatap. Elevator terhenti dan Anshuman lalu bertanya pada para pekerja. Pekerja dibawah berteriak mengatakan bahwa listrik padam dan mereka harus tetap diatas hingga listrik menyala

Lavanya berjalan dan terpeleset mainan Naina. Lavanya merasa emosi . Girish memintanya untuk tidak marah pada Buaji dan kemudian mengajaknya makan siang. Buaji bertanya pada Girish mengenai kembalinya istri pertama Anshuman dan Buaji mengatakan bahwa itu hal yang bagus.


Paakhi berkata pada Anshuman bahwa dirinya membawakan bekal makan siang, Anshuman bertanya apakah dirinya seperti anak kecil. Paakhi tersenyum dan mengajaknya menikmati pemandangan yang terlihat indah dari atas bangunan. Anshuman kembali meminta pekerjanya melakukan sesuatu agar dirinya bisa tturun tapi ara pekerja berkata bahwa mereka harus menunggu listrik menyala, Anshuman lalu mencoba turun dari elevator ke teras bangunan atas dan kemudian membantu Paakhi dengan mengulurkan tangannya. Paakhi memegang tangan tangan Anshuman dan  terjatuh dalam pelukan Anshuman.


By : aRin