Friday, 7 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 13 Tayang Senin 10 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 13 Anshuman dan Paakhi pergi ke sebuah tempat, Anshuman cegukan, Paakhi menyuruh Anshuman membungkuk dan mendekat. Anshuman melakukannya lalu Paakhi memencet hidungnya untuk beberapa lama. Setelah ittu Anshuman merasa cegukannya sudah hilang.




Anshuman dan Paakhi kemudian berbelanja. Anshuman memakaikan sebuah syal untuk Paakhi. Paakhi merasa gembira dan tersenyum. Mereka lalu kembali berjalan2. Anshuman bertanya apa yang di inginkan Paakhi. Paakhi berkata akan memberinya 2 petunjuk dan dia nanti harus menebaknya.

Anshuman menepon Lavanya dan mengatakan Paakhi hanya memberinya petunjuk dan membuatnya seperti orang bodoh yang berjalan dengannya dijalanan, Lavanya meminta Anshuman un tuk terus menghubunginya. Girish mendengarkan pembicaraan mereka.

Anshuman kembali berjalan2 dengan Paakhi. Paakhi memakan asem dan mengatakan bahwa ini petunjuk pertamanya, Paakhi mengatakan bahwa ini adalah hal kecil tapi bisa membuat hubungan suami istri menjadi lebih kuatt dan menambah kebahagiaan dan jika mereka tidak memilikinya maka orang2 akan membuat berita. Anshuman pun memikirkan hal tersebut dan berpikir bahwa Paakhi berbicara mengenai anak. Mereka lalu kembali berjalan dan Paakhi memperlihatkan padanya kaus kaki bayi  sebagai petunjuk kedua dan Anshuman semakin terkejut. Paakhi lalu memberitahu petunjuk yang terakhir adalah wanita menikah. Anshumann yakin Paakhi sedang membicarakan anak.

Anshuman dan Paakhi pulang kerumah, Anshuman lalu mencari2 Paakhi dikamar, dia lantas melihat Paakhi menggunakan gaun tidur dan memandanginya. Paakhi memergokinya dan Anshuman berlari tapi Paakhi memanggilnya dan Anshuman beralasan dirinya sedang melihat polesan kayu lemarinya. Anshuman lalu beralasan dan beranjak pergi.

Anshuman berjalan ke ruang tamu sambil melamun dan menabrak pilar, dia lalu duduk dan berpikir bahwa dirinya tinggal dirumahnya sendiri seperti pencuri. Setelah itu dia pergi ke kamar dan melihat Paakhi sudah tertidur. Anshuman pun tidur disamping Paakhi.

Paakhi meletakkan tangannya merangkul Anshuman dan Anshuman menyingkirkannya, dia lalu memberi penanda bantal ditengah2.

Pagi harinya, Anshuman terkejut dan terbangun melihat Paakhi muncul dihadapannya, mereka berbicara sebentar lalu Anshuman bangun dan Paakhi memberinya hadiah.

Anshuman membuka hadiah yang pembungkusnya dibuat berlipat2 oleh Paakhi. Anshuman melihat kotak dengan gambar Krishna kecil, Anshuman teringat ucapan Lavanya dan berkaa ada Paakhi bahwa dirinya masih belum siap. Paakhi menyuruhnya membuka kotak tersebutt yang ternyata isinya adalah sindoor. Anshuman pun tertawa lega. Paakhi meminta Anshuman yang memulai harinya dengan sindoor ini. Anshuman tidak mempermasalahkan lalu memakaikannya pada Paakhi. Paakhi kemudian memintanya berjanji untuk memakaikannya setiap hari dan Anshuman menyetujuinya. Paakhi berterimakasih pada Anshuman.

Paakhi melihat ke cermin dan kembali terbayang saat Anshuman memakaikan sindoor tadi, Paakhi pun berterimakasih pada Dewa. Di kamar mandi, Anshuman menelpon Lavanya dan bercerita bahwa Paakhi tidak menginginkan anak dan hanya ingin dirinya memakaikan sindoor setiap pagi.

Mahaji mengatakan kedatangan Ayaan hari ini pada Anshuman saat sarapan. Paakhi mendengar dan bertanya. Mahaji mengatakan bahwa telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut Ayaan. Paakhi lalu mengatakan mereka akan menjemputnya dan Anshuman menyahutinya bahwa sedang sibuk dan sopir yang akan menjemput Ayaan. Mahaji kembali mengatakan bahwa Ayaan akan bereaksi kalau melihat Paakhi lalu beranjak pergi. Anshuman berbicara dengan Paakhi agar lebih berhati pada Ayaan dan jangan sampai Ayaan tahu kalau dia adalah ibu barunya, Anshuman berkata akan memberitahu Ayaan di saat yang tepat.

Lavanya sarapan dengan Girish dan membahas kedatangan Ayaan. Buaji menggendong Naina dan mendengar percakapan mereka. Lavanya beranjak pergi, Buaji menghampiri Girish dan mengatakan sesuatu.

Paakhi naik ke dalam mobil untuk menjemput Ayaan. Dalam perjalanan, Paakhi berpikir bahwa Anshuman akan marah mengetahui dirinya menjemput Ayaan tapi Paakhi berpikir akan mengurus Anshuman nanti.

Ayaan tengah mengerjai teman2nya dan berkata bahwa selalu sopir yang akan menjemputnya. Paakhi lalu datang dan turun dari mobil mencari Ayaan. Teman Ayaan bertanya siapa Paakhi.

Paakhi sendiri bertanya pada wanita disana mengenai keberadaan Ayaan dan mengatakan dirinya istri kedua Anshuman. Wanita itu lalu memanggil Ayaan dan Ayaan berlari menghampiri. Paakhi mengajaknya mengambi kopernya. Lalu Paakhi dan Ayaan berjalan ke mobil sambil mengobrol.

Paakhi berjalan ke mobil, Ayaan sengaja menjatuhkan video game nya agar bisa lari dari Paakhi dan berlari menuju mobil. Saat akan berangkat, Ayaan menanyakan video game nya dan Paakhi turun mengambilkannya. Saat Paakhi mengambil video game tersebut, Ayaan menyuruh sopir berangkat dan Paakhi berlari2 mengejarnya.

Anshuman terkejut mendengar kabar ditelepon dari Mahaji bahwa Paakhi pergi menjemput Ayaan. Dia merasa marah dan berkata bahwa seharusnya sudah menendang Paakhi sebelum Ayaan datang.

Ayaan lalu menanyakan ponsel sopirnya. Ayaan lalu mengeluarkan kartunya dan mengembalikannya. Ayaan memerintahkan sopir untuk berhenti karena ingin buang air. Sopir berhenti ditepi jalan, Ayaan turun dan menyuruh sopir menunggu di dalam mobil. Ayaan terus masuk ke dalam hutan dan membuang barang2nya.

Sopir mencari2 Ayaan dan tidak bisa menelpon karena tidak ada kartu didalamnya.

Lavanya memarahi Anshuman karena Paakhi pergi menjemput Ayaan, mereka berusaha menelpon karena sudah 3 jam dan mereka belum datang. Tiba2 Ayaan datang dan menangis dengan keadaan lusuh. Ayaan berlari memeluk Lavanya dan mengatakan bahwa Paakhi memukulinya. Anshuman tidak mempercayainya dan memarahinya.

Paakhi datang dan memanggil Ayaan. Ayaan pun menunjuknya dan mengatakan bahwa dia yang memukulinya.  Paakhi mendekat dan Ayaan mengatainya, Anshuman memarahinya. Ayaan mengatakan bahwa semua ini kesalahan ayahnya telah membawa seorang pengasuh untuknya dan Anshuman tanpa sadar mengatakan bahwa Paakhi adalah ibunya. Ayaan shock dan berlari pergi. Paakhi hendak mengejarnya tapi Lavanya melarangnya. Lavanya menyuruh Mahaji mengurus Ayaan.

Lavanya menegur Paakhi. Anshuman berkata bahwa dirinya tidak ingin Ayaan mengetahui pernikahannya dengan cara seperti ini dan Anshuman terdiam menatap Paakhi. Lavanya kembali memarahi Paakhi. Anshuman berkata akan berbicara dengan Ayaan tapi Lavanya melarangnya.

Ayaan keluar kamar dan membawa buket bunga lalu memberikannya pada Paakhi dan mengucap selamat datang. Ayaan lalu menarik Paakhi ke sebelah Anshuman dan mengatakan bahwa Paakhi tipe wanita India dan berpikir bahwa Paakhi pasti bukan pilihan ayahnya karna ayahnya menyukai gadis seperti Tanya. Lavanya lalu segera membawa Ayaan. Ayaan berhenti dan memberiahu Paakhi bahwa dirinya tidak akan berbuat nakal lagi seperti tadi, Paakhi tersenyum dan kemudian mengingat ucapan Ayaan.

Anshuman ke kamarnya dan Paakhi menyusul,  kemudian mereka mengobrol mengenai Ayaan, Paakhi meminta Anshuman untuk tidak memarahi Ayaan lagi. Anshuman berkata bahwa jika dia sudah menghabiskan waktu bersama Ayaan maka dia akan mengerti.

Mahaji menghampiri Ayaan dan membawakannya minuman, dia lalu mengakui ksalahannya karna tidak memberitahu mengenai ibu barunya. Ayaan berkata bahwa dia bukan ibunya dan hanya istri baru ayahnya, Mahaji lalu mengatakan akan menyiapkan makanannya dan Mahaji pun melangkah pergi.

Saat makan malam, Anshuman berdebat dengan Ayaan karena Ayaan ingin memakan manisan. Anshuman memanggil Mahaji dan bertanya dengan geram siapa yang membuat hidangan penutupnya. Paakhi memberi penjelasan bahwa dirinya yang membuatnya untuk menyambut Ayaan. Paakhi lalu menghidangkannya untuk Ayaan dan Anshuman.

Lavanya berbicara ditelepon dengan Anshuman dan memintanya membuat rencana baru untuk menyingkirkan Paakhi. Pelayan Naina mendatangi Lavanya dan meminta tisu, Lavanya mengambilkan di lemari dan tanpa sengaja Lavanya menjatuhkan file, Lavanya mengambilnya dan membaca surat adopsi Naina yang dibua oleh Girish.

Girish tengah menikmati pijatan kepala yang dilakukan Buaji, Lavanya datang dengan membanting file adopsi tadi. Buaji memilih pergi. Lavanya dan Girish pun membahas masalah tersebut. Lavanya bertanya mengapa dia tidak membahas keputusan terbesar itu dengannya. Girish berkata takut melihat reaksinya nanti. Lavanya merasa bahagia dengan keputusan tersebut apabila Girish juga bahagia. Girish pun bererimakasih karena Lavanya setuju dan memberinya kebahagiaan.

Sinopsis Paakhi Episode 13 Tayang Senin 10 April 2017 Hari Ini
 

Pagi harinya, Anshuman bersiap2, saat hendak pergi, Paakhi memanggilnya dan menunjukkan kotak sindoor serta mengingatkan janji Anshuman. Anshuman berkata jas nya akan terkena sindor nanti. Paakhi menutupi jas Anshuman dengan saree nya. Anshuman kemudian memakaikan sindoor pada Paakhi. Paakhi lalu melihat sehelai bulu mata jatuh diwajah Anshuman dan mengambilnya. Paakhi lalu mengucapkan permintaannya dalam hati dan meniup bulu mata tersebut.

Shuki tengah berbicara dengan sopir. Ayaan bermain di taman, sang sopir lalu bergegas mengikuti Shuki. Ayaan melihat mobil kosong dan teringat permainan balapan mobilnya. Ayaan melihat kunci mobil masih didalam, dia lalu menaikinya dan pura2 menyetirnya sambil membunyikan klakson, Paakhi pun keluar memanggil2 Ayaan.

Tanpa sadar Ayaan menghidupkan mobil dan mengemudikannya dengan bahagia tanpa menyadari konsekuensinya. Paakhi mengejarnya dan berhasil masuk ke dalam mobil, Paakhi bisa menarik rem sebelum mobil menabrak pagar.

Ayaan turun dan Paakhi berusaha menasihatinya, Ayaan melawan dan menyuruh Paakhi untuk tidak menjadi pengasuhnya, kemudian terdengar teriakan Anshuman. Anshuman mendekat dan mendudukkan Ayaan di atas kap mobil, dia memarahinya karena tekah mengendarai mobil dan hendak menamparnya tapi Paakhi menghentikannya, Paakhi berusaha menggendongnya tapi Ayaan memintanya untuk tidak menyentuhnya, Ayaan berlari masuk ke dalam rumah.

Anshuman masuk ke dalam kamar sambil mengomel, Paakhi mencoba memberinya pengertian bahwa tidak perlu memukul untuk memberinya pengertian karena hal itu hanya akan membuat Ayaan semakin kesal.

Mahaji, Ashok dan Shuki melihat Ayaan di ruang tamu, mereka membicarakannya lalu Anshuman dan Paakhi turun dari lantai atas. Anshuman berbicara dengan Ayaan dan mengatakan, “karena Paakhi aku telah membuat keputusan ini..kau tidak akan tinggal dirumah ini karena kau akan pergi ke sekolah asrama”. Ayaan dan Paakhi pun terkejut. Paakhi bertanya pada Anshuman mengenai keputusannya, Ayaan mengamuk dan berkata tidak mau pergi ke sekolah asrama, dia lalu melempari Anshuman dengan bantal. Anshuman kembali memarahinya dan Ayaan berlari ke kamarnya sambil menangis.

Paakhi menggedor2 pintu kamar Ayaan. Ayaan membukanya dan Paakhi melihat Ayaan berkemas2. Paakhi bertanya apa yang dilakukannya. Ayaan menjawab, “kau menginginkan ini kan..kau bahagia sekarang kan”. Paakhi meminta Ayaan mendengarkannya tapi Lavanya lalu berteriak memanggilnya.

Paakhi keluar dan Lavanya memarahinya karena mencoba memisahkan Ayaan dan Anshuman. Paakhi terkejut mendengarnya.

Girish berusaha menghentikan Lavanya tapi Lavanya terus mencerca Paakhi dengan mengatakan bahwa Paakhi mau menerima Anshuman tapi tidak dengan anaknya. Paakhi pun terluka mendengar ucapan Lavanya.

Anshuman dikantor dan meminta sekretarisnya memberikan daftar sekolah berasrama. Lavanya lalu mendatangi Anshuman dan berdebat dengannya tentang keputusannya untuk Ayaan.

Paakhi sendiri merasa tidak berdaya, dia lalu berdoa pada Dewa agar ditunjukkan jalan untuk masalah ini. Sementara Anshuman berbicara dengan Lavanya agar membiarkannya menjauhkan Ayaan dan bisa berpikir mencari jalan untuk menyingkirkan Paakhi.

Malam harinya, Paakhi menemui Anshuman di balkon dan berbicara dengannya mengenai Ayaan. Mereka berdebat karena Paakhi tidak ingin Ayaan pergi kemana2. Paakhi berkata pada Anshuman bahwa keinginannya saat itu adalah menjadi ibu Ayaan. Paakhi meminta Anshuman memberinya kesempatan.

Ayaan sendiri tengah berbicara ditelepon dengan temannya mengenai Paakhi ibu tirinya dan teman Ayaan menyarankan agar Ayaan mengusir ibu tirinya keluar rumah. Paakhi masih berdebat dengan Anshuman. Paakhi meminta Anshuman memberi waktu 15 hari untuk merubah sikap Ayaan. Paakhi berjanji bahwa jika 15 hari terlewati dan dirinya gagal  dirinya akan meninggalkan rumah ini dan Anshuman bisa mengirim Ayaan kemanapun dia mau. Anshuman senang mendengarnya dan  mereka lalu saling berjanji. Anshuman hendak pergi dan hampir menjatuhkan gelas2, mereka memegangnya bersama2 dan Paakhi mengatakan bahwa ini adalah cara untuk mereka berdua menjaga Ayaan.

Lavanya membaca zodiaknya di surat kabar, Buaji muncul dengan menggendong Naina dan meletakkannya di lantai lalu dia membaca sura kabar, Lavanya mendekati Naina dan menyindir Buaji yang tengah membaca surat kabar. Pelayan Naina membawakan makanan, Lavanya pun menyuapinya sambil mengatakan pada pelayan bahwa dirinya memerlukan sertifikat kematian orangtua Naina untuk mengadopsi Naina, Buaji mengomentari bahwa dirinya akan mendapatkan sertifikat tersebut. Lavanya meminta alamat desa orangtua Naina tapi Buaji berpikir bahwa dirinya tidak bisa memberikan alamatnya didesa atau semuanya akan hancur.

Paakhi menemui Anshuman di kamar dan Anshuman tau akan janjinya lalu memakaikan sindoor pada Paakhi dengan terpaksa. Paakhi lalu membawa mobil remote kontrol ke Anshuman dan mengatakan bahwa dirinya akan memberikan hadiah mobil tersebut untuk Ayaan.

Paakhi ke kamar Ayaan, Ayaan membuka pintu dan menyiram Paakhi dengan air, Anshuman yang melihat dari kejauhan terkejut.  Ayaan melarangnya masuk ke kamarnya lagi dan berkata bahwa dia hanya ibu tiri. Anshuman tersenyum gembira melihat sikap Ayaan.

Paakhi masuk ke kamar dan berpapasan dengan Anshuman, Anshuman pura2 bertanya, Paakhi hanya diam dan bergegas ke kamar mandi. Paakhi melihat sindoornya yang luntur dan teringat ucapan Ayaan lalu menangis.

Paakhi keluar dari kamar mandi dan Anshuman mendekatinya lalu mengatakan bahwa semua ini pasti perbuatan Ayaan. Anshuman hendak pergi tapi Paakhi menyeret tangannya dan menyuruhnya memasangkan sindoor lagi. Anshuman memasangkannya lalu Paakhi kembali mengucap janjinya untuk merubah Ayaan selama 15 hari dann jika gagal maka dirinya tidak berhak tinggal dirumahnya lagi.

Pakhi lalu menunjukkan kalender duduk pada Anshuman seraya mengatakan agar Anshuman menandai kalender tersebut agar dirinya tau berapa banyak wakttu yang tersisa untuknya. Anshuman lalu memberikan tanda pada kalender tersebut dengan jarinya yang terkena sindoor Paakhi.

Ayaan melihat Paakhi membawa nampan berisi minuman, Ayaan sengaja menabraknya agar Paakhi menumpahkannya tapi Paakhi dengan sigap memegangi nampannya, mereka lalu duduk bersama menikmati sarapan pagi. Ayaan menolak sarapan yang disiapkan Paakhi. Anshuman lalu mengatakan pada Mahajimengenai guru yang akan datang mengajar Ayaan. Lalu Anshuman berbicara pada Paakhi.

Anshuman melihat baterai ponselnya habis dan meminta Paakhi mengecharge nya karena akan ada rapat dan ada data yang penting dalam ponselnya. Paakhi mengiyakan lalu beranjak pergi. Ayaan pun terlinas sebuah ide.

Ayaan bermain di halaman, Paakhi sendiri sedang berkebun lalu Ayaan berbicara dengan Mahaji dan Ashok, Anshuman kemudian datang memberikan ponselnya pada Paakhi dan mengatakan bahwa pengaturan bahasa sudah dirubah ke dalam bahasa cina. Paakhi berkaa idak merubahnya. Ayaan mendekat dan bertanya tapi Anshuman menyuruhnya pergi, Ayaan bersikeras bertanya dan kemudian Anshuman memberikan  ponselnya pada Ayaan, Ayaan merubah kembali pengaturan bahasanya. Anshuman berterimakasih tapi kemudian Anshuman menyadari Ayaan yang merubahnya. Anshuman hendak memarahi Ayaan tapi Paakhi melarangnya, Paakhi meminta Ayaan memina maaf tapi Ayaan menolak.

Guru Ayaan datang dan Paakhi menyapanya, lalu guru tersebut mengajar Ayaan di kamar, guru Ayaan mendapat telepon, Paakhi menghidangkan minuman dan memperkenalkan diri pada guru Ayaan. Paakhi lalu beranjak pergi. Ayaan mulai memprovokasi gurunya mengenai Paakhi dan menjelek2kannya.

Paakhi sedang membuat susu kocok untuk Ayaan, Mahaji menghampirinya dan berkata bahwa Ayaan menyukai minuman dingin. Ayaan masuk dapur dan memilih minuman Paakhi. Ayaan lalu mengatakan pada Mahaji bahwa susu baik untuk kesehatan.

Ayaan membuang susunya di pot tanaman, Paakhi mengomentari bahwa susu tidak baik untuk tanaman. Mahaji mengintainya. Mahaji lalu mencuri makanan di dapur dan Ayaan memotretnya. Ayaan berkata akan mengatakannya pada ayahnya.

Mahaji membawa Ayaan ke dapur dan memberikan makanan ke Ayaan. Lalu Mahaji mengeluarkan makanan yang di ambilnya tadi dan menyuapkan pada Ayaan. Mahaji meminanya untuk tidak mengatakan pada siapapun. Ayaan setuju dengan satu syarat dia harus mau membantunya, Mahaji bertanya apa yang harus dilakukannya lalu Ayaan membisikkan sesuatu pada Mahaji.

Lavanya menanyakan pada Buaji alamat kerabat Naina didesa dan Buaji beralasan diari nya hilang karena alamat tersebut ada didalam diarinya. Lavanya lalu ikut mencari2 di kamar Buaji. Sedangkan sebenarnya Buaji menyembunyikan diari nya dibawah bantal.

Paakhi menyiapkan makan siang Anshuman diruangannya.  Paakhi lalu menghilang dan muncul di belakang Anshuman mengagetkannya. Mereka lalu membicarakan Ayaan.  Paakhi merasa Anshuman tidak mau membantunya mendekatkan diri pada Ayaan. Anshuman hanya berkata bahwa Ayaan anak yang sangat nakal.


Mahaji berbicara dengan Ayaan mengenai rencana mereka dan  memutuskan mereka akan saling menyebut nama dengan kode. Ayaan mengatakan bahwa misi mereka dimulai dari sekarang dan Ayaan melempar anak panah tepat pada foto Paakhi.


By : aRin