Thursday, 13 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 23 Tayang Kamis 20 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 23 Paakhi pun membela Ayaan dengann erkata bahwa Ayaan tidak akan melakukan hal teersebut. Ayaan menatap Paakhi dan teringat bagaimana dirinya membuat Paakhi ditangkap polisi. Paakhi terus membela Ayaan dan meminta pihak sekolah menunjukkan bukti bahwa Ayaan bersalah, Ayaan maju ke hadapan Kepala Sekolah mengatakan untuk mempercayainya. Ayaan meyakinkan Anshuman bahwa dirinya idak sedang berbohong. Paakhi menenangkannya dan menghiburnya. Anshuman merasa terancam kalau Ayaan sampai berada di pihak Paakhi, Anshuman pun menentang semua ucapan Paakhi, Lavanya juga mengajak Paakhi keluar.



Di luar Lavanya menegurnya dan menganggap Paakhi tidak tahu apa2 mengenai Ayaan dan menyuruhnya untuk tidak ikut campur serta menyuruhnya untuk segera pergi. Lavanya lalu kembali ke dalam. Lavanya meminta maaf pada Kepala Sekolah. Begitu juga dengan Anshuman.

Paakhi menunggu diluar dengan cemas dan berpikir untuk membuktikan Ayaan tidak bersalah. Paakhi lalu melihat gambar Piyush di mading dinoattkan sebagai oemenang lomba menggambar, dia mendekat dan melihat nama Arjun tertulis disana. Paakhi mengambilnya.

Anshuman menyuruh Ayaan meminta maaf. Ayaan menolak. Anshuman menamparnya dengan kuat dan Ayaan terjatuh, Paakhi masuk dan terkejut, dia membantu Ayaan. Lalu Paakhi menunjukkan bukti yang ada dan menjelaskan semuanya. Paakhi lalu menggosok nama Arjun dan menemukan nama Piyush disana dan kembali menjelaskan pada Kepala Sekolah bahwa sekarang bisa dipahami siapa yang telah mengunci Piyush dikamar mandi. Ayaan tersenyum dengan pembelaan Paakhi.

Rana menemui Tanya yang tengah bersiap2 dengan acara pertunangannya dan berbicara dengannya.

Guru memarahi Arjun dan menyuruhnya mengaku. Ayaan juga memarahinya. Arjun pun mengaku dan mengatakan bahwa memang dirinya yang mengunci Piyush di kamar mandi. Guru pun meminta maaf pada Ayaan, begitu juga dengan Kepala Sekolah. Anshuman menjadi bingung. Kepala Sekolah lalu mengatakan sesuatu pada Paakhi, Paakhi menghampiri Ayaan dan berbicara dengannya. Ayaan pun memegangi tangan Paakhi. Anshuman dan Lavanya terkejut. Ayaan juga meminta maaf pada Paakhi, Paakhi pun memeluk dan menciumnya. Anshumann lalu menyuruh Lavanya membawa Ayaan, Lavanya pun menarik tangan Ayaan dari tangan Paakhi.

Anshuman dan Paakhi berjalan menuju mobil sambil berbicara. Paakhi hendak masuk ke dalam mobil,  Anshuman memanggilnya dan mengatakan sesuatu. Sementara Lavanya dan Ayaan keluar, Ayaan berbicara dengan Lavanya unttuk menunggunya karena dirinya hendak ke kamar mandi  lalu Ayaan beranjak pergi.

Anshuman mengenggam tangan Paakhi, Paakhi semakin sedih, Anshuman memuji kebaikan Paakhi dan memintanya untuk menjaga diri. Anshuman hendak masuk mobil, Paakhi memanggilnya dan memintanya memeluknya sebelum pergi. Anshuman tersenyum, Paakhi lalu berlari memeluk Anshuman dan menangis.

Paakhi hendak masuk ke dalam mobil dan suara Ayaan mencegahnya. Ayaan berjalan menghampiri Paakhi. Anshuman menegur Ayaan dan bertanya apa yang sedang dilakukannya. Ayaan memberikan tiket pada Paakhi. Paakhi berterimakasih lalu berbicara dengan Ayaan untuk tinggal dirumah dengan baik. Anshumann mengingatkan Paakhi untuk segera bergegas dan masuk ke dalam mobil. Paakhi berdiri dan Anshuman menelpon Lavanya mengatakan bahwa Ayaan bersamanya.

Paakhi membuka pintu mobil dan Ayaan mengatakan sesuatu serta menyebut “ibu” pada Paakhi. Anshuman dan Paakhi sama2 terkejut. Paakhi menangis dan memeluk Ayaan dengan haru. Ayaan pun meminta maaf pada Paakhi dan berbicara dengannya, Paakhi menangis bahagia lalu meminta Ayaan memanggilnya ibu sekali lagi, Ayaan melakukannya dan memeluknya. Anshuman menjadi cemas. Anshuman lalu berkata pada Paakhi bahwa ini jebakan Ayaan, dia menyuruh Ayaan mengaku, Ayaan mengatakan bahwa tidak ada yang mempercayainya kecuali ibunya (Paakhi). Paakhi kembali berbicara dengan Ayaan bahwa dirinya mempercayainya. Ayaan kembali memeluknya dan meminta Paakhi berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkannya, Paakhi pun berjanji tidak akan kemana2. Ayaan memberinya hasil gambarannya, Paakhi lalu membuka amplop pemberian Ayaan dan melihat Ayaan menggambarnya dengan sangat cantik. Ayaan meminta Paakhi memberikan bindinya pada gambarannya.  Paakhi kembali memeluk Ayaan, Anshuman sendiri shock melihat pemandangan dihadapannya.

Lavanya muncul dan melihat Paakhi berpelukan dengan Ayaan, dia pun menarik Anshuman menjauh dari mereka dan berbicara dengannya. Ayaan melihat Lavanya lalu menariknya menuju Paakhi dan mengatakan kalau Paakhi adalah ibunya. Lavanya tersenyu sinis dan mengatakan sesuatu. Paakhi lalu mengajak Ayaan dan Anshuman pulang ke rumah. Anshuman menyuruhnya masuk mobil lebih dulu.

Paakhi pergi bersama Ayaan, Lavanya mendekati Anshuman dan kembali berbicara dengannya mengenai Rana dan Tanya yang sudah menunggu dirumah untuk pesta pertunangan, Lavanya menyuruh Anshuman membatalkan pertunangannya tapi Anshuman berkata akan berbicara langsung dengan Tanya.

Sinopsis Paakhi Episode 23 Tayang Kamis 20 April 2017 Hari Ini


Tanya dirumah Anshuman dan mmembuang kalender Paakhi, dia berbicara dengan Rana mengenai Paakhi.

Anshuman masuk ke dalam mobil dan Ayaan mengatakan bahwa kini mereka adalah keluarga yang bahagia, Ayaan meminta Paakhi memuatkannya halwa, Paakhi erkata akan memuatkan makanan kesukaannya.  Mobil Anshuman mogok. Anshuman turun dari mobil dan membuka kap nya untuk memeriksanya. Anshuman lalu erkata akan memanggil mekanik dan meminta mereka menunggu disekolah lalu Anshuman beranjak pergi.

Rana masih berbicara dengan Tanya dan mereka begitu berbahagia memikirkan pertunangan yang akan segera diselenggarakan.

Girish dan Lavanya tiba dirumah Anshuman, Lavanya menjadi cemas dan Girish bertanya. Lavanya menyuruh Girish unttuk menjaga batasannya dan tidak berakting berlebihan.

Tanya membagi2kan amplop uang  pada pelayan, Lavanya muncul dan Tanya menanyakan Anshuman. Mereka lalu pergi berdua, Shuki dan yang lain menghitung uang dalam amplop pemberian Tanya.

Anshuman tiba dengan berjalan kaki ke rumah, saat akan mengetuk pintu, Paakhi memanggilnya, Anshuman terkejut Paakhi dan Ayaan juga tiba dirumah. Dia berpikir bagaimana cara menghentikan Paakhi agar tidak masuk ke dalam.

Anshuman menghampiri mereka dan Paakhi bertanya. Paakhi dan Ayaan mengajak Anshuman masuk ke dalam. Anshuman hanya diam, saat akan masuk Ayaan kembali memanggil ayahnya. Anshuman pun masuk ke dalam rumah bersama Ayaan dan Paakhi. Mereka membuka pintu dan terkejut.

Tanya dan Rana serta yang lain pun terkejut melihat Paakhi. Anshuman berusaha berbicara dengan Rana tapi Rana membentaknya, Paakhi maju begitu pula Tanya. Rana lalu mengatakan semuanya mengenai pertunangan Tanya dan Anshuman. Tanya juga menjelaskan semuanya. Paakhi pun menampar Anshuman dengan kuat lalu memakinya. Tanya juga memarahi Anshuman dan menamparnya. Anshuman berteriak dan itu hanya khayalannya saja.

Paakhi menyadarkan Anshuman dan Anshuman lalu mengajak Paakhi makan siang di luar untuk merayakan keberuntungannya tapi Paakhi menolak.

Anshuman masuk ke dalam dan Tanya langsung memeluknya. Tiba2 Paakhi bersuara dan membuat semuanya terkejut. Rana hendak memberi penjelasan. Tapi Tanya menyela lalu membawa Paakhi ke hadapan Anshuman. Tanya mengatakan ahwa ini pesta untuk kemenangannya. Rana diam saja mendengar kebohongan Tanya, Tana juga memberi kode pada Anshuman untuk bergabung dengan kebohongannya. Rana lalu berkata ingin berbicara berdua dengan Anshuman dan Tanya, dia lalu pergi bersama Tanya dan Anshuman ke ruang belajar.

Anshuman berusaha menjelaskan tapi Rana membentaknya. Mereka berdebat. Rana lalu memberikan cincin masing2 pada Tanya dan Anshuman. Anshuman membuka kotak cincinnya dan terkejut.

Paakhi bersama Girish, Ayaan mengatakan sesuatu lalu berlari keluar dan Paakhi mengejarmya.

Anshuman terkejut melihat inisial nama Paakhi di cincin yang di pegangnya, Rana mengambilnya dan mengomelinya. Paakhi dan Ayaan tanpa sengaja masuk ke dalam. Anshuman lalu membawa cincinnya ke Paakhi, Tanya juga mendukung Anshuman dan mengatakann bahwa cincin itu untuknya. Paakhi pun merasa senang. Anshuman membawa Ayaan dan Paakhi pergi keluar ruangan. Tanya menenangkan ayahnya lalu keluar ruangan.

Ayaan meminta Paakhi dan Anshuman bertukar cincin, mereka pun melakukannya dan semuanya bertepuk tangan. Anshuman tersenyum dengan terpaksa, hanya Girish dan Ayaan yang benar2 merasa bahagia. Tanya memberi ucapan selamat dengan memeluk Paakhi dan Anshuman bergantian. Lavanya juga memeluk keduanya. Lavanya lalu menyeret Anshuman ke tepi dan berbisik2 padanya mengenai inisial nama di cincin yang telah berubah. Paakhi lantas membawa Ayaan pergi.

Anshuman lalu menghampiri Tanya dan memintanya unttuk tetap memeprcayainya bahwa hanya dia yang ada dihatinya.

Ayaan meminta pada Paakhi untuk menyanyikan sebuah lagu, Paakhi pun mengiyakan. Paakhi lalu menyanyi dan memeluk Ayaan, Girish juga mengajak Lavanya berdansa. Ayaan membawa Paakhi pada Anshuman dan menyatukan tangan keduanya. Tanya menatap mereka dengan cemburu. Semua orang pun kemudian bertepuktangan.


By : aRin