Thursday, 13 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 24 Tayang Jumat 21 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 24 Anshuman berbicara dengan Paakhi lalu beranjak pergi. Sementara Rana berada di taman dan mendapat catatan dari penjual perhiasan dan menunjukkannya pada Tanya, Anshuman muncul dan bertanya, Tanya memberikan kertasnya dan Anshuman melihat tulisan tangannya yang menulis namanya dan nama Paakhi, dia teringat saat memesan cincin tersebut tempo hari. Tanya pun mendebatnya. Anshuman berusaha menjelaskan.



Paakhi berbicara sendiri lalu berniat mencari Anshuman tapi Lavanya menahannya dan mengatakan bahwa Ayaan nmenunggunya untuk makan. Paakhi lalu pergi ke dalam rumah.

Rana lalu mengatakan bahwa solusi satu2nya adalah mengatakan yang sebenarnya [ada Paakhi dan Rana hendak pergi. Lavanya muncul dan menahannya. Rana kembali berbicara kali ini Tanya yang membela Anshuman dan menenangkan ayahnya. Rana pun menyerah dan berkata akan memberi waktu 7 hari untuk Anshuman mengusir Paakhi dan setelah 7 hari Rana meminta Anshuman mengadakan konferensi pers dan mengumumkan pernikahannya dengan Tanya, Rana juga mengancam kalau Anshuman tidak melakukannya maka dirinya akan mengumumkan pada pers bahwa dia penipu ulung. Rana lalu pergi bersama Tanya. Lavanya dan Anshuman lalu melihat Paakhi dan Girish tertawa2. Girish dan Lavanya berpamitan. Paakhi mendatangi Anshuman dan mengajaknya pergi keluar untuk merayakannya seperti ucapan Anshuman tadi.

Anshuman dan Paakhi berada di tepi sungai dan mereka merendam kaki mereka, Paakhi meminta Anshuman untuk tidak menemui Tanya lagi karena Tanya mencintainya, Anshuman menjawab bahwa Paakhi hanya sedang cemburu. Mereka kembali membicarakan Tanya tapi tiba2 Paakhi terpeleset dan Anshuman memeganginya. Paakhi kemudian memeluknya.

Lavanya mengomel dikamarnya sambil memegang laptop. Girish sendiri sedang dimeja makan bersama Buaji dan mengobrol dengannya. Lavanya muncul meminjam laptopnya. Girish memberikan laptopnya. Lavanya lalu meminta pelayan membawakan makanan untuknya.

Anshuman dan Paakhi pulang ke rumah sambil mengobrol.  Paakhi lalu menutup mata Anshuman dengan kain, Paakhi pergi sebentar dan Anshuman mengomel. Paakhi kembali membawa segelas es krim dan menyuapi Anshuman, Anshuman terkejut dan membuka penutup matanya. Mereka berbicara lalu Paakhi kembali menyuapi Anshuman.

Di kamar, Paakhi mematikan rokok Anshuman lalu berbicara dengannya sambil memijat pundaknya. Ayaan muncul dan masuk lalu meminta ijin untuk tidur bersama mereka. Anshuman melarang dan menyuruh Ayaan kembali ke kamar, Paakhi bertanya mengapa melarang Ayaan, Anshuman mengatakan bahwa Ayaan selalu menendang saat tidur. Paakhi memeluk Ayaan dan berkata bahwa Ayaan akan tidur bersama mereka. Ayaan pun merasa senang.

Paakhi tidur bertiga, Paakhi ditengah dan Paakhi sempat menampar pipi Anshuman saat tidur, Ayaan terus mendesaknya hingga Paakhi mendesak Anshuman dan Anshuman terjatuh karena tidak mendapat tempat. Paakhi meminta maaf. Paakhi lalu menggeser letak tidur Ayaan menjadi ditengah dan meminta Anshuman untuk kembali tidur tapi kini Ayaan lah yang  menamparnya.

Anshuman duduk termenung dan berikir ahwa dirinya semakin dekat dengan Paakhi dan Anshuman berpikir bagaimana cara untuk membuat Paakhi pergi dalam waktu 7 hari.

Rana berbicara dengan Tanya yang marah terus menerus. Mereka membicarakan Anshuman dan waktu 7 hari yang diberikan padanya.

Pagi harinya, Ayaan telah sarapan dan Paakhi memujinya. Ayaan lalu berbicara dengan Paakhi mengenai kebiasaan merokok Anshuman dan meniru gaya Anshuman, Ayaan erkata akann merokok juga seperti ayahnya lalu Ayaan berangkat ke sekolah. Paakhi menjadi cemas memikirkan Ayaan.

Anshuman di kamar mandi dan menelpon Tanya. Paakhi lalu memanggilnya dari luar kamar mandi. Anshuman menjawab dengan marah. Dia berkata pada Tanya bahwa Paakhi memanggilnya, Tanya berkata akan berbicara di kantor saja.

Anshuman keluar kamar mandi dan Paakhi muncul lalu berbicara dengannya agar berhenti merokok demi Ayaan karena Ayaan mengidolakannya dan kebiasaan merokoknya akan berefek buruk pada Ayaan, Anshuman pun mengiyakan. Anshuman lalu memakaikan sindoor seperti biasa pada Paakhi. Setelah itu Anshuman bergegas pergi mandi.

Lavanya mengembalikan laptop Girish dan Lavanya erkata bahwa meski dia tidak menandatangani surat cerainya Lavanya tidak peduli karena tidak membutuhkannya. Girish beranjak pergi.  Lavanya lalu mendapat telepon dari asistennya mengenai pekerjaannya. Usai menutup telepon, Lavanya mendengar suara tangis Naina. Lavanya memanggil pelayan tapi tidak juga muncul. Lavanya pun berusaha mendiamkan Naina. Lavanya mendekat dan teringat pengakuan Girish  tapi Lavanya tetap  menggendong Naina. Lavanya merasa lelah menggendong dengan memakai higheels, Lavanya membukanya dan merasa lebih baik. Tapi kemudian Lavanya mendapat ide untuk presentasinya.

Sinopsis Paakhi Episode 24 Tayang Jumat 21 April 2017 Hari Ini


Anshuman dan Tanya berada diruangan kantor, Pelayan datang dan Anshuman melihat peringatan larangan merokok d ruangannya, Paakhi kemudian datang dan berbicara pada Anshuman untuk tidak merokok, dia meletakkan tas bekal makan siang di meja dan berkata tidak akan mengganggu pekerjaannya. Paakhi lalu beranjak keluar, Anshuman emosi dengan semua larangan Paakhi  dan Tanya menenangkannya dengan memeluknya samil memejamkan mata, ternyata Paakhi kembali dan melihat semuanya. Tanya terkejut melihat Paakhi dan berpura2 memijat kepala Anshuman, Anshuman mengetahui keberadaan Paakhi dan terkejut. Anshuman lalu berbicara dengan Paakhi ahwa dirinya sedang stres dan merindukan pijatannya, Paakhi berusaha menutupi keadaan hatinya lalu mengambil sesuatu di tas dan beranjak pergi. Anshuman lalu berbicara dengan Tanya bahwa dirinya tidak suka berbohong pada Paakhi setiap hari.

Tanya melihat tas Paakhi dan mengatakan itu bekal makan siang dari Paakhi dan akan selalu mengingatkannya pada Paakhi, Tanya pun membantingnya lalu kembali berbicara dengan Anshuman dan memeluknya. Tanya mempunyai ide agar Anshuman menjauh dari Paakhi, Tanya meminta Anshuman berkata pada Paakhi bahwa dia akan ke Delhi untuk dua hari.

Di kamar, Paakhi kembali mengingat bagaimana Tanya memeluk Anshuman, Ayaan datang membawa persiapan studi tour nya dan berbicara dengan Paakhi.

Anshuman datang dan Paakhi lalu meminta Ayaan keluar, Anshuman berbicara dengan Paakhi akan ke Delhi untuk rapat bisnis. Anshuman mengambil kopernya, Paakhi berbicara dengannya mengapa terlalu mendadak.

Ayaan bertanya pada ayahnya dan mengatakan sesuatu. Paakhi muncul dan memberikan dompet Anshuman yang tertinggal, Paakhi juga endoakan kesuksesan isnis Anshuman, Anshuman melihat kebaikan dalam diri Paakhi dan berterimakasih lalu Anshuman  beranjak pergi.

Lavanya menunggu seseorang, seorang lelaki (Vikram Raichand) datang dan asistennya menyapa, Vikram berjalan dan tersenyum pada Lavanya, Lavanya kemudian menemui Vikram di ruangannya. Seoranag wanita (Suhana) juga muncul untuk memberikan presentasinya. Mereka lalu membahas pekerjaan. Lavanya lalu mempresentasikan desain sepatunya. Setelah itu Vikram meminta Suhana melakukan presentasi juga.

Paakhi memasang sindoornya dan teringat Anshuman. Paakhi sedikit banyak meragukan Anshuman dan Tanya.

Suhana menjelaskan desainnya. Lavanya lalu menjelaskan bahwa desainnya dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya yang sedang hamil, Lavanya sebisa mun gkin meyakinkan Vikram agar mendapatkan proyeknhya. Vikram kemudian berdiri dan mengucap selamat pada Lavanya yang berhasil mendapatkan proyeknya.

Paakhi menyiapkan Ayaan yang hendak pergi ke sekolah, Paakhi berharap Ayaan melakukan yang terbaik untuk kompetisi debatnya. Paakhi mencium dan memeluknya kemudian Ayaan berangkat. Ashok menemuinya dan berbicara bahwa Ramesh akan pergi ke kantor pos, Paakhi mengijinkan dan berkata dirinya yang akan memasak. Paakhi lalu membaca surat kabar dan melihat mengenai berita kecelakaan pesawat menuju Delhi dan terkejut, dia bergegas ke lantai atas.

Anshuman berada di kamar hotel dan teringat Paakhi. Tanya kemudian datang dan bermesraan dengan Anshuman. Anshuman melihat ponselnya yang mati, Tanya memintanya mengabaikannya dan membuang ponselnya.

Paakhi berusaha menghubungi Anshuman tapi tidak terhubung, Paakhi pun berdoa untuk keselamatan Anshuman. Paakhi kembali menelpon dan terhubung, Anshuman pun menerima telponnya dan Paakhi merasa lega, Paakhi menanyakan keadaannya dengan menangis, Anshuman pun bertanya. Paakhi berkata sangat mencemaskannya. Anshuman lalu bercerita mengenai penerbangannya yang terlambat tadi dan Paakhi terkejut karena mengetahui kebohongan Anshuman. Paakhi sempat mendengar suara kereta di latar belakang, Tanya merebut ponsel dengan sengaja dan membuat percakapan dengan Anshuman agar Paakhi mendengarnya. Paakhi pun terkejut mendengar semua dan yakin Anshuman masih berada di Shimla.

Anshuman mengomel, Tanya mendatanginya. Paakhi masih terngiang2 kebohongan Anshuman. Paakhi lalu mencari tahu melalui ipadnya di hotel mana Anshuman tinggal. Paakhi melacak hotel di Shimla yang dekat dengan rel kereta dan mendapatkan hotel tersebut.

Paakhi mendatangi hotel Anshuman menginap dan bertanya pada resepsionis tapi resepsionis tidak bisa memberitahu informasi tamunya. Paakhi menunjukkan kartu keluarganya dan memberi alasan pada resepsionis dan bersikeras meminta info mengenai Anshuman. Resepsionis lalu menghubungi kamar Anshuman, Tanya melarangnya menerimanya.

Resepsionis pun kemudian memberitau Paakhi kamar Anshuman. Paakhi lalu beranjak pergi ke kamar, Tanya membuka pinttu dan terkejut melihat Paakhi. Anshuman lalu bersuara tanpa menoleh ke arah pintu, Anshuman kemudian menoleh dan terkejut melihat Paakhi.


By : aRin