Monday, 17 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 29 Tayang Rabu 26 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 29 Anshuman menyuruh Shuki membawakan ubin lagi. Lalu Anshuman melakukan pemanasan pada tangan Ayaan. Ayaan lalu bersiap2 memecahkan ubin.  Paakhi bersembunyi dibalik badan Anshuman karena tidak tega melihat Ayaan. Ayaan berhasil memecahkannya dan Anshuman senang melihatnya. Paakhi memeriksa tangan Ayaan lalu mereka bertiga masuk ke dalam rumah untuk makan siang.




Lavanya menunggu di kantor Vikram, dia mendengar dua orang pegawai disana berbisik2 meragukan kehamilannya dan menduga Lavanya berbohong hanya untuk mendapatkan kontrak.  Lavanya menjadi tegang dan berpikir. Lavanya lalu menelpon Girish dan meminta bantuannya agar bisa membuatnya tampak seperti wanita hamil, Girish meminta Lavanya mengucap kata cinta padanya, Lavanya pun terpaksa mengatakannya agar Girish mau membantunya.

Resepsionis kantor Vikram mendapat telepon lalu mengatakan pada Lavanya bahwa Vikram tidak datang hari ini dan Vikram akan menemuinya besok. Lavanya pun merasa lega mendengarnya.

Anshuman melihat kedatangan Tanya dan terpana dengan penampilan seksinya. Tanya lalu mendekati Anshuman dan memeluknya sambil mengatakan bahwa dirinya menghabiskan 6 jam untuk ke salon. Mereka hampir berciuman dan Tanya terkejut melihat Paakhi di belakang Anshuman, setelah itu Ayaan menyerang Tanya dan Paakhi mentertawakannya. Anshuman lalu menarik Ayaan dan mengatakan pada Tanya bahwa Ayaan bisa memecahkan 2 ubin hari ini.

Mereka lalu pergi ke meja makan, Mahaji berbicara dengan Tanya bahwa hari ini dirinya tidak memasak apapun karena dia tidak memberitahunya, sementara Ayaan dan Anshuman berteriak2 meminta makan di meja makan. Paakhi menenangkan mereka dan bergegas ke dapur. Mahaji masih berbicara dengan Tanya bahwa Anshuman akan marah. Paakhi kembali dan mengatakan sesuatu, Anshuman berteriak memanggil pelayan2nya lalu bertanya dengan marah. Ramesh menjawab menyalahkan Tanya dan Anshuman semakin marah, Paakhi menenangkannya dan berniat membuatkan makanan tapi Anshuman menghentikannya dan berteriak memanggil Tanya.

Tanya berusaha menjelaskan, Anshuman berteriak marah pada Mahaji. Mahaji pun memberi penjelasan dan menyalahkan Tanya. Anshuman pun menegur Tanya atas kecerobohannya. Lalu Anshuman mengajak Ayaan makan di luar tapi Paakhi menghentikannya dan berkata akan memasakkannya. Anshuman menolak dan Ayaan mengajak Paakhi ikut keluar, Anshuman juga mengajak Paakhi, dia lalu bersiap2 dengan Ayaan. Paakhi menghampiri Tanya dan menegurnya karena tidak bisa membuat Anshuman bahagia. Tanya kemudian diam2 mengirim pesan pada Lavanya agar memesan makanan.

Anshuman dan Ayaan muncul mengajak Paakhi, Tanya menghentikannya dan mengatakan bahwa dirinya telah memesan makanan. Pengirim makanan datang dan Tanya membayarnya seharga 8 rb rupee. Lalu Tanya menyuruh Mahaji menyiapkannya. Shuki mengambilnya dari tangan Mahaji dan berlari terburu2 ke dapur hingga membuatnya terjatuh dan memecahkan vas bunga senilan 12 rb rupee.

Mahaji menghampiri Shuki dan menghardiknya. Tanya menjadi cemas karena banyak yang berkurang. Paakhi lalu menghentikan Mahaji dan membantu Shuki berdiri terlebih dulu, Shuki menangis dan memohon maaf pada Paakhi. Paakhi menenangkannya. Tanya menghampiri Paakhi dan berpura2 peduli pada Shuki, Tanya memberikan uang pada Shuki. Paakhi lalu menyuruh Ashok dan Ramesh membantu Shuki. Tanya sendiri mengkhawatirkan anggarannya.

Anshuman dan Ayaan masuk ke kamar sambil mempraktekkan latihan bela diri, Paakhi melihat mereka dan mengatakan sesuatu. Anshuman lalu mengambil medalinya di meja dan  berharap tinggi pada Ayaan. Ayaan merasa sedih sambil melirik Paakhi. Anshuman lalu memberikan medalinya pada Ayaan dan menasihatinya agar selalu menjadi pemenang seperti dirinya. Ayaan lalu keluar kamar. Paakhi kemudian berbicara dengan Anshuman bahwa memang bagus memiliki harapan yang tinggi tapi Paakhi meminta Anshuman untuk tidak terlalu menekan Ayaan.

Ayaan kembali ke kamarnya dan khawatir mengingat semua ucapan ayahnya. Ayaan merasa terbebani dengan harapan Anshuman padanya agar mendapatkan medali emas dalam pertandingan besok. Ayaan lalu ingat bahwa dirinya lupa meminta tanda tangan Anshuman pada bukunya, Ayaan melihat nilai2nya yang  buruk dan berkata bahwa Ayahnya akan melenyapkannya jika mengetahui nilai2nya.

Paakhi meminta Anshuman untuk tidak terlalu memaksa Ayaan karena Ayaan akan menjadi apa yang dia inginkan. Tapi Anshuman berkata bahwa sekali Ayaan kalah maka dia tidak akan pernah bisa menang. Anshuman menambahkan bahwa Ayaan harus menjadi nomer satu atau dirinya tidak akan pernah memaafkan Ayaan. Ayaan yang ingin meminta tandatangan Anshuman memperhatikan perdebatan mereka dari ambang pintu kemudian melangkah kembali ke kamarnya dan berpikir untuk menandatangani sendiri buku2nya.

Anshuman keluar kamar mandi dengan baju masih tertempel label, Paakhi memperhatikannya, Anshuman mengomel lalu Paakhi menghampirinya dan memeluknya untuk melepas label bajunya kemudian mengatakan sesuatu. Anshuman pun tertawa begitu pula dengan Paakhi, Tanya melihat mereka tertawa lalu mengetuk2 pintu. Anshuman dan Paakhi terdiam lalu Tanya mengatakan ingin berbicara dengan Anshuman dan beranjak pergi. Anshuman lalu mengikutinya.

Sinopsis Paakhi Episode 29 Tayang Rabu 26 April 2017 Hari Ini


Anshuman ke kamar Tanya dan Tanya memeluknya sambil mengajaknya beromantis ria dengan mendorongnya ke atas ranjang. Sementara Ayaan sedang mencoba membuat tandatangan seperti milik Anshuman dan akhirnya dia berhasil, Ayaan berniat menyembunyikan coretan percobaan tandatangannya tadi lalu dia mengambil kursi dan menaikinya untuk menyimpan kertasnya diatas lemari.

Tanya masih bermesraan dengan Anshuman tapi tiba2 mereka mendengar teriakan Ayaan yang terjatuh dari kursi, Anshuman menyingkirkan Tanya dan bergegas ke kamar Ayaan bersamaan dengan Paakhi dan bertanya bagaimana dia bisa terjatuh. Ayaan pun hanya menangis.

Anshuman bergegas pergi mengambil kotak obat sementara Paakhi menenangkan Ayaan. Anshuman membahas ulah Ayaan tapi Paakhi menyuruhnya mengobatinya dulu. Setelah itu baru Anshuman bertanya pada Ayaan.

Paakhi mengobatinya dengan perlahan2, Anshuman terus menasihati Ayaan. Tanya muncul dan melihat kebersamaan mereka bertiga, dengan kesal Tanya kembali ke kamarnya dan menggerutu. Kemudian Tanya hendak membuka risleting belakang bajunya dan Paakhi membantunya, Tanya pun terkejut melihatnya. Paakhi lalu berdebat dengannya.

Pagi harinya, Anshuman terus saja bersin2 karena flu sambil menelpon dan menulis nomer telepon di selembar tisu. Paakhi sendiri tengah membereskan kamar. Anshuman lalu membuat tisu yang dibuatnya menulis untuk mengelap dan setelah itu membuangnya ke tempat sampah. Di saat tersadar Anshuman pun mengeluh karena tisunya telah bercampur dengan tisu kotor lainnya, Paakhi berkomentar kemudian memberitahu nomer ponsel yang dicatat Anshuman tadi. Anshuman bertanya bagaimana dia bisa mengingatnya dan Paakhi menjawab bahwa dirinya melihat dan mendengar semuanya. Mereka lalu mendengar suara Ayaan yang sedang berlatih.

Anshuman dan Paakhi melihat Ayaan tengah berlatih beladiri dengan seragamnya, mereka lalu berbicara. Ashok membawakan sepatu Ayaan yang belum di semir dan Anshuman memarahinya, dia meminta pengkilapnya dan menyemir sepatu Ayaan sendiri sambil terus menyemangati Ayaan. Paakhi lalu berjalan mendekati Ayaan tapi Paakhi terpeleset botol pengkilap sepatu dan terjatuh di pangkuan Anshuman. Anshuman bertanya mengapa dia selalu terjatuh dan Ayaan mengomentari bahwa ibunya tidak selalu terjatuh dan di saat dia jatuh hanya ketika ada ayahnya disana yang bisa memeganginya. Mereka kemudian sama2 saling memasangkan sepatu pada kaki Ayaan dan Ayaan menyatakan kebahagiaannya atas kebersamaan mereka. Anshuman kembali menyemangati Ayaan dan menyuruhnya mendapatkan medali emas.

Anshuman lalu beranjak pergi dan Tanya memperhatikannya dari kejauhan sambil berpikir cara menghancurkan rencana Paakhi. Paakhi kemudian berbicara dengan Ayaan dan Ayaan hendak mengatakan mengenai nilai2 buruknya tapi Paakhi mendapat telepon dari Girish yang mengatakan bahwa Naina sedang tidak sehat dan mengharap kedatangannya, setelah itu Paakhi menyemangati kompetisi Ayaan dan meminta Mahaji mengantar Aayan, kemudian Paakhi beranjak pergi. Ayaan menuju kamar dan Tanya mempunyai ide di saat2 terakhir.

Paakhi mendatangi rumah Girish dan menenangkan Naina yang terus menangis karena Lavanya sedang tidak dirumah.

Tanya sengaja menabrak Ayaan dan membuat seragamnya tertumpah susu. Ayaan pun menghardiknya karena seragamnya kotor dan dirinya tidak bisa pergi mengikuti hari olahraga disekolahnya. Ayaan menyuruh Tanya mencucinya.

Paakhi berusaha menenangkan Naina, Ayaan mengomel pada Tanya, Tanya meminta maaf lalu menghasutnya agar tidak pergi ke pertandingan disekolahnya. Sementara Paakhi mencoba mengobati perut Naina dengan ramuannya sendiri dan Girish senang Naina lebih baik.

Ayaan masih mengomeli Tanya. Tanya memberinya kupon masuk taman main. Paakhi berpamitan pada Girish. Tanya masih mencoba membuat Ayaan tidak ikut kompetisi. Sedangkan Paakhi yang hendak keluar rumah berbicara dengan Girish mengenai harapan Anshuman akan medali emas Ayaan lalu dia melihat foto2 Girish yang disobek2 Lavanya di tempat sampah, Girish berkata bahwa Lavana sedang marah padanya dan melakukan ini. Paakhi pun beranjak pergi karena Girish berkata semuanya baik2 saja antara dirinya dan Lavanya,


Ayaan menolak tapi Tanya berusaha terus dan menakut2i Ayaan akan kemarahan Anshuman saat melihatnya gagal nanti. Ayaan pun menerima tiket tersebut dan Lavanya senang melihatnya.


By : aRin