Thursday, 4 May 2017

Sinopsis Endless Love Episode 16 ( Tayang Jumat, 05 Mei 2017 )

Sinopsis Endless Love Episode 16 Tayang Jumat 05 Mei 2017 - Saat makan malam, Tarik mengungkapkan pada ayahnya tentang keinginannya dan tentang perasaan yang selama ini ia pendam. Sang ayah berusaha untuk mengerti perasaan Tarik namun tidak dengan keinginannya. Apalagi menyangkut pada Emir. Huseyn menyudahi makan malamnya dan permisi masuk ke kamar. Tarik sedih dengan tanggapan ayahnya. Fehime juga tak dapat berkomentar apa-apa. Ia juga meninggalkan meja makan. Tarik hanya menunduk dengan wajah sedih. Zeynep juga merasa iba pada kakaknya. Ia pun menyandarkan kepalanya ke lengan Tarik, bersuaha memahami sang kakak. Fehime menyusul Huseyn ke kamar dan berusaha bicara dengan suaminya. Tarik sendiri keluar rumah dan merenung. Beberapa saat kemudian tarik menelpon Emir dan menyetujuinya tawarannya. Emir pun senang.



Ozan terdiam di kamarnya. Ia bersedih memikirkan Zeynep. Vildan mendekati ozan dan bermaksud menyentuh keningnya namun Ozan menampiknya. Vildan terlihat sedih, lalu ia pergi dari kamar Ozan. Ozan lalu meraih ponsel nya dan menghidupkannya. Ozan menunggu Zeynep menghubunginya. Salih berada di dermaga. Ia pun terlihat bersedih. Sedangkan Zeynep sedang sibuk mengepas baju di kamarnya. Sementara Kemal. Ia tertidur di rumah Leyla. Leyla mengambilkan selimut untuk Kemal.

Nihan sedang sibuk melukis di kamarnya. Sedangkan Emir keluar dari ruang kerjanya. Emir melihat lampu kamar nihan masih menyala, ia pun masuk kesana. Nihan terkejut melihat Emir masuk ke kamarnya. Nihan pun segera merapikan posisi duduknya dengan canggung. Emir tersenyum dan meminta Nihan agar jangan khawatir. Emir lalu merebahkan dirinya di kasur Nihan. Emir rupanya sedang mabuk. Ia sudah tak berdaya lagi. Ia langsung tertidur dengan mulut yang masih mengigau. Nihan beranjak dari duduknya dan pelan-pelan mengambil bantal. Nihan lalu tidur di tempat lain.

Sinopsis Endless Love-TVOne Episode 16 Tayang Jumat 05 Mei 2017

Keesokan harinya, nampak Leyla sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya juga Kemal. Ditengah sarapan itu, Salih menelpon Kemal menanyakan sesuatu. Sementara Emir, entah kenapa dia memarahi asistennya melalui telepon. Di rumah, Zeynep sedang bersiap di kamarnya. Sang ibu tiba-tiba masuk. Ia menyerahkan ponsel Zeynep yang selama beberapa hari ini sengaja ia simpan. Zeynep sangat gembira hingga menciumi ibunya. Ibunya menyruh Zeynep untuk diam karena sepertinya sang ibu memberikan ponsel itu tanpa diketahui siapapun. Fehime pun menasehati putri bungsunya agar tidak membuat masalah lagi. Zeynep dan ibunya keluar kamar. Diluar ayahnya sedang duduk. Eynep pun berpamitan pada ayahnya, dan sang ayah mendoakan keselamatan putrinya. Zeynep berjalan keluar dan Tarik memanggilnya. Tarik menanyakan sesuatu pada Zeynep namun Zeynep menjawabnya dengan terburu-buru. Zeynep lalu pergi dengan mengomel pada dirinya sendiri.

Kemal masih berbicara dengan Salih ditelepon. Salih menceritakan sesuatu tentang Zeynep pada Kemal. Hal itu membuat Kemal marah. Ia membanting ponsel nya ke meja. Leyla terkejut dan menanyakan apa yang terjadi pada Kemal. Kemal menceritakan apa yang baru saja ia dengar dari Salih. Sementara itu, Zeynep menemui Salih di dermaga. Zeynep memanggil Salih dan ia cukup terkejut dengan kedatangan gadis itu. Selanjutnya, Salih menanggapi dingin kehadiran Zeynep. Zeynep ingin memperbaiki hubungannya dengan Salih. Namun Salih malah berbalik marah. Ia mengungkapkan kekecewaannya pada Zeynep tentang Ozan. Ia menganggap Zeynep membohonginya, memberi harapan, padahal ia menjalin hubungan dengan Ozan, yang notabene lebih berada daripada dari dirinya. Ia merasa Zeynep hanya memberi harapan palsu padanya. Usai bicara, salih pergi menjauh. Zeynep tak bisa berkata-kata lagi. Ia pun pergi meninggalkan dermaga.

Kemal terburu-buru mendatangi galeri nihan. Ia menerobos masuk dan menemui Nihan. Kemal meminta Nihan agar adiknya menjauhi Zeynep dan tidak melibatkan adiknya itu di setiap urusan mereka. Nihan meminta Kemal untuk tenang namun Kemal sudah sangat marah. Nihan berusaha menjelaskan pelan-pelan tentang yang terjadi sebenarnya antara Ozan dan Zeynep. Kemal tetap saja marah dan itu membuat Nihan tersingg7ng. Kemal lalu pergi dari galeri. Setelah itu, Nihan menelpon adiknya untuk menanyakan Zeynep. Nihan bertambah kesal dan menutup telponnya.

Dalam perjalanan, Kemal mendapat telpon dari proyek. Ada masalah di sana. Usai menelpon, Kemal meminta Mesut untuk segera menuju lokasi proyek. Tentu saja masalah tersebut sengaja dibuat oleh Emir untuk membalas Kemal. Di sisi lain, Zeynep mendatangi sebuah seolah untuk bekerja di sana, namun sepertinya ada masalah. Emir di dalam mobilnya, menunggui Zeynep di luar halaman sekolah. Emir turun hendak menemui Zeynep namun ia melihat mobil Nihan datang ke sana. Nihan datang kesana untuk memberitahu Zeynep tentang rencana Emir untuk mencelakai Kemal. Nihan meminta Zeynep untuk berhati-hati. Usai berbicara, Nihan lalu pergi. Semetara itu, Emir mendapatkan telpon dari ayahnya. Ia memberitahu tentang kecelakaan yang terjadi di proyek. Emir segera meminta sopirnya menuju lokasi proyek.

Kemal sudah berada di lokasi. Ia membantu para pekerja yang mengalami kecelakaan. Saat itu mobil Emir sampai di lokasi. Ia turun dan terkejut melihat Kemal sibuk mengurus para pekerja. Galip menjelaskan pada Emir, jika Kemal turut membantu evakuasi. Emir tampak tak menyukainya. Seorang kepala proyek, Ismail, melihat kedatangan Emir. Ia dan beberapa pekerja lainnya meneriaki Emir dan meminta pertanggung jawaban darinya atas musibah yang terjadi. Kemal berusaha menahan Ismail dan pekerja lainnya untuk tidak emosi. Ia berjanji akan membicarakannya dengan Emir. Kemal mendekati Emir dan keduanya bersitegang. Ada kesalahan prosedur rupanya dari pihak perusahaan Emir sehingga menyebabkan kecelaakaan yang mengorbankan pekerja. Emir semakin marah apalagi Galip juga turut menyalahkannya. Meski begitu Emir tak bisa berkata apapun.

Beberapa saat kemudian Emir sudah sampai di kantornya bersama Galip. Emir mendandatangani beberapa dokumen dan menyerahkannya pada sekretarisnya. Emir kemudian mengumpat dan menyalahkan Kemal atas kejadian dio proyek. Galip menjadi marah. Ia tak suka Emir menyalahkan orang lain atas keteledorannya, apalagi Kemal sudah bekerja cukup keras untuk proyek ini. Emir tak terima ayahnya lebih membela Kemal. Emir hendak pergi namun galip menarik lengannya. Emir lalu duduk di kursinya sambil mengumpat. Galip semakin marah dan membanting laptop di hadapan Emir. Perdebatan cukup sengit pun masih berlanjut. Tak lama kemudian, Galip kelar dari ruangan Emir dengan menahan amarah. Emir sedniri masih kesal dengan sang ayah, terutama pada Kemal. Ia pun segera menelpon asistennya untuk menginstruksikan sesuatu.



by INTAN