Tuesday, 2 May 2017

Sinopsis Paakhi Episode 47 Tayang Minggu 14 Mei 2017

Sinopsis Paakhi Episode 47 Anshuman dan Paakhi ke balkon, Anshuman kembali meminta maaf dan berbicara dengan panjang lebar pada Paakhi. Anshuman menjelaskan mengenai semua rencana Tanya untuk menjatuhkannya, Anshuman meminta Paakhi memaafkannya dan bersedia pulang bersamanya. Paakhi hanya mendengarkan ucapan Anshuman.




Paakhi menabrak sesuatu hingga terjatuh dan menimbulkan suara bising, Anshuman  kembali memegang tangan Paakhi. Paakhi turun ke bawah dan Anshuman mengikutinya. Kakak Ipar Paakhi sudah menunggu dan menduga bahwa suara bising tadi adalah mereka di teras balkon.

Pagi harinya, Lavanya bersama temannya di ruang tamu dan Lavanya kemudian meminta pelayannya untuk menambahkan rasa pedas pada makanan yang dihidangkannya. Pelayan lalu membawakan cemilan yang baru dan Lavanya mencicipinya sambil mengobrol dengan temannya. Lavanya mengeluhkan kondisinya yang mudah lelah dan selera rasanya yang sedikit berubah. Teman Lavanya menduga Lavanya sedang hamil tapi Lavanya mentertawakannya. Sang teman memintanya melakukan tes kehmilan, Lavanya berkata sudah sering mencoba berulang kali dan merasa sedih saat harapannya musnah untuk hamil.

Anshuman duduk di teras rumah dan Raghu menyapanya lalu berbicara dengannya. Raghu melihat Anshuman gatal2 dan memeriksanya, Anshuman membuka bajunya dan terlihat bentol2 karena ternyata Anshuman digigit semut merah. Raghu memanggil Paakhi dan menyuruhnya mengobati Anshuman.

Paakhi masuk ke dalam rumah dan keluar lagi sembari membawa inyak untuk obat. Paakhi lalu mengobatinya tapi tetap tanpa bersuara. Anshuman pun terus memandanginya dan kembali meminta maaf. Setelah selesai Paakhi hendak melangkah pergi tapi dia terpeleset dan hampir terjatuh, Anshuman pun menangkapnya dan mereka saling berpandangan.

Raghu muncul dan berbicara dengan Paakhi dan Anshuman. Dia hendak mengantar Paakhi ke warnet tapi tidak bisa menjemputnya, Anshuman berkata akan mengantarkan Paakhi. Raghu setuju dan berkata bahwa Paakhi juga akan menunjukkan kota kecilnya pada Anshuman. Raghu bertanya apakah dia bisa mengendarai skuter, Anshuman mengiyakan. Raghu lalu beranjak pergi dan Anshuman meminta Paakhi untuk bersiap2. Anshuman merasa senang mendapatkan kesempatan berbicara berdua bersama Paakhi.

Ayaan sedang video call dengan ayahnya yang tengah berolahraga sambil berbicara. Anshuman bercerita bagaimana susahnya mendapat maaf dari Paakhi. Ayaan memintanya untuk terus mencoba.

Anshuman bergegas ke teras dan menghidupkan skuter, Paakhi memandanginya. Chutki muncul dan duduk diboncengan Anshuman lalu Chutki memanggil Paakhi dan mereka berangkat bertiga. Susah payah Anshuman menjalankan skuternya dijalanan yang sempit dan tak lama kemudian mereka tiba di warnet. Paakhi turun bersama Chutki dan berkata pada Chutki bahwa mereka akan pulang sendiri dan tidak diperlukan seseorang untuk menunggu (Paakhi berkata dengan maksud menyindir Anshuman agar pulang dan tidak usah menunggunya), Anshuman menolak dan bersikeras akan menunggu.

Paakhi dan Chutki keluar dari warnet dan beranjak pergi meninggalkan Anshuman yang sudah menunggu. Anshuman pun mengejar mereka. Paakhi terus berjalan tanpa menghiraukan Anshuman. Sandal Paakhi pun putus, Anshuman mendekatinya dan berniat membantunya tapi Paakhi membuang sandalnya dan beranjak pergi dengan bertelanjang kaki.

Anshuman tiba2 sudah berada dihadapan Paakhi sambil memberikan sandal baru untuk Paakhi, Chutki mengatakan pada Paakhi agar membawanya karena Anshuman sudah membelinya dengan penuh cinta, Anshuman juga berbicara dengan Paakhi agar tidak menghulum dirinya sendiri atas kesalahannya. Tapi Paakhi tetap acuh dan melangkah pergi tanpa memakai sandal pemberian Anshuman. Anshuman terus mengikuti Paakhi sambil berjalan dan tanpa memakai sandal juga. Paakhi berjalan dengan santai sementara Anshuman merasakan terbakar panas ditelapak kakinya tapi dia terus mengikuti Paakhi. Paakhi menengok melihat Anshuman yang kesakitan, Anshuman kembali memberikan sandalnya tapi Paakhi tetap tidak mau memakainya.

Lavanya tengah berbicara sendiri dan mencoba memakai tespack kehamilannya, setelah itu Lavanya termenung dan Girish menemuinya. Girish lalu bertanya pada Lavanya. Mereka berbicara dan Lavanya memberikan testpacknya pada Girish. Girish melihat hasil positif dan bertanya pada Lavanya mengenai kehamilannya, Lavanya mengiyakan dan Girish merasa tidak percaya. Dia lalu berteriak kegirangan dan menggendong Lavanya. Girish berbicara dengan menggebu2 agar Lavanya tidak mengenakan sepatu tinggi tapi Girish melihat kesedihan diwajah Lavanya, Girish pun bertanya. Lavanya menjawab bahwa dirinya khawatir karena ada banyak yang harus ditanganinya yakni Naina, pekerjaannya dan Anshuman. Lavanya ragu bisa menangani semua itu, Girish berkata bahwa mereka akan mengaturnya bersama2. Girish meminta Lavanya untuk tidak terlalu stres.

Anshuman berbicara ditelepon dengan Ayaan sambil memegangi kakinya yang sakit. Chutki datang menemuinya dan Anshuman menyudahi teleponnya, Chutki membawakan salep untuk kaki Anshuman, Anshuman menduga Paakhi yang menyuruh Chutki tapi Chutki menyangkal dan mengatakan bahwa dirinya tau bahwa mereka berdua sedang bertengkar. Chutki memberikan ide untuk Anshuman.

Paman Paakhi sedang berbicara ditelepon, Anshuman dan Chutki mendengarkan dari balik pintu kamar. Mereka membahasnya dan Chutki menyuruh Anshuman untuk segera pergi. Anshuman lalu beranjak keluar rumah menuju pasar. Anshuman berjalan sambil memikirkan ucapan Chutki bahwa Paakhi menyukai jalebi dan akan merasa senang. Ayaan lalu menelponnya dan mereka berbicara. Setelah itu, Anshuman mendatangi toko jalebi dan berbicara dengan pemilik toko (Nathu) tapi Nathu sedang tidak sehat dan meminta Anshuman untuk datang kembali besok. Anshuman lalu teringat saat meminum es gola bersama Paakhi. Anshuman kembali berbicara dengan Nathu. Takmlama kemudian Anshuman sedang diajari cara membuat jalebi oleh Nathu, Chutki lalu menelponnya dan Anshuman berbicara dengan Chutki. Chutki memintanya untuk tetap tinggal di toko Nathu.

Chutki memberitahu ibunya bahwa dirinya ingin jalebi dan memkinta Paakhi menemaninya membeli jalebi. Sementara Anshuman sedang sibuk membuat jalebi. Chutki berhasil meyakinkan dan mengajak keluarganya termasuk Paakhi ke pasar untuk membeli jalebi dan mereka terkejut melihat Anshuman membuat jalebi. Chutki memberi kode pada Anshuman dan tersenyum.

Nathu mengatakan pada keluarga Paakhi bahwa dirinya sedang tidak sehat dan Anshuman membuat jalebi untuk istrinya Anshuman sendiri sudah pintar menggoreng jalebi. Paakhi hanya diam menatap Anshuman. Semua orang kemudian membubarkan diri karena Anshuman hanya membuat jalebi untuk istrinya, Nathu menyuruhnya membuat Paakhi memakan jalebi buatannya.

Sinopsis Paakhi Episode 47 Tayang Minggu 14 Mei 2017 Hari Ini


Anshuman tinggal berdua dengan Paakhi, Anshuman memberikan jalebi buatannya pada Paakhi sambil berkata, “maafkan aku..aku tidak akan pernah menyakitimu lagi..aku berjanji..”. Paakhi kembali teringat hinaan Anshuman dan dia melangkah pergi tanpa menghiraukan Anshuman. Anshuman kembali merasa sedih karena usahanya gagal.

Dokter berbicara dengan Girish dan Lavanya. Dia memberikan tabel diet untuk Lavanya. Girish berkata akan menjaga Lavanya dengan baik dan dia menunjukkan buku kehamilan pada Lavanya yang telah mulai dibacanya. Dokter pun memuji Grsh sebagai suami yang baik

Anshuman berterimakasih pada Nathu lalu keluar dari toko dan mendapat telepon dari Lavanya, mereka berbicara. Anshuman berkeluh kesah mengenai Paakhi yang belum juga memaafkannya dan Lavanya merasa sedih mendengarnya. Lavanya lalu menyemangati Anshuman dan menceritakan kehamilannya, Anshuman senang mendengarnya dan mengucapkan selamat.

Anshuman pulang ke rumah dan membagi2kan jalebi yang dibawanya kecuali pada Paakhi yang terlihat tidak tertarik. Seluruh keluarga memuji jalebi yang dibawa Anshuman dan mereka menawari Paakhi tapi Paakhi menolak. Paman Paakhi meminta Paakhi memakan jalebi buatan Anshuman karena Anshuman sudah membuatnya dengan penuh cinta lalu Anshuman membawa jalebi ke hadapan Paakhi dan menawarkannya, Paakhi terpaksa mengambilnya karena seluruh keluarganya juga meminta. Paakhi mengambil dan memakannya kemudian Anshuman juga menyuapinya. Paakhi pun kembali terpaksa memakan jalebi suapan Anshuman. Anshuman kemudian berbicara dengannya dan kembali meminta maaf. Paakhi menahan tangis dan kemudian memeluk Anshuman dengan erat. Tapi semua itu hanya angan2 Anshuman, pada kenyataannya Paakhi tidak mau menerima suapan jalebinya. Keluarga Paakhi semakin menggoda Anshuman, tapi Paakhi kemudian mau memakan suapan jalebi dari Anshuman. Raghu lalu mengatakan pada keluarganya bahwa jika seseorang membuat manisan diruah mertuanya maka dia akan mendapatkan hadiah uang. Anshuman kemudian mendekat pada Raghu yang langsung memberinya hadiah uang.

Raghu berkata bahwa mereka harus merayakan ini dan mengusulkan sebuah permainan. Keluarga Paakhi pergi ke halaman depan, Raghu mengajari Anshuman sebuah permainan. Keluarga lalu meminta Paakhi bermain bersama Anshuman, Paakhi pun bersedia dengan terpaksa. Raghu berkata bahwa Anshuman akan menjadi kapten tim nya sementara istri Raghu menunjuk Paakhi sebagai kapten tim nya. Mereka lalu bermain bersama2. Paakhi menang, Raghu dan istrinya kemudian berdebat.

Raghu ikut bermain dan untuk permainan kedua Paakhi kembali menang. Anshuman kemudian menari sebagai hukumannya, Anshuman juga terus berusaha mendekati Paakhi untuk meminta maaf tapi Paakhi terus menghindarinya. Anshuman juga berusaha mengajak Paakhi memainkan permainan yang pernah dimainkannya saat berada dirumahnya.

Paakhi sedang mencuci piring dan mendengar pujian keluarganya mengenai Anshuman. Sementara ayah Anshuman sedang berbicara ditelepon dengan seseorang, Paakhi lalu menemuinya dan Anshuman memperhatikan dari kejauhan. Raghu muncul mengajak Chutki dan berbicara dengannya. Paakhi beranjak pergi dan Anshuman menemuinya lalu berbicara dengannya. Anshuman berjanji akan memenangkan hati Paakhi

Saat malam hari Paakhi melamun di balkon rumah dan teringat saat pertama kali dia menginjakkan kaki dirumah Anshuman dan Anshuman memberi uang belanja mingguan untuknya. Paakhi teringat semuanya.

Pagi harinya, Paakhi hendak keluar, kakak iparnya memanggilnya dan bertanya. Saat hendak memakai sandal tangan Anshuman lebih dulu menyentuh kaki Paakhi dan mengatakan bahwa dia akan menjadi bayangannya dan mengikutinya kemanapun. Paakhi mengabaikannya dan beranjak pergi.

Anshuman mengikuti Paakhi sambil memayunginya tapi Paakhi tetap mengabaikannya. Anshuman terus berusaha membuat Paakhi tersenyum. Anshuman juga menyapa semua orang yang melintas.

Paakhi dan Anshuman mendatangi agen pesawat dan Paakhi memesan tiket untuk Anshuman pulang ke Shimla. Anshuman hanya bisa memandanginya lalu Anshuman menyuruhnya memesan dua tiket untuknya juga.

Paakhi berjalan pulang dan Anshuman masih membuntuti dan memayungi, sekali lagi Paakhi terpeleset dan Anshuman menangkapnya. Anshuman lalu meminta Paakhi bersumpah dengan memegang kepalanya bahwa dia tidak mencintainya tapi Paakhi tidak mau melakukannya dan Anshuman mengatakan sudah mendapat jawabannya, Anshuman kembali meminta maaf dan mengakui kesalahanannya yang telah menghinanya dan mengusirnya dari rumahnya tapi Paakhi mengabaikannya dan beranjak pergi. Anshuman berkata akan mengatakan kebenarannya pada keluarga Paakhi. Tanpa mereka sadari Raghu mendengar pertengkaran dan pembicaraan mereka, Raghu pun menjadi geram.

Anshuman masuk ke dalam rumah, seluruh keluarga Paakhi menatapnya dengan penuh kemarahan, paman Paakhi hendak beranjak pergi tapi Anshuman memanggilnya dan berkata ingin berbicara dengannya, sang paman langsung menampar Anshuman hingga membuat Anshuman terjatuh. Anshuman berdiri dan mengatakan bahwa telah membuat kesalahan besar tapi Anshuman kembali mendapat tamparan dan teguran keras.

Anshuman menghampiri Raghu tapi Raghu juga menegurnya dan kemudian menamparnya dengan kuat hingga membuat Anshuman jatuh tersungkur. Raghu membuat Anshuman berdiri dan kemudian memukulnya dengan peralatan dapur. Anshuman kembali tersungkur dan mengatakan agar Raghu terus memeukulinya karena memang dirinya telah bersalah tapi Anshuman menegaskan bahwa dirinya sangat mencintai Paakhi. Rahu kembali memukulnya dan mendorongnya ke pilar hingga membuat kepala Anshuman terbentur pilar dan berdarah. Raghu kembali memukuli Anshuman dan Anshuman tidak melawan. Raghu kembali menghajarnya habis2an tapi Anshuman menerima semuanya dan meminta mereka memberikan Paakhi padanya. Raghu berkata bahwa dia tidak pantas untuk Paakhi.

Saat Raghu hendak memukulkan alu pada Anshuman, Paakhi berteriak menghentikan Raghu. Paakhi berlari membantu Anshuman berdiri, Raghu hendak memukul Anshuman tapi Paakhi menghalanginya dan mengatakan bahwa Anshuman  adalah suaminya, Paakhi pun membela Anshuman. Raghu berusaha menyadarkan Paakhi atas tindakan Anshuman tapi Paakhi terus membela Anshuman dan berkata bahwa semua ini adalah masalah pribadinya, Paakhi meminta yang lain tidak ikut campur atau dirinya akan pergi dari rumah ini, Paakhi lalu membawa Anshuman pergi.


Paakhi mengobati luka2 Anshuman. Anshuman hanya terus menatapnya. Paakhi lalu berata akan memanggil dokter, Paakhi meminta Anshuman menukar bajunya dan berkata akan membawa susu kunyit untuknya. Setelah selesai mengobati, Anshuman kembali memegang tangan Paakhi untuk  meminta maaf tapi Paakhi mengambil kembali tangannya dan Paakhi pun beranjak pergi.


By : aRin