Saturday, 6 May 2017

Sinopsis Paakhi Episode 51 Tayang Kamis 18 Mei 2017

Sinopsis Paakhi Episode 51 Dokter memberikan obat Tanya pada Anshuman, Tanya sendiri sudah sadar dan menangis. Anshuman berbicara dengannya. Saat Anshuman hendak pergi, Tanya menahannya dan berbicara dengannya agar pergi mencari dan mendapatkan Paakhi kembali.




Paakhi dan Deepika merasa gelisah karena Anuja mengurung diri di kamar, Paakhi berusaha mengetuk2 pintunya. Nyonya Bhalla pun berusaha merayu Anuja agar membuka pintu tapi Anuja tak bergeming.

Tiba2 Anuja membuka pintu dan keluar, Nyonya Bhalla berbicara dengannya. Anuja berjalan menghampiri Paakhi dan mengatakan yang sebenarnya bahwa Paakhi bukan menantunya dan Deepika bukanlah putrinya. Nyonya Bhalla terkejut mendengarnya. Nyonya Bhalla pun mendebat Anuja, Deepika lalu membawa  Nyonya Bhalla keluar. Anuja mendebat Paakhi.

Lavanya sedang membaca dongeng dan Naina telah tertidur. Lavanya lalu membayangkan seandainya Naina telah beranjak besar dan dirinya tidak mampu memberikan kasih sayang yang sama dengan anak kandungnya. Lavanya tersadar dan memeluk Naina sambil menangis. Lavanya lalu membicarakannya pada Girish dan Girish memberinya pengertian. Girish lalu mengambilkan lukisan gambar Krishna dan Yasodha.

Anshuman dan Girish menyiapkan sarapan tapi Lavanya tidak berselera, mereka pun menghampiri Lavanya dan bertanya. Ayaan muncul dan hendak memakan sarapannya tapi Lavanya menghentikannya dan mulai sarapan. Girish berbicara dengan Anshuman. Lalu mereka sarapan bersama. Ashok kemudian muncul dan mengatakan sesuatu. Tanya lalu muncul.

Anshuman dan yang lain menemui Tanya. Tanya mencoba menyapa semua dengan baik2 lalu mulai berbicara dan meminta maaf pada Anshuman juga Lavanya. Lavanya menerimanya dan mereka pun berpelukan. Tanya berterimakasih pada Anshuman. Ayaan lalu mencium pipi Tanya dan berbicara dengannya. Mereka lalu sarapan bersama.

Anuja sedang berbicara ditelepon, Paakhi dan Deepika mendengarkannya dari dapur lalu mereka membahasnya saat Anuja beranjak pergi.

Tanya mengomentari masakan hari itu dan berbicara dengan para pelayan, Tanya juga meminta maaf pada Ashok dan Shuki. Setelah itu Tanya kembali mengobrol di meja makan. Setelah itu Tanya berpamitan. Girish dan yang lain membicarakannya. Tapi Tanya berteriak masuk sambil membawa surat dan kemudian beranjak pergi. Anshuman lalu membukanya dan membacanya kemudian tertegun. Lavanya bertanya dan Anshuman mengatakan itu surat dari sang ibu. Avanya merasa senang dan memeluk Girish serta Anshuman.

Anshuman membacanya dengan keras tanpa tahu bahwa Paakhi lah yang telah mengirim surat tersebut dan Anshuman juga menemukan surat yang lain milik Anuja. Anshuman membaca surat tersebut. Lavanya ikut membacanya dan menangis. Setelah itu mereka berusaha menelusuri alamatnya tapi hanya mendapat kan nomer telepon.

Anuja kembali mendebat Paakhi, dia lalu mengambil kopernya dan berkemas sambil terus mengomeli Paakhi, Paakhi pun merebut dompetnya dan berbicara dengannya untuk tidak meninggalkan rumah ini. Paakhi juga mengembalikan barang2 Anuja ketempatnya semula. Anuja semakin marah dan mendebat Paakhi. Mereka berebut dompet dan dompet itu terjatuh ke lantai. Foto Anshuman dan Lavanya pun tercecer sementara Anuja sendiri membentak Paakhi. Anuja kemudian duduk diam.

Paakhi melihat foto dilantai dan teringat iklan di koran waktu itu. Anuja kemudian berbicara sendiri. Paakhi menghampirinya dan berbicara dengan lembut memberitahu Anuja bahwa anak2nya tengah berusaha mencarinya juga lalu Paakhi menunjukkan iklannya di koran. Anuja terkejut melihatnya dan tersenyum. Anuja membaca koran tersebut, Paakhi mengatakan bahwa mereka berusaha mencarinya juga. Anuja kemudian berbicara dengan Paakhi dan Deepika dengan rasa gembira bahwa ini keberuntungannya, Anuja kemudian memeluk Paakhi dengan haru dan kemudian beranjak pergi.

Paakhi dan Depika memasak sambil mengobrol. Sementara Lavanya, Anshuman dan Girish berusaha menelpon. Paakhi sendiri kemudian menghidupkan ponselnya, terdengar bunyi bel pintu dan Deepika yang membukanya. Lavanya berhasil menelpon ponsel Paakhi, Paakhi hendak menerimanya tapi tangannya penuh tepung, Deepika kembali dan menerima panggilan tersebut. Lavanya menanyakan Devki, Deepika menyadari Devki adalah nama asli Anuja. Lavanya lalu berbicara dengan Deepika dan Paakhi menyuruh Deepika meminta mereka menemui Anuja besok pagi.

Anshuman dan Lavanya merasa bersemangat karena besok akan pergi menemui sang ibu, Girish melarang Lavanya pergi karena sedang hamil, Anshuman mendukung ucapan Girish dan berkata akan pergi sendiri untuk menjemput sang ibu.

Paakhi mendatangi Anuja yang sedang memasak halwa dan berbicara dengannya bahwa anak2nya akan datang besok untuk menemuinya. Anuja terkejut bahagia, Paakhi berkata bahwa suratnya telah sampai di tangan anak2nya. Anuja memeluk Paakhi dengan penuh rasa gembira.

Deepika muncul dan bertanya pada Anuja mengapa tidak memeluknya juga, Anuja pun memeluk Deepika. Mereka lalu mengobrol. Anuja meminta Paakhi melupakan masalalu nya dan berata tidak akan menemui anak2nya jika Paakhi tidak mau melupakan masa lalu nya. Paakhi pun berkata akan memikirkannya. Anshuman sendiri tengah memandangi tab nya dan berbicara sendiri bahwa tiket ke Delhi sudah dipesan dan tinggal menunggu hingga esok.

Paakhi berbicara dengan Anuja dan Deepika bahwa dirinya sudah memesan tiket ke Singapura. Anuja dan Depika senang mendengar berita tersebut. Paakhi berkata bahwa besk dirinya sudah tidak berada disini lagi. Paakhi meminta Anuja menemui anaknya sendirian dan mereka (Paakhi dan Deepika) akan menunggunya dirumah sebelum pergi ke Singapura.

Anshuman menatap langit dari balkon kamar, Ayaan menemuinya dan mereka mengobrol. Paakhi juga tengah memnadang langit, Anuja menemuinya dan mereka berbicara. Paakhi mengeluarkan kotak sindoornya dan menunjukkannya pada Anuja. Paakhi teringat saat Anshuman memberikan sindoor padanya, Paakhi memberikan kotak tersebut pada Anuja dan berkata bahwa dirinya harus menghilangkannya juga karena kotak tersbut terhubung dengann masa lalunya, dia meminta Anuja menjaga kotak tersebut. Paakhi menangis dan memeluk Anuja.

Pagi harinya, Anuja menunggu anak2nya di Qutub Minar sesuai dengan yang dikatakan Paakhi pada anaknya, Anuja menunggu sambil memegangi foto keluarganya dan mencoba mencari2 anaknya ditengah keramaian. Anshuman muncul mencari2 ibunya di tempat yang sama. Anshuman mencoba menelpon Anuja, Anuja tidak menerima panggilannya karena berpikir anak2nya tidak akan memaafkannya karena telah meninggalkan masa kecil mereka.

Mereka lalu saling beradu punggung. Anshuman mencoba menelpon lagi tapi tak terdengar deringnya karena Anuja mendiamkan dering ponselnya dan Anuja hanya ingin melihat anaknya tanpa bermaksud menemuinya. Anshuman terus berusaha menelponnya, Anuja mencari2 siapa yang tengah menelponnya dan kemudian menatap Anshuman yang berdiri dihadapannya sambil menelpon, Anuja teringat pertemuannya pertama kali dengan Anshuman. Anshuman terus menelpon dan tiba2 Anuja jatuh menabrak Anshuman karena seseorang mendorongnya, Anshuman terjatuh dengan posisi memegang kaki Anuja, Anuja juga memegang kepala Anshuman. Anshuman teringat ucapan Paakhi dan merasa sentuhan tangan ibunya. Anshuman kemudian berdiri dan menatap Anuja. Anuja bergegas pergi tapi dia terhenti saat Anshuman memanggilnya “ibu”.

Anuja hanya terdiam dan tidak menoleh pada Anshuman, Anuja hanya menahan airmatanya. Anshuman kembali menelpon dan mendekati Anuja lalu mengambil foto ditangannya. Anshuman membalikkan badan Anuja tapi Anuja berlari pergi.

Sinopsis Paakhi Episode 51 Tayang Kamis 18 Mei 2017 Hari Ini


Lavanya sedang merajut, Girish menemuinya dan mereka mengobrol. Kemudian Girish beranjak pergi, pelayan datang membawa Naina. Lavanya lalu membawa Naina bersamanya dan tiba2 Lavanya merasakan sakit di perutnya. Lavanya lalu menelpon dokternya. Tiba2 terdengar suara tangisan Naina, Lavanya mencarinya dan Naina terjatuh didapur dan menangis. Lavanya pun mengomeli pelayannya atas kecerobohannya, sang pelayan mengomel perlahan dan Lavanya membentaknya.

Anshuman mengikuti Anuja, Anuja menangis perlahan. Anshuman memanggilnya “ibu” dan berbicara dengannya, “ketika kau pergi terakhir kaliaku tidak menghentikanmu tapi kali ini aku tidak ingin kehilanganmu..maaf..aku tidak pantas mengatakan ini..aku tidak beruntung karena telah kehilanganmu bertahun2 tapi aku selalu meninginkan kasih sayangmu..tidakkah kau ingin memelukku sekali saja”. Anuja menatap Anshuman dan mengakui kalau dia adalah anaknya, Anuja pun memeluk Anshuman sambil menangis. Setelah itu mereka mengobrol. Anshuman meminta maaf pada ibunya dan meminta kesempatan sekali lagi. Anuja berata bahwa meski 25 tahun terlewati tapi kasih sayang nya tidak pernah berubah.

Lavanya menjaga Naina yang sedang demam sambil mengompresnya. Tiba2 muncul bayangan Lavanya dari sisi dirinya yang lain yang menyuruhnya untuk tidak berpura2 baik terhadap Naina. Lavanya melawannya dan mengatakan bahwa Naina tetap anak pertamanya dan tidak akan membedakannya dengan anak kandungnya nanti. Lavanya lalu mendapat telepon dari dokter yang memintanya agar segera datang tapi Lavanya tidak bisa meninggalkan Naina dalam keadaan demam begini.

Paakhi sedang memasak untuk menyambut anak Anuja, Deepika membawa ucapan selamat untuk Anuja, mereka lalu mengobrol mengenai Anuja. Setelah itu Deepika membantu menata pakaian Paakhi ke dalam koper karena Paakhi akan ke Singapura. Paakhi muncul berbicara dengannya. Bel rumah kemudian berbunyi, Paakhi dan Depika membuka pintu bersama2 dan berpikir Anuja yang datang bersama anaknya tapi ternyata yang datang adalah Nyonya Bhalla. Nyonya Bhalla masuk ke dalam sambil mengomel.

Anuja dan Anshuman berada dalam perjalanan sambil mengobrol. Anuja bercerita tentang dua wanita yang dibuatnya sebagai anak dan menantunya, Anuja menceritakan Deepika tapi tidak menyebut nama Paakhi. Anshuman pun menanyakan namanya.

Lavanya semakin merasakan sakit pada perutnya, dia lalu berusaha menelpon Girish tapi Lavanya sudah tidak betah menahan rasa sakitnya. Keajaiban terjadi, ponsel yang diletakkan disamping tangan Naina tanpa sengaja terpencet oleh Naina yang sedang tidur dan tersambung pada Girish, Girish menerima telepon dan mendengar teriakan Lavanya, Girish mengkhawatirkan keadaan Lavanya dan Girish langsung menelpon dokternya. Dokter berkata sudah menyuruh :avanya datang untuk operasi tapi Lavanya menolak.

Girish membawa Lavanya ke RS dan menunggu didepan ruang operasi, dokter kemudian keluar dan Girish menanyakan keadaan Lavanya, Dokter berkata Lavanya baik2 saja, Girish lalu mendatangi ruangan Lavanya dan berbicara dengannya. Lavanya berkata bahwa tadi Naina sedang demam dan dia tidak bisa meninggalkannya untuk pergi operasi, Lavanya berkata bahwa dirinya adalah ibu kandung Naina dan bukan ibu tirinya. Girish pun berkata bahwa dia telah membuktikan kalau dia ibu kandung Naina dengan mengabaikan dirinya sendiri dan memperhatikan Naina. Girish memintanya untuk tidak memperdulikan ucapan orang. Girish membawakan kejutan untuk Lavanya. Pelayan datang membawa Naina dan Lavanya tersenyum gembira menatap Naina.

Anshuman dan Anuja tiba di kediaman Anuja, mereka memencet bel tapi tidak ada yang membuka, Anuja pun membhuka memakai kuncinya, Anuja tersenyum melihat dekorasi penyambutan untuknya meski tidak ada orang sama sekali. Anuja berteriak memanggil Deepika dan saat akan memanggil Paakhi ponsel Anuja berdering, Anuja menerimanya dan berbicara dengan Paakhi yang sudah berada di pangkalan taksi bersama Deepika.

Paakhi berbicara dengan Anuja, lalu Paakhi ingin berbicara dengan anak Anuja, Anuja memberikan ponselnya pada Anshuman, Anshuman menanyakan nama dulu pada Anuja, Paakhi menyadari itu suara mirip dengan Anshuman, saat Anuja hendak menyebut nama Paakhi ponsel Anshuman berdering dan Anshuman memberikan ponselnya pada Anuja kembali, Anshuman lalu pergi menerima telepon dari Lavanya, Paakhi kembali berbicara dengan Anuja. Paakhi mengucap selamat tinggal dan memintanya lainkali datang menemuinya di Singapura. Anuja meminta Paakhi menjaga diri dan menjawab email2nya nanti. Usai menutup telepon, Anuja berbicara dengan Lavanya. Anshuman menatap seluruh rumah dan tidak melihat foto Paakhi disana.

Deepika berbicara dengan Paakhi untuk menunda keberangkatannya tapi Paakhi menjawab bahwa jika dirinya menundanya maka dirinya tidak akan bisa pergi lagi. Paakhi memeluk Depika lalu pergi bersama taksinya menuju bandara.

Anuja menghidangkan makanan untuk Anshuman sambil mengobrol, Anshuman kemudian memakan makanan yang sebenarnya di masak Paakhi tadi. Anshuman merasakan rasa makanan itu seperti masakan Paakhi dan terdiam. Anuja bertanya dan Anshuman berlata bahwa masakan ini mengingatkannya dengan seseorang, Anshuman bertanya siapa yang memasaknya, Anuja menjawab bahwa malaikat kesayangannya yang membuatnya. Anuja berkata akan mengambilkan fotonya kemudian Anuja ke kamar mengambil fotonya bersama Paakhi dan Deepika, tapi saat akan menunjukkannya ponsel Anuja berdering, Anuja meletakkan fotonya dan bergerak mengambil ponselnya.

Anshuman pun bergerak hendak mengambil foto tersebut tapi terhenti saat Anuja bertanya sesuatu padanya. Usai menutup telepon Anuja kembali berbicara dengan Anshuman bahwa malaikat kesayangannya memberikan patung Dewa untuknya, lalu Anuja meletakkan patung Dewa milik Paakhi di meja, Anshuman memandanginya dan teringat Paakhi.

Bel berbunyi dan Anuja membuka pintu, Anuja kemudian membawa Deepika masuk dan baik Anshuman maupun Deepika sama2 terkejut. Deepika lalu bertanya pada Anuja apakah Anshuman adalah anaknya, Anuja mengiyakan dan Deepika kemudian berkata kalau Paakhi adalah menantunya yang sebenarnya, Anuja dan Anshuman pun terkejut.

Paakhi didalam taksi dan sedang berbicara ditelepon dengan Raghu, usai menutup telepon, Paakhi teringat kotak sindoornya.


Anshuman bertanya mengenai Paakhi pada Deepika. Anshuman lalu mengambil foto di meja dan menunjukkan pada Anuja bahwa itu memang Paakhi istrinya. Anuja hanya bisa terdiam karena shock. Anshuman menanyakan nomer penerbangan Paakhi pada Deepika dan kemudian Anshuman menelpon bandara dan mengetahui Paakhi sudah akan berangkat. Anshuman mengatakan pada Anuja bahwa dirinya harus pergi untuk menghentikan Paakhi kemduian hendak beranjak pergi tapi Anuja menghentikannya dan mengatakan bahwa semua itu tidak ada gunanya karena Paakhi mungkin sudah pergi dan dia tidaka akan kembali.



By : aRin