Friday, 15 March 2019

Sinopsis SALIM ANARKALI Episode 17 Tayang Rabu 27 Maret 2019

Sinopsis SALIM ANARKALI Episode 17 Sinopsis Sebelumnya Husna menggoda Anarkali lalu Anarkali pergi menemui Salim tapi Hira menemuinya dan bertanya di mana dia sepanjang malam karena Hamida memanggilnya. 

Sinopsis SALIM ANARKALI
Sinopsis SALIM ANARKALI

Tansen bernyanyi di Darbar. Semuanya tersenyum. Hamida mengira Hira akan datang sekarang dan Hamida bergegas pergi. Rukaiya berpikir kemana Hamida akan pergi. Rukaiya berharap Khanam sampai di sana untuk memata-matai.

Baca : Daftar Lengkap Sinopsis SALIM ANARKALI

Hamida meminta Anarkali untuk pergi ke kota dan mendapatkan perhiasan untuk Jodha. Anarkali mengatakan akan memenuhi tugas ini. Hamida mengatakan ingin memberikan hadiah kepada orang-orang selama Jashan ini dan kepercayaan nya adalah hadiah untuknya. Anarkali tersenyum. Hamida mengira perampok akan menyerang Anarkali dan kematiannya akan menjadi hadiah bagi dirinya, Khanam pun kemudian mengikuti Anarkali dan bersembunyi.

Sinopsis SALIM ANARKALI  Episode 17

Tansen masih bernyanyi. Akbar dan semua orang memuji nyanyian Tansen. Salim datang ke sana dan menyapa semua orang.

Jodha melakukan amal. Dia memuji Anarkali karena mengisi warna dalam hidup mereka. Jidha mengatakan Anarkali telah menyelamatkan Salim berkali-kali dan berterima kasih banyak. Jodha menghadiahi  Jhillan. Salim menyerahkan hadiah dan Jhillan berpikir untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Jodha dan menjaga kesetiaan. Hamida sendiri berpikir untuk membuat Salim sibuk di istana. Sementara Anarkali mencapai toko perhiasan dan beberapa perampok datang untuk merampok.

Khanam melihat menangkap Anarkali. Perampok itu membuat pingsan Anarkali dan menculiknya. Sementara di istana Hamida mengatakan semua orang ingin bertemu Salim. Malwa King bertemu Akbar dan mendapat hadiah Diwali. Akbar menerima hadiah dan memberikan hadiah kembali. Sinopsis SALIM ANARKALI Episode 17

Salima pergi ke Salim dan mengatakan dirinya tidak begitu pintar seperti Jodha dan Rukaiya tapi dirinya senang melihatnya kembali, Diwali terlihat seperti sebuah festival setelah 12 tahun. Salim tersenyum lalu Salima beranjak pergi. 

Rukaiya pergi ke kamarnya. Khanam berlari dan mengatakan bahwa Anarkali diculik dan itu hal yang sangat bagus. Rukaiya bergegas menemui Salim. Khanam mengatakan Rukaiya tidak senang setelah mendengar kabar baik.

Rukaiya memberitau Salim bahwa perampok telah menyerang  kota dan Anarkali pergi ke sana untuk beberapa pekerjaan, Rukaiya memberitaunya kalau perampok telah menculik Anarkali. Salim terkejut dan memberi kode pada Mahabat lalu pergi. Rukaiya pun tersenyum. Salim mencari Anarkali dan bertanya tentang para perampok. 

Abu Fazal mengucap diwali untuk Akbar dan semua orang. Akbar bertanya apakah semua persiapan sudah selesai. Abu Fazal mengiyakan. Akbar mengatakan ini adalah tradisi mereka untuk menyalakan lampu langit ini untuk memberi hormat kepada matahari dan Akbar berkata bahwa kali ini Salim yang akan menyalakan lampu langit ini. 

Hamida datang dan bertanya di mana Salim. Mahabat datang dan mengatakan para perampok telah menyerang dan telah menculik Anarkali. Hamida pun tersenyum. Mahabat mengatakan Salim telah pergi untuk menangkap para perampok sendirian. 

Salim sedang dalam perjalanan. Anarkali telah sadar dan melihat para perampok. Dia mengambil senjata untuk memukul mereka. Salim sampai di sana dan berteriak memanggil Anarkali.

Sementara Hamida membagikan rencananya dengan Hira dan memastikannya. Salim sendiri  melihat perhiasan Anarkali dan berhenti. Anarkali berlari menuju Salim dan Salim melihat Anarkali dipukul kepalanya dan jatuh tapi Anarkali bangkit dan memegang Salim. 

Para perampok mendekat. Salim berkelahi dengan mereka. Perampok itu mengambil pedang untuk membunuh Anarkali. Salim berlari untuk menghentikannya dan memegang pedang dengan tangannya. Tangannya pun berdarah. Anarkali melihatnya dan menangis. Salim memukul para perampok itu lalu menjatuhkan pedang. 

Anarkali merawat tangan Salim yang berdarah. Dia mengikat selendang ke lukanya. Anarkali memintanya untuk tidak bercanda karena darahnya tidak juga berhenti. Anarkali lalu membawa Salim pergi. Salim mengingat masa kecil  mereka dan memanggilnya Saifu serta memintanya untuk tidak menangis. Anarkali mengatakan mereka akan pergi ke danau dan mencuci lukanya. Salim setuju. 

Akbar menghentikan Abu Fazal dan mengatakan Salim tidak membutuhkan perlindungan karena Salim adalah pedang mereka dan bukan perhiasan apa pun untuk dilindungi. Jodha mengatakan bahwa dia tidak khawatir akan Salim. Akbar mengatakan dirinya  malah khawatir dengan para perampok itu.

Hamida bertanya mengapa Salim mengejar perampok untuk menyelamatkan seorang pelayan. Akbar mengatakan Salim adalah anaknya dan akan menjadi raja, Akbar mengatakan bahwa raja tidak mempertaruhkan nyawa bagi orang-orang tidak memiliki hak untuk menjadi raja dan Salim melakukan yang benar Akbar percaya pada orang-orang pemberani dan tidak mengirim bantuan untuk menghina mereka.

Sinopsis SALIM ANARKALI Episode 17 Tayang Rabu 27 Maret 2019


Rukaiya mengatakan Salim masih sangat muda. Akbar mengatakan ketika dirinya berusia 8 tahun dirinya telah mengendalikan harimau liar. , Akbar menambahkan bahwa Diwali ini berkesan bagi nya dan karena Salim tidak ada di sini maka Akbar berniat akan menyalakan lampu ini untuk kemenangannya. 

Sinopsis SALIM ANARKALI Episode 17 Salim tersenyum melihat Anarkali lalu memegang kepalanya. Dia peduli untuk lukanya. Mereka saling berpelukan. Sementara Akbar menyalakan lampu dan mengucapkan selamat Diwali.

Salim dan Anarkali melihat lampu langit. Mereka saling tersenyum. Salim mengatakan ini adalah pertanda persahabatan mereka di masa kecil dan hari ini menjadi pertanda cinta mereka karena kini dia bersama nya. Anarkali mengatakan ketika dia bersamanya, dirinya merasa setiap hari seperti Diwali. Salim mendapatkan perhiasannya dan berkata Tuhan tidak ingin dia kehilangan apapun. 

Rukaiya mengatakan dirinya tahu kekuatan cinta dan ingin Salim kembali dengan Anarkali dan mereka akan melihat bagaimana Akbar dan Salim tetap bersama. 

Hamida sendiri berpikir Akbar baiknya tidak menyelidiki serangan para perampok itu, dan Hamida bertanya2 bagaimana Salim tau tentang serangan terhadap Anarkali dan jika dia tahu dirinya di balik ini maka Salim akan melarikan diri darinya. Sementara Salim dan Anarkali melihat beberapa orang datang mendekat







by : aRin