Sunday, 22 January 2017

Doble Kara Episode 1 ( Tayang Senin, 23 Januari 2017 )

Sinopsis Doble Kara Episode 1 Tayang Senin 23 Januari 2017 - Laura berjualan rangkaian bunga di depan gereja. Seorang pria mendekati Laura dan berusaha merayunya. Laura nampak tak nyaman dan menepis tangan pria itu. Tak lama kemudian ibunya datang bersama temannya. Mereka lalu mengajak laura masuk ke gereja untuk melakukan ibadah.

di dalam gereja, ibunya terus batuk dan itu membuat laura tak dapat khusyuk beribadah. Usai berdoa, mereka kemudian keluar dari gereja. Di halaman depan, batuk ibu Laura semakin menjadi. Laura dan temannya sangat khawatir, tak lama kemudian ibunya jatuh terkulai lemas. Laura panik dan berteriak meminta tolong. Beberapa orang hanya melihat mereka, lalu datang Ishmael, tetangga sekaligus teman Laura. Ishmael langsung menggendong ibu Laura dan membawanya ke rumah sakit.



Sinopsis Doble Kara MNCTV Episode 1 Tayang Senin, 23 Januari 2017

Di rumah sakit, dokter yang menangani memberitahukan pada Laura bahwa ibunya mengalami sakit yang serius dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Laura sangat terkejut sekaligus sedih mendengarnya. Penyakit yang serius tentu membutuhkan dana yang tak sedikit untuk perawatannya. Laura kemudian menemui ibunya di ruang perawatan. Ibunya meminta Laura untuk tidak khawatior dengan dirinya. Sebaliknya, Laura terus menguatkan sang ibu, dan berjanji untuk mengusahakan kesembuhan baginya.

Malam harinya Laura bekerja di sebuah bar. Ia bekerja sebagai gadis pembawa minuman.Laura tampak tak nyaman dengan pakaiannya yang terlampau terbuka, sehingga ia malu-malu menawarkan minuman pada tamu. Sekelompok tamu memanggilnya ke meja mereka. Seorang tamu berusaha merayu Laura namun Laura menolak Tamu tersebut malah memaksa Laura, sehingga Laura mendorongnya. Antonio melerai mereka, dan menyuruh temannya yang mabuk itu, untuk duduk.

Tak lama kemudian Laura mendapatkan telepon dari temannya yang mengabarkan kondisi ibunya yang semakin memburuk. Laura meminta untuk menunggu sebentar karena ia masih berusaha mencarikan uang. Usai menelpon, Manajernya marah dan menganggap Laura tidask sopan terhadap pengunjung. Seketika itu Laura dipecat dan Manajer itu membrikan upahnya yang tak seberapa pada Laura. Antonio melihat itu dari kejauhan. Ia nampak tertarik dan bersimpati pada Laura.

Antonio akhirnya membuat kesepakatan dengan Laura untuk menemaninya malam itu. Antonio membawa laura ke sebuah hotel untuk berhubungan intim di sana. laura menangis sedih selama bersama Antonio. Beberapa saat kemudian Laura bangun dari samping Antonio yang masih tertidur. Antonio terbangun karena merasa laura bangun. Sebelum Laura pergi, Antonio memberikan bayaran pada Laura berupa uang yang sangat banyak. Laura kemudian pergi dengan wajah yang murung. Antonio kemudian melihat bercak darah di kasur tempat Laura tidur.

Laura kemudian menuju rumah sakit. Ia berpapasan dengan Ishmael. Ternyata Ishmael baru saja membayarkan administrasi rumah sakit ibunya. Ishmael menyapa Laura dan bertanya padanya, namun Laura nampak sangat murung. Laura kemudian menuju ruang perawatan sang ibu. Mereka berbicara sebentar namun kemudian, ibu Laura meraskan sesak nafas. laura sangat panik. Tak lama, ibunya pun menghembuskan nafas yang terakhir. Laura menangis histeris.

Antonio pulang ke rumahnya. Di ruang depan ia memandangi foto pernikahannya dengan Lucille. Antonio kemudian teringat saat ia baru saja menikah dengan Lucille dan memulai hidup mereka dari nol. Ibu Antonio kemudian menghampiri anaknya. Sepertinya ia tahu apa yang sedang Antonio pikirkan. ibunya lalu menasehati Antonio, karena saat itu Antonio dan Lucille sedang ada masalah. Usai berbicara dengan ibunya, Antonio masuk ke kamar. Saat itu Lucille sedang berbaring di tempat tidur. Melihat Antonio datang, Lucille kemudian berucap sinis padanya. Antonio menanggapinya dan kemudian Lucille menangis. Ia merasa sedih karena sekian lama menikah belum kunjung dikaruniai anak. Antonio sendiri sebenarnya tak mempermaslahkan itru namun Lucille selalu menjadikannya masalah. Hal itu lah yang membuat Antonio kesal pada istrinya.

Keesokan harinya, Antonio dan lucille sudah akur. Lucille menyiapkan teh dan makanan untuk Antonio, yang sedang duduk di taman. Antonio berterima kasih pada istrinya dan ianampak sangat menyayangi Lucille. Beberapa hari kemudian, Lucille melakukan tes kehamilan. Setelah dinanti, akhirnya Lucille hamil juga. Antonio sangat gembira mendengar kabar itu.

Di sisi lain, Laura sedang mengunjungi makam ibunya bersama temannya. laura jengkel karena temannya itu bicara macam-mavam di pusara ibunya.Laura lalu membrsihkan pusara dan menyalakan lilin. Tak lama kemudian Ishmael datang membawakan bunga. Laura mengira kalau bunga itu untuk ditaruh di pusara, namun kemudian temannya mengingatkan bahwa bunga itu untuknya. Cepat-cepat Laura mengambil kembali bunga itu dan mengucapkan terima kasih pada Ishmael.

Usai mengunjungi makam ibunya, Laura dan Idol keluar area pemakaman. Di luar, Laura merasa pusing dan mual. idol bertanya ada apa dengannya. laura mengatakan bahw aia merasa mual. Idol tertawa, dan mengatakan jika Luara seperti orang hamil saja, dengan nada bercanda. laura kemudian teringat sesuatu.

Sampai di rumah, laura menceritakan tentang kebersamaannya dengan Antonio. Idol kaget dan ikut bingung dengan kejadian yang menimpa Laura. tak disangka, pembicaraan mereka didengar oleh Ishmael yang saat itu berdiri didepan pintu rumah Laura.

Laura kemudian menemui Antonio di kantornya. Laura hendak meminta pertanggung jawaban Antonio perihal kehamilannya. Namun belum sempat Laura mengatakannya, Lucille datang. Antonio kemudian cepat-cepat menyuruh Laura pergi. Laura akhirnya keluar dengan perasaan sedih. Dari kejauhan ia mengerti bahwa Antonio sudah punya istri.

Sampai di rumah, Laura menceritakan kejadian tadi pada Idol. Idol merasa kesal dan menyuruh Laura menggugurkan saja kandungannya. Laura menangis. Ia menolak menggugurkan anaknya. Lagi-lagi Ishamel mendengar pembicaraan mereka. Malam harinya, Ishmael menemui Laura di rumahnya. Saat itu Laura sedang merangkai bunga untuk dijual seperti biasanya. Ishmael tanpa basi-basi mengatakan bahwa ia berniat menikahi Laura, dan ia juga tahu perihal kehamilannya itu. Ishmael mau bertanggung jawab. Laura menolaknya namun Ishmael ingin menyelamatkan Laura dari pembicaraan orang.

Singkat cerita, akhirnya Laura dan Ishmael menikah. Laura terharu sekaligus gembira mendengar janji pernikahan yang diucapkan Ishamel. Beberapa waktu kemudian, Ishmael dan Laura memriksakan kandungan. Dokter mengatakan bahwa mereka akan memiliki anak kembar. Betapa senangnya Laura dan Ishmael mendengar kabar itu. 

Di sisi lain, Antonio dan Lucille juga sedang memeriksakan kehamilan. Mereka tampak bahagia. Dua pasangan ini menjalankan pernikahan mereka dengan bahagia. Dengan cara dan kemampuan masing-masing, Antonio dan Ishmael berusaha membahagiakan istri mereka. Bahkan saat Ishmael pulang bekerja, ia melihat Laura sedang mengangkat jemuran. Ishmael memarahi laura karena bekerja terlalu keras. Laura sangat senang dengan perhatian yang Ishmael berikan padanya.

Suatu hari, Lucille dibawa ke rumah sakit karena ada masalah dengan kandungannya. Lucille menangis karena takut terjadi sesuatu pada anak mereka. Di tempat lain, laura juga hendak melahirkan. Ishmael segera membawanya ke rumah sakit. Laura berjuang melahirkan putri kembarnya ditemani Ishmael. Di sisi lain, Lucille juga melahirkan bayinya, dalam keadaan prematur.

Laura sangat bahagia anaknya terlahir sehat. Ia kemudian memberi nama kedua putrinya, Kara dan Sara. Kara dan Sara tumbuh menjadi bayi yang sehat. Ishmael menyayangi mereka dengan sepenuh hati. Sayangnya, anak Antonio dan Lucille tak dapat hidup lebih lama lagi. Bayi yang diberi nama Sofia itu meninggal dunia, karena memang kelahirannya yang prematur. Antonio dan Lucille sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

Kara dan Sara tumbuh menjadi gadis cilik yang manis. Sayangnya keduanya memiliki perangai yang berbeda. Kara adalah gadis yang pandai dan penurut, sedangkan sara tak terlalu pintar dan pembangkang. bahkan Sara pernah bertukar posisi dengan Kara agar ia dapat memperoleh nilai ujian yang bagus.

Suatu hari, sara marah dan tiba-tiba berlari keluar rumah. Kara mengejarnya hingga ke jalan. kara hampir tertabrak mobil namun ia mampu menghindar. sayangnya Kara malah menabrak tumpukan karung di pinggir jalan dan itu membuatnya pingsan. Laura dan Ishmael membawa Kara ke rumah sakit. Dokter malah memberikan berita buruk. Kara divonis Leukimia. Ia harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Laura dan Ishmael merasa sangat sedih. Kara sendiri malah menenangkan kedua orang tuanya dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Sara vmasuk dan mendekati Kara. Ia menangis dan merasa menyesal telah membuat Kara menjadi sakit seperti ini. Kara juga menenangkan adik kembarnya itu dan hal itu membuat Laura sangat terharu.

Beberapa hari kemudian setelah dirawat, Kara vakhirnya diperbolehkan pulang. Sara sudah menyiapkan kejutan untuuk  Kara yaitu menghias kamar dan rumah mereka dengan bunga-bunga kertas. Kara sangat senang melihat itu. Mereka kemudian naik ke lantai atas untuk melihat hiasan yang lain. Laura dan Ishmael duduk di depan. Laura sangat khawatir dengan keadaan Kara. Ishmael berusaha memberi semangat pada Laura dan berjanji untuk mengusahakan biaya perawatan Kara.

Laura menidurkan Kara. Sara memperhaikan dari tangga dan bertany tentang keadaan Kara. Laura kemudian mendekati Sara dan menjelaskan sakit yang di derita Kara. Laura juga meminta pengertian sara karena saat ini kara membutuhkan perhatian khusus.

pada awalnya Sara sangat memperhatikan Kara bersama dengan kawannya. Sara bahkan membantu Kara yang sering merasa kelelahan saat di sekolah. Sementara itu, Ishmael bekerja paruh waktu di beberapa tempat sekaligus, menjadi kuli panggul di pasar, menjadi sopir bahkan menjadi kuli bangunan, semua itu dilakukan Ishmael demi membiayai pengobatan kara. Laura sendiri juga mencoba untuk melamar pekerjaan, namun sayangnya ia belum beruntung.

Suatu pagi, saat hendak berangkat sekolah. Sakit Kara kembali kambuh. Laura menyarankan agar Kara untuk tidak pergi ke sekolah. Sara mendengar hal itu, dan merasa sedikit kesal. laura berdoa dan menangis di gereja. Ia teringat saat menemani kara operasi. Ia tak tega melihat Kara menangis ketakutan saat disuntik. operasi itu sayangnya belum membuahkan hasil Kara membutuhkan cangkok sumsum tulang belakang, dan operasi cangkok itu mwmbutuhkan biaya lebih besar lagi. laura menangis sedih ditemani Ishmael.

Saat makan siang, Laura membagikan lauk pada anak_anaknya. Kara tak berselera untuk makan, dam Sara berniat meminta lauk karam Ishmael melaranya karena Kara harus makan agar cukup kebutuhan vitaminnya. Sara merasa kesal. Ishmael kemudian memberikan lauknya pada Sara. Tak lama kemudian Idol datang. Ia menyarankan agar Laura menjual rumahnya itu agar dapat membiayai berobat Kara. Ishmael tak setuju, namun Laura sudah tak punya pilihan lain.

Laura akhirnya menjual rumah peninggalan orang tuanya itu dan pindah ke tempat yang keadaannya tak jauh lebih baik dari rumah sebelumnya. Sara bahkan terang-terang mengatakan jika tempat itu tak layak jika disebut rumah. Laura berusaha membesarkan hati Sara. Ishmael juga berjanji untuk membuat rumah itu menjadi lebih bagus. kara hanya diam membelakangi mereka. Ia menangis sedih karena merasa telah membebani keluarganya.

Malam harinya, sara mengelukan sepatunya yang sol nya hampir terlepas. laura dan Ishmael berjanji akan memperbaikinya. Kara kemudian menawarkan pada sara untuk memakai sepatunya yang masih bagus.Namun Sara menolaknya karena ia ingin sepatu yang baru. Laura berusaha memberi pengertian pada Sara. Sara mengangguk tapi masih menyimpan kesal.

Saat tidur, Sara merasa kepanasan.Kara mengipasi sara namun itu tak cukup untuk Sara.Sara bangun dari tidurnya dan mengeluh. kara ikut bangun dan keduanya duduk di pinggir tempat tidur. Kara kemudian membuka jendela dan memperlihatkan hamparan bintang di langit pada Sara. Saat mereka menatap langit, mereka melihat bintang jatuh, seketika keduanya memejamkan mata untuk make a wish. sara bertanya apa yang Kara inginkan. Kara menjawabnya , namun menurut Sara, keinginan Kara terlampau sederhana. Kara tak perduli dengan itu.

Sinopsis by INT