Friday, 7 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 14 Tayang Selasa 11 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 14 Anshuman memberitahu Paakhi apa yang disukai Ayaan dan Paakhi yakin Anshuman berniat membantunya untuk merubah Ayaan. Paakhi pun berterimakasih pada Anshuman.




Mahaji masih bersama Ayaan dan mereka sedang merencanakan sesuatu untuk membuat Paakhi meniggalkan rumah. Mahaji bertanya pada Ayaan apakah dia pernah melihat Kuch Kuch Hota Hai. Ayaan mengiyakan dan tersenyum.

Paakhi ke dapur dan Paakhi berpikir untuk membuat Ayaan berteman dengannya, Paakhi lalu mengambil biskuit dan mengganti krim isinya dengan pasta gigi. Paakhi tersenyum memikirkan apa yang akan dilakukan Ayaan setelah memakannya, Paakhi lalu bergerak ke kamar Ayaan hendak memberikannya, Mahaji mengintainya dan memberitahu Ayaan melalui walkie talkienya bahwa Paakhi mendatangi kamarnya.

Paakhi masuk ke kamar Ayaan. Dia melihat Ayaan menatap bulan sambil berkeluh kesah dengan memegang foto ibunya betapa dirinya sangat merindukan ibunya dan berkata bahwa dirumah tidak ada yang menyayanginya, Ayaan berkata tidak ingin pergi ke sekolah asrama. Paakhi pun trenyuh dan memilih pergi. Ayaan tersenyum senang. Mahaji berkata bahwa misinya sukses.

Paakhi ke kamar dan termenung.  Anshuman muncul dan senang melihat Paakhi bersedih. Anshuman lalu bertanya padanya apakah Ayaan telah melakukan hal yang buruk padanya. Anshuman pura2 mendekati Paakhi dan ikut merasakan kesedihannya, dia menyuruh Paakhi bersandar di bahunya. Paakhi tersenyum dan bersandar dibahu Anshuman tapi Anshuman tidak memeganginya lalu Paakhi bercerita panjang kebar mengenai Ayan dan bagaomana Ayaan memegangi foto ibunya sambil mmenangis, Anshuman kini memeluk bahu Paakhi.

Paakhi meminta maaf karena berbicara terlalu banyak lalu dia ke kamar mandi, Anshuman bertanya2 tentang Ayaan yang memeluk foto ibunya yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, Anshuman yakin ini rencana Ayaan, lalu Anshuman memakan kue buatan Paakhi dan merasa aneh. Paakhi muncul dan tertawa melihatnya. Dia mengatakann bahwa krimnya telah diganti dengan pasta gigi. Anshuman pun ke kamar mandi.

Pagi harinya, Anshuman melihat melalui cermin Paakhi yang kesulitan memasang tali saree belakangnya. Paakhi lalu meminta bantuannya. Anshuman mengikatkannya dengan tegang dan Paakhi mengingatkannya untuk memberikan sindoor. Paakhi juga mengingakannya unuk menandai kalender.

Mereka mendengar teriakan Ayaan, Paakhi melihatnya bersama Anshuman, Mahaji bersama Ayaan merencanakan sesuatu dan Ayaan mengatakan pada Mahaji bahwa dirinya ebutuhkan sesuatu untuk proyek sekolahnya. Mahaji mmenjawab dirinya tidak bisa pergi ke pasar Rabu karena disana tempatnya tidak bagus. Paakhi lalu bersikeras ingin membantu Ayaan, Ayaan mengatakan membutuhkan tali nilon 2 meter dan mengingatkan Paakhi bahwa pasar Rabu jam 2 telah tutup. Paakhi pun mengiyakan permintaan Ayaan. Anshuman mendengar semua ini. Paakhi bertanya pada Ayaan apakah dia bahagia sekarang ini. Ayaan menjawab bahwa kebahagiaannya akan terlihat ketika dia telah membawakan pesanannya. Anshuman berkata bahwa Ayaan melakukan permainan besar dengan Paakhi dan aku harus menemukan tentang apakah hal tersebut.

Anshuman mengantar Ayaan ke sekolah. Dalam perjalanan, Anshuman mengajak Ayaan berbicara mengenai rencananya pada Paakhi tapi Ayaan tidak mau menjawabnya. Anshuman bertekad mencari au sendiri apa yang tengah direncanakan Ayaan untuk Paakhi.

Lavanya berbicara dengan Girish mengenai Buaji yang menghalanginya untuk mendapatkan alamat dan informasi mengenai orangtua Naina. Girish pun menjadi tegang mendengar ucapan Lavanya. Lavanya merasa Buaji menyembunyikan sesuatu. Buaji lalu muncul dan memberikan sertifikat kematian orangtua Naina.

Mahaji melihat jam dan berpikir bahwa Paakhi harus ke pasar karena guru Ayaan juga akan pergi kesana, guru Ayaan harus melihat Paakhi dipasar tersebut untuk mensukseskan misi nya dan Ayaan, Paakhi sendiri tengah memeriksa laundry nya . Mahaji mengingatkan Paakhi untuk ke pasar Rabu. Paakhi lalu mendapat telepon dari Anshuman yang mencoba membuatnya pergi ke pasar sebelum jam 3. Usai menutup telepon, Paakhi pun beranjak pergi ke pasar.

Sekretaris Anshuman mendatangi Anshuman dan mengingatkan rapatnya. Tap;I Anshuman menyuruhnya membatalkan rapat dan Anshuman berpikir untuk pergi ke pasar.

Paakhi ke pasar Rabu dan Anshuman mengikutinya dengan diam2. Paakhi lalu memilih2 tali nilon dan membelinya, dia lalu berjalan lagi dan melihat guru Ayaan lalu menyapanya.

Preman2 lalu mengganggu Paakhi dengan memegang tangannya, Paakhi pun menamparnya. Preman itu pun memegang syal Paakhi dan mencoba menamparnya. Anshuman datang membantunya dan berkelahi dengan preman2 tersebut hingga para preman ittu melarikan diri. Paakhi lalu menanyakan keadaan Anshuman, Anshuman mengatakan baik2 saja dan mengajaknya pergi.

Dalam perjalanan, Paakhi terus tersenyum bahagia karena Anshuman telah menyelamatkannya, dia lalu melihat darah di jemari Anshuman dan membersihkannya. Paakhi lalu bertanya pada Anshuman mengapa dia bisa berda di pasar dan Paakhi bahagia mengetahui Anshuman mencemaskan keadaannya. Paakhi meminta wakttu Anshuman untuk berbicara membahas Ayaan. Anshuman pun menghentikan mobilnya.

Ayaan tiba dirumah, Mahaji mengatakan padanya bahwa gurunya sudah berbicara dengannya dan mengatakan melihat Paakhi di pasar. Mahaji lalu bertanya pada Ayaan mengenai rencananya.

Anshuman dan Paakhi berhenti disebuah tempat, mereka mengobrolkan Ayaan. Paakhi tertawa2 mendengar Anshuman memujinya sebagai orang yang baik dan tali nilon Paakhi terjatuh, saat hendak mengambilnya, sareenya hampir terjatuh tapi Anshuman menahannya bersamaan dengan Paakhi, tangan mereka pun bersentuhan. Paakhi berkata pada Anshuman bahwa dirinya merasa lebih baik mengetahui opininya tentang dirinya. Anshuman tak berkomenar dan mengajaknya pulang.

Paakhi dan Anshuman pulang ke rumah dan menghentikan Ayaan yang tengah mengejar2 Ashok. Ayaan menceritakan tentang kisah Hatim (hero di serial The Adventure of Hatim). Paakhi pun memuji Hatim dan berbicara dengan Ayaan. Ayaan lalu menanyakan tali nilonnya, Paakhi hendak memberikannya tapi Paakhi meminanya memberitahu untuk apakah tali tersebut. Ayaan menjawabnya untuk kepentingan proyeknya lalu Paakhi memberikan tali nya sambil mengatakan jika dirinya mempercayainya dan meminta Ayaan tidak menyalahgunakan kepercayaannya karena ketika kepercayaan itu han cur maka akan sli untuk mendapakannya kembali. Ayaan hanya diam lalu beranjak pergi. Anshuman sendiri memikirkan ucapan Paakhi dan menjadi tegang.

Ayaan ke kamar dan Mahaji mengikutinya lalu mengatakan bahwa guru sejarahnya telah datang kemudian Mahaji keluar.

Guru Ayaan datang dan Paakhi menyapanya serta mengatakan bahwa Ayaan ada di kamar.

Guru Ayaan masuk ke kamar Ayaan. Paakhi menghidangkan kue dan minuman. Setelah itu Paakhi beranjak pergi. Guru Ayaan menyuruh Ayaan mengambil peralaan tulis di tas nya, Ayaan merangkak dan terjatuh. Guru Ayaan terkejut melihat kaki Ayaan yang terikat tali nilon merah.

Guru Ayaan membantu Ayaan dan berkata akan memanggil orangtuanya tapi Ayaan melarangnya. Ayaan mengatakan bahwa Paakhi yang telah melakukan semua ini. Guru Ayaan teringat saat bertemu Paakhi dipasar dan melihatnya membeli tali nilon. Ayaan pura2 menangis dan mengatakan bagaimana Paakhi menghukumnya. Ayaan lalu mengambil foto ibunya dan memberikannya pada sang guru, Guru melihat itu foto ibu Ayaan yang telah dirobek menjadi dua. Sang guru berkaa akan melaporkannya pada Anshuman tapi Ayaan melarang karena ayahnya pasti akan membela Paakhi. Guru Ayaan menenangkannya dan berkata akan membantunya.

Ayaan tengah bermain video game dengan ponselnya, begitu juga dengan Anshuman. Gaya mereka berdua menunjukkan gerakan yang sama. Paakhi lalu datang membawakan makanan dan minuman serta mengatakan kalau dirinya telah membuat sesuatu yang spesial untuk Ayaan yakni pasta bayam. Ayaan melihat makanan buatan Paakhi dan memikirkan apa yang harus dilakukannya. Anshuman juga memikirkan bahwa Ayaan tidak menyukai bayam. Ayaan hendak mengambil makanan dari tangan Paakhi tapi kemudian Anshuman merebutnya, mereka berebut dan Anshuman mengatakan sesuatu mengenai Hatim yang membuat Paakhi dan Ayaan tertawa lalu saling berhighfive. Lavanya dan Girish datang. Lavanya terkejut sementara Girish merasa senang dan berkata bahwa mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia. Lavanya lalu mengundang mereka ke acara Naina yang baru mendapatkan gigi pertamanya. Lavanya juga meminta Ayaan untuk datang dan Ayaan berjanji akan datang.

Anshuman merokok dan melihat Paakhi yang sedang merenung di taman dengan merasa kedinginan. Paakhi sendiri tengah merenungkan Ayaan

Anshuman kemudian turun membawakan selimut untuk Paakhi dan memakaikannya. Paakhi berterimakasih lalu Anshuman melihat Paakhi melamun menatap bulan. Anshuman pun mengajaknya berbicara mengenai Ayaan. Paakhi juga kemudian membicarakan hadiah untuk Naina lalu memberikan selimutnya juga pada Anshuman dan mereka berselimut berdua sambil menatap bulan yang terlihat indah.

Pagi harinya, Anshuman melihat Paakhi ditaman tengah menghias sebuah benda berbentuk gigi yang besar. Ayaan mendatangi Paakhi dan mengatakan tidak akan datang k acara Naina karna gurunya akan datang mngajar Paakhi hendak menelpon gurunya dan Ayaan melarangnya dan mnyuruhnya mngirim pesan saja. Ayaan memberi kode pada Mahaji yang berdiri dibelakang dan Anshuman melihatnya dari kejauhan. Paakhi pun mengirim pesan pada guru Ayaan. Ayaan mminta mreka smeua untuk berangkat lebih dulu dan Ayaan berkata akan datang dengan diantar sopir.

Anshuman memanggil Ayaan lalu berbicara dengan Paakhi untuk segera berangkat. Paakhi kemudian menghadiahi Ayaan dompet. Ayaan membukanya dan melihat foto ibunya disana beberapa lembar uang. Ayaan menyukainya lalu beranjak pergi.

Anshuman dan Paakhi di kamar, Anshuman melihat stiker di punggung Paakhi, Anshuman memberinya arahan untuk mengambilnya, Paakhi memintanya mengambilkannya dan Anshuman mengambilkannya. Lalu mereka berdua pergi bersama tapi Anshuman mengatakan terlupa dengan file yang diberi oleh Girish dan meminta Paakhi berangkat lebih dulu.

Mahaji dan Ayaan ke dapur  dan Mahaji meliha akting Ayaan. Mereka berbicara mengenai misi baru mereka untuk melawan Paakhi. Anshuman mengintai mereka dan tersenyum dengan kepintaran Ayaan. Anshuman lalu beranjak pergi.

Sinopsis Paakhi Episode 14 Tayang Selasa 11 April 2017 Hari Ini


Mahaji menelpon guru Ayaan dan mengatakan agar datang mengambil gajinya dan Mahaji juga memberikan kesan jelek entang Paakhi pada guru Ayaan, usai menutup telepon, Ayaan memuji Mahaji dan mengajaknya merayakannya dengan minum cola dingin karena Paakhi akan segera keluar dari rumah ini.  Lalu mereka menuang minuman dingin dan meminumnya bersama.

Paakhi berada dirumah Lavanya dan menanyakan Ayaan pada Anshuman. Anshuman berkata Ayaan akan segera datang.

Guru Ayaan datang dan Mahaji memberinya amplop gajinya. Ayaan menelpon Mahaji dan memintanya melakukan apa yang diperintahkannya. Mahaji lalu berpura2 mengatakan bahwa Anshuman membutuhkan file keuangan tapi dirinya tidak tahu file tersebut. Mahaji lalu meminta guru Ayaan membantunya dan sang guru pun setuju. Mahaji membawanya ke kamar Anshuman.

Paakhi berbicara dengan Girish mengenai Ayaan sementara Mahaji membawakan file2 dan memberikannya pada Guru Ayaan untuk dipilih. Mahaji lalu diam2 keluar kamar.

Lavanya melihat teman2nya di teras membicarakan Naina dengan buruk dan mentertawakan Lavanya. Lavanya lalu menghampiri mereka dan mengatakan agar mreka masuk ke dalam karena dirinya ingin mengumumkan sesuatu.

Guru Ayaan menemukan file nya dan saat akan keluar dia mendengar suara tangisan Ayaan. Guru Ayaan mencari2 dan terkejut melihat Ayaan terkunci didalam lemari sambil menangis.

Guru Ayaan membantu Ayaan keluar dari dalam lemari dan bertanya. Ayaan mengelabui gurunya dan berkaa bahwa Paakhi sedang menghukumnya. Guru tersebut pun memeluknya. Ayaan meminanya untuk tidak bercerita pada Anshuman dan gurunya pun mengiyakan. Guru Ayaan keluar kamar dan Ayaan menari2 bahagia.

Mahaji menemui Ayaan dan mereka berhighfive karena misi mereka berhasil lalu mereka keluar kamar tanpa menyadari tas guru Ayaan tertinggal di kamar.

Lavanya meminta perhatian tamu undangannya dan mengumumkan tentang adopsi sah mereka pada Naina, bagi Lavanya Naina sangat indah dan ini adalah keberuntungan untuknya dan Girish hingga diberi kesempatan untuk menjadi orangtua. Girish memeluknya dengan bangga. Paakhi memberikan tepuk tangan dan disambut dengan yang lain.

Lavanya  dan Girish memotong kue dengan Naina, Ayaan diam2 muncul dan Paakhi bertanya mengapa dia datang lambat sekali, Ayaan berkata bahwa dirinya sudah datang sejak tadi. Mereka semua lalu mengambil foto keluarga.

Anshuman membawa Ayaan dan mengajaknya bermain catur serta memberi tips Ayaan cara menjadi pemain catur yang baik. Paakhi mendatangi mereka dan mengajak mereka makan. Anshuman kalah dan Ayaan ganti memberinya beberapa tips2.

Paakhi masuk ke kamar dan terkejut melihat tas guru Ayaan. Dia mengambilnya lalu melihat tanda pengenal guru Ayaan. Paakhi mendatangi Mahaji dan bertanya apakah guru Ayaan datang tapi sembari menyembunyikan tas nya. Mahaji berbohong dan Paakhi menunjukkan tas guru Ayaan. Mahaji terkejut dan beralasan. Paakhi lalu berkata akan menelpon gurunya. Mahaji mengambil walkie talkienya dan memberitahu Ayaan.

Mahaji membuat langkah Paakhi terhenti dan mengatakan sesuatu. Ayaan sendiri mengotak atuk ponsel Paakhi di kamar mengganti nama Anshuman dengan nama guru nya, begitu juga sebaliknya.

Paakhi melangkah pergi, Mahaji menghubungi Ayaan dan mengatakan bahaya akan datang. Ayaan keluar kamar. Paakhi mengambil ponselnya dan menghubungi guru Ayaan tapi tersambung pada Anshuman dan Anshuman yang tengah rapat mengabaikan ponsel Paakhi.

Ayaan masuk ke kamar dan berbicara dengan Paakhi bahwa tas gurunya tertinggal. Paakhi berkata sedang menelponnya dan Ayaan menyuruhnya untuk terus menghubunginya. Paakhi kembali menelpon Anshuman. Anshuman kembali mengabaikannya dan Paakhi terus berusaha menelponnya. Ayaan menyuruhnya terus menelpon. Anshuman pun marah kemudian membubarkan rapatnya dan menelpon balik Paakhi tapi baik Paakhi serta Anshuman sama2 saling menelpon dan membuat masing2 ponsel bernada sibuk. Mahaji masuk membawa telepon rumah karena Anshuman menelpon, Anshuman lalu berbicara dengan Paakhi dan memarahainya karena terus2an menelpon. Paakhi sendiri membantah telah menelponnya berulang2. Anshuman nberkaa membunyai bukti riwayat panggilannya di ponselnya, Paakhi mengatakan hal yang sama dan menyuruhnya pulang untuk memeriksanya.

Paakhi keluar kamar, Mahaji menemui Ayaan dan berbicara dengannya. Ayaan berkata mereka harus melakukan sesuatu karena jika mereka saling memeriksa ponsel maka akan menimbulkan masalah untuknya. Ayaan memikirkan sebuah ide.

Ayaan berlari mengejar Mahaji sambil membawa jus, jus itu pun tumpah mengenai Anshuman yang baru datang, Anshuman menegur Ayaan lalu meninggalkan ponselnya di meja dan bergegas ke kamar mengganti baju. Ayaan tersenyum melihat ponsel Anshuman.

Setelah itu Anshuman bertemu Paakhi di lantai bawah dengan saling menattap penuh kemarahan dan mereka saling menukar ponsel lalu memeriksa. Paakhi memeriksa lebih dulu ponsel Anshuman dan menunjukkan ponsel Anshuman lalu menyuruhnya memeriksa dimana ada riwayat panggilannya, Anshuman memeriksa riwayat panggilan ponsel Paakhi yang telah raib dari ponselnya, dia  pun lantas  melirik Ayaan dan paham jika semua ini ulah Ayaan.

Ayaan hanya menunduk dan mengingat bagaimana tadi dia menghapus riwayat panggilan Paakhi di ponsel Anshuman. Paakhi menyadarkan Anshuman dan menyuruhnya meminta maaf. Ayaan pun bersyukur ayahnya tidak menuduhnya. Lalu Ayaan memberi saran bahwa ketika seseorang membuat kesalahan maka dia harus mentraktir es krim. Anshuman memahami Ayaan sedang merencanakan sesuatu dengan membuatnya pergi keluar bersama Paakhi. Anshuman pun mengiyakan dan mengajak Paakhi pergi, Paakhi mengajak Ayaan tapi Ayaan menolak karena ada pekerjaan sekolah yang belum diselesaikan. Anshuman dan Paakhi pun berangkat dan Ayaan merasa senang karena langkah terakhir misinya akan diselesaikan.

Ayaan sedang berakting dan Mahaji memujinya sebagai aktor yang berbakat. Mahaji meminta Ayaan memberitau rencananya. Ayaan berkata akan menelpon gurunya dan membuatnya berpikir dirinya tengah disiksa.

Anshuman dan Paakhi dalam perjalanan dan berhenti untuk membeli es krim. Mereka menulis menu dan Paakhi meletakkan kertasnya di atas kap mobil, kertas itu diterbangkan angin, Paakhi dan Anshuman bersama2 mengambilnya dan diam2 Anshuman memandangi Paakhi saat tangan mereka saling bersentuhan. Anshuman lalu berbicara dengan Paakhi dan pergi memesan es krim.

Ayaan mencoba menelpon, Mahaji membantunya dan menelpon ke nomer Anshuman, Paakhi yang tengah memegang ponsel Anshuman hendak menerimanya tapi terkejut melihat nama “Paakhi” yang muncul dilayar. Paakhi pun mengingat ponselnya yang teringgal dan menerima telepon tersebut, ternyata Ayaan (yang sedang berakting) menangis dan berkata untuk tidak memukulinya. Paakhi pun bertanya apa yang terjadi, Ayaan dan Mahaji terkejut mendengar suara Paakhi.

Ayaan pun kesal dan berbicara dengan Mahaji bahwa misi nya gagal karena dirinya lupa belum mengembalikan nama2 yang diukarnya di ponsel Paakhi (Ayaan tadinya berniat menelpon gurunya dari ponsel Paakhi tapi Ayaan lupa tadi sudah menukar nama gurunya dengan nama Anshuman jadi saat Ayaan menelpon gurunya malah tersambung pada nomer Anshuman). Paakhi lalu menelpon lagi tapi Ayaan mengabaikannya. Ayaan kemudian mengotak2 atik ponsel Paakhi dan mengembalikannya ke nama sebelumnya.

Paakhi menyeret Anshuman dan mengajaknya segera pulang. Anshuman dan Paakhi pun bergegas. Anshuman bertanya pada Paakhi, Paakhi lalu mengatakan semua mengenai telepon Ayaan tadi.

Anshuman dan Paakhi tiba dirumah dan memanggil2 Ayaan, Mahaji melihatnya dan menelpon Ayaan un tuk memberitahu kedatangan Paakhi.

Paakhi masuk ke kamar Ayaan dan menanyakan keadaannya, Ayaan menunjukkan skrip dramanya pada Paakhi dan mengarang cerita palsu. Mahaji tersenyum dan Anshuman senang melihatnya. Paakhi bertanya mengapa tadi Ayaan menelponnya, Ayaan mengatakan tidak sengaja menelpon dan dia lalu mengembalikan ponsel Paakhi. Paakhi pergi dengan sedih dan Anshuman mentertawakannya.

Paakhi mendatangi kamar Ayaan, Ayaan sudah tertidur, Paakhi menyelimutinya dan membelai rambutnya. Paakhi hendak pergi dan melihat tali nilon dibawah bantal Ayaan. Paakhi teringat ucapan Ayaan dan bertanya2 mengapa Ayaan idak membawa tali nya unttuk proyek sekolahnya. Paakh lalu memikirkannya dan kembali mengingat2 pertemuan awal mereka hingga masalah tadi.

Paakhi lalu membuka laci meja Ayaan dan melihat nilai2nya, Paakhi kemudian melihat potongan foto ibu Ayaan dan hendak mengambilnya tapi Anshuman memanggilnya dan Paakhi mengurungkan niatnya, dia menghampiri Anshuman, Anshuman bertanya apa yang dilakukannya di kamar Ayaan, Paakhi berkata bahwa sepertinya Ayaan menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Mereka lalu membicarakan Ayaan dan Anshuman berkata bahwa semua kecemasan Paakhi mengenai Ayaan mungkin karena tantangan 15 hari yang terlalu membebaninya. Paakhi berharap anggapan Anshuman benar mengenai Ayaan.


By : aRin