Thursday, 13 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 22 Tayang Rabu 19 April 2017

Sinopsis Paakhi Episode 22 Ayaan mengatakan pada Mahaji dan Shuki ahwa akan mengadakan wawancara secara online dengan orang asrama, Mahaji dan Shuki merasa cemas karena mereka tidak mengerti bahasa inggris. Ayaan melihat laptopnya kehabisan baterai, dia mencari2 charger di laci. Ada seseorang memberikan chargernya, Ayaan berterimakasih dan kemudian melihat ternyata itu Paakhi. Ayaan pun menjatuhkan chargernya. Mahaji hendak mengatakan sesuatu tapi Paakhi menyuruhnya keluar kamar. Paakhi mendekati Ayaan dan memarahinya karena tidak menghormai Anshuman.




Paakhi berjalan keluar dan Ayaan memanggilnya. Paakhi menghentikan langkahnya dan Ayaan menantangnya, Ayaan berkata bahwa jika dia menghentikannya untuk tidak ke asrama maka Ayaan berjanji akan memanggilnya ibu dihadapan ayahnya dan semua orang, Ayaan menambahkan bahwa mereka akan tinggal dalam satu rumah tapi terpisah. Paakhi menolak kesepakatan Ayaan. Ayaan memintanya untuk memikirkannya lagi. Paakhi lalu mengambil chargernya dan beranjak keluar.

Lavanya masih berusaha membuka cincinnya, Girish menemuinya dan memberikan lotion agar Lavanya bisa membukanya. Girish memaksa membantu Lavanya membuka cincinnya. Cincin terlepas dan Girish mengatakan sesuatu.

Paakhi melihat langit di balkon dan Anshuman menghampirinya, Paakhi lalu mengatakan tentang kesepakatan Ayaan. Setelah itu Paakhi beranjak pergi tapi Anshuman menghentikannya dan bertanya. Paakhi membalasnya dan berkata bahwa besok dirinya akan pergi, Paakhi merasa dirinya tidak akan pernah bisa menjadi ibu Ayaan, Anshuman bertanya mengapa dia tidak menerima kesepakatan yang ditawarkan Ayaan, Paakhi menjawab bahwa jika dirinya menyetujui kesepakatan Ayaan maka dirinya akan memenangkan tantangan 15 hari tapi dirinya akan merasa tidak berharga, kemudian Anshuman mendekatinya dan berkata bahwa dia adalah orang yang baik, Paakhi menangis dan memeluknya. Paakhi lalu memberikan diarinya pada Anshuman. Paakhi lalu melihat bintang jatuh dan membuat permohonan. Anshuman hanya memandanginya. Paakhi lalu bertanya pada Anshuman apa permohonannya, Anshuman berkata tidak meminta apa2. Paakhi kemudian mengatakan bahwa besok kerteanya akan berangkat jam 8 pagi, Paakhi berpamitan pada Anshuman hendak pergi tidur. Anshuman bertanya pada Paakhi apa permohonannya tadi. Paakhi pun menjawab “kau”, Anshuman tertegun. Paakhi menambahkan, “kau untuk Ayaan dan Ayaan untukmu

Paakhi kembali ke kamar dan memandangi foto Anshuman, dia teringat pertemuan pertamanya dengan Anshuman di Chittor. Paakhi juga memandangi kalender yang ditandai Anshuman. Paakhi kemudian berdoa.

Girish tengah melamun, Buaji melihatnya dan berbicara dengannya. Girish erkata ahwa dirinya merasa bersalah pada Paakhi karena telah mendukung Anshuman dan Lavanya. Buaji memberi saran agar dia memberitahu Paakhi mengenai semuanya. Girish setuju karena tidak ingin Paakhi merasa telah gagal.

Tanya memakai saree dan berpennampilan layaknya Paakhi, dia berdiri dihadapan rumah Anshuman, Girish datang dan memanggilnya Paakhi karena melihat Tanya dari belakang. Girish lalu berbicara dengannya mengenai semua rencana Anshuman untuk melawannya. Tanya terkejut mendengarnya. Girish menambahkan, “Anshuman akan menikah dengan Tanya yang sangat egois..itut bagus karena Anshuman pantas bersama Tanya bukan bersamamu..”. Tanya marah dan berbalik,  Girish pun terkejut melihat Tanya. Tanya dan Girish pun berdebat, Girish mengatakan, “Anshuman mencintai Paakhi..aku melihat cinta dimatanya..jika kau tidak percaya dengarkan degup jantungnya..kau hanya akan mendengar satu nama yaitu Paakhi”, Girish lalu bergegas pergi. Tanya berkata sendirian, “Anshuman tidak mencintai Paakhi dan jika dia memang mencintainya maka aku akan mendapatkan Anshuman dan memuat Paakhi keluar dari dalam hatinya”.

Anshuman hendak masuk ke dalam, Tanya menelponnya dan menyuruhnya menatap ke arah taman. Anshuman melihat keluar dan melihat Tanya dengan saree nya. Mereka berbicara ditelepon dan Tanya mencoba untuk menkonfirmasi bahwa hanya dirinyalah yang ada di hati Anshuman.

Sinopsis Paakhi Episode 22 Tayang Rabu 19 April 2017 Hari Ini


Anshuman masuk ke kamar dan melihat Paakhi telah tertidur, dia melihat Paakhi kedinginan, Anshuman mematikan kipas dan menyelimuti Paakhi. Paakhi tanpa sadar menggenggam tangan Anshuman. Anshuman berlutut dihadapan Paakhi mengatakan sesuatu lalu menarik tangannya dengan perlahan2.

Girish pulang ke rumah dan Lavanya beranya, mereka kembali berdebat mengenai Paakhi dan Anshuman. Lavanya yakin bahwa besok adalah hari terakhir untukmPaakhi dan hari pertama untuk Tanya.

Ashuman sendiri masih duduk dengan gelisah dan berpikir samil memandangi Paakhi.

Pagi harinya, Paakhi terbangun dan meihat Anshuman tidur disofa. Paakhi membangunkannya dan mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah pergi dari rumahnya, Anshuman terbangun dan berteriak “tidaaakkk”, ternyata tadi hanya mimpi Anshuman. Paakhi terbangun karena teriakan Anshuman dan bertanya. Anshuman menjawab ahwa dirinya hanya sedang mimpi buruk.

Ponsel Anshuman berdering,  Tanya menelponnya dan berbicara dengannya. Paakhi keluar dari kamar mandi dan Anshuman beralasan, Paakhi menghampirinya dengan kotak sindoornya, Paakhi mengatakan agar memakaikan sindoor untuk kali terakhir dan Tanya mendengarnya. Tanya menyuruhnya jangan menutup telepon tapi Anshuman menutupnya dan lebih memilih memakaikan sindoor pada Paakhi. Tanya pun geram.

Paakhi lalu berbicara dengan Anshuman. Kalender terjatuh dan saat mereka hendak mengambil secara bersamaan kepala mereka berbenturan dan sindoor pun tumpah memenuhi kalender Paakhi. Paakhi tersenyum dan Anshuman bertanya. Paakhi menjelaskan bahwa ini pertanda baik. Paakhi lalu beranjak pergi menyiapkan bekal Ayaan.

Ashok berbicara dengan Ramesh mengenai Paakhi. Ayaan sedang sarapan dengan temannya yang cacat (Piyush). Paakhi menemui mereka, Ayaan bertanya akankah dia pergi dari rumahnya hari ini. Paakhi terdiam dan merasa sedih. Anshuman menuruni tangga dengan mengomel dan Paakhi bertanya.

Piyush menunjukkan gambarnya, Ayaan juga menunjukkan gambar Paakhi dalam bentuk drakula, Anshuman dan Paakhi terkejut. Paakhi lalu mengambil gambar Piyush dan memujinya, dia memberikan bindi pada gambar tersebut. Piyush lalu pergi.

Ayaan erterimakasih pada Paakhi karena telah memuji gambar Piyush, Paakhi mengambil gambar Ayaan dan mengomentarinya, Ayaan kembali merebut gambarnya. Paakhi mengaakan sesuatu tapi Ayaan menentangnya. Lalu Ayaan beranjak pergi, Anshuman memuji Ayaan dalam hati.

Anshuman memanggil Ayaan dan menyuruhnya berpamitan pada Paakhi karena Paakhi akan pergi. Ayaan pun berjalan menuju hadapan Paakhi dan mengucap selamat tinggal, Anshuman menyuruhnya berbicara dengan baik. Paakhi berlutut dihadapan Ayaan dan memeluknya sambil menangis. Ayaan melepas pelukannya dan beranjak pergi. Anshuman meminta maaf pada Paakhi atas sikap Ayaan. Paakhi memakluminya dan berkata bahwa dia telah memberinya pelukan kebahagiaan hari ini. Paakhi berterima kasih dan memeluk Anshuman. Paakhi lalu beranjak pergi.

Girish datang dan berbicara dengan Anshuman. Girish memintanya untuk tidak lagi menyakiti Paakhi. Girish memuji Paakhi dan meminta Anshuman menyadari bahwa tidak ada wanita lain seperti Paakhi.

Mobil Lavanya datang dan menerima telepon dari Tanya. Lavanya lalu mendatangi Anshuman di balkon dan berbicara dengannya. Paakhi muncul mengatakan bahwa Kepala Sekolah Ayaan memanggil mereka untuk ke sekolah Ayaan.

Kepala Sekolah memarahi Ayaan, Ayaan erkata bahwa dirinya tidak melakukan apapun. Anshuman dan yang lain datang, Kepala Sekolah berbicara dengan Anshuman dan Guru menjelaskan Ayaan telah mengunci Piyush di kamar mandi. Ayaan lalu mengatakan ahwa dirinya tidak melakukannya. Gurunya pun menegurnya. Ayaan menangis dan meminta Anshuman mempercayainya.

Anshuman pun memarahinya dan erkata bahwa akan mengirimnya ke asrama. Lavanya menenangkan Ayaan. Seorang wanita mengatakan sesuatu menyalahkan Ayaan. Ayaan menghampiri Piyush dan mengatakan dirinya tidak pernah menguncinya di kamar mandi. Kepala Sekolah pun membuat keputusan, dia menelpon seseorang. Paakhi menghentikannya dan mengatakan sesuatu untuk mendukung Ayaan. Ayaan terkejut, Anshuman dan Lavanya memandanginya.


By : aRin