Wednesday, 15 February 2017

Mohabbatein Episode 203 (Tayang Sabtu, 18 Februari 2017)

Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 203 Tayang  Sabtu,  18 Februari 2017 -Shagun menelpon Raman dan berbicara tentang Pihu. Usai menelpon, Shagun menemui Pihu yang sedang melihat siaran langsung konser Ruhaan. Shagun berbicara dengannya.

Ruhaan muncul dan semua media meliputnya, para penggemar pun meneriakinya dan bertepuk tangan. Aaliya membuka acara untuk press conference Ruhaan dan membuka sesi tanya jawab untuk para media. Ruhaan menjawab semua pertanyaan dan berkata jika dirinya berhutang pada seseorang yakni ibunya, Nidhi muncul dan memeluk Ruhaan. Setelah itu tanya jawab di mulai lagi, ada yang menanyakan tentang keluarga Ruhaan terutama tentang ayah Ruhaan, Ruhaan menjadi sedih dan saling lirik dengan Nidhi. Ruhaan menahan airmatanya. Nidhi kemudian berdiri dan membawa Ruhaan pergi. Aaliya pun bertanya2.


Nidhi membawa masuk Ruhaan ke dalam van dan memarahinya karena tidak menjawab pertanyaan media. Nidhi menyuruh Ruhaan untuk mengatakan seperti apa yang pernah diperintahkannya. Ruhaan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Nidhi kemudian beranjak pergi. Ruhaan pun menangis. Nidhi kembali masuk dan membentaknya untuk segera bersiap. Ruhaan kemudian bersiap2 sambil tetap menangis. Setelah itu dia beranjak pergi, sesuatu terlihat di meja riasnya.

Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 203


Simmi membawakan minuman untuk Toshi. Toshi kembali berbicara dengan Simmi dan berkata akan berjalan2 untuk menghilangkan kegelisahannya, Aditya mendengarnya dan berkata jika neneknya sangat merindukan nenek Madhavi.

Madhavi berbicara dengan Vishwa akan pergi berjalan2 untuk menghilangkan kegelisahan yang dirasakannya saat di rumah.

Toshi keluar rumah dan berpapasan dengan Madhavi yang juga keluar rumah, mereka saling berpandangan (scene flashback  pertemanan mereka di masa lalu), Madhavi dan Toshi saling melirik, Aditya melihat mereka. Madhavi lalu bergerak pergi.

Ishita di RS dan sedang berbicara di telepon, usai menelpon, Ishita berusaha menghubungi Aaliya tapi Aaliya tidak menerima panggilannya, Ishita berniat untuk pergi menemui Aaliya. Dia meminta perawat untuk mengurus Mani.

Pihu selesai melihat konser Ruhaan dan menyukainya. Dia lalu menutup jendela dan melihat Madhavi serta Toshi dibawah sedang berjalan2 dan tidak saling berbicara. Pihu berkata, “mengapa mereka saling menjauh..aku harus melakukan sesuatu..nenek bilang dia akan mengunciku dan kakak Aditya di kamar untuk menyelesaikan pertengkaran..aku akan melakukan hal tersebut pada mereka”. Lantas Pihu memberitahu Neelu kalau dirinya akan keluar berjalan2. Neelu berkata akan menemaninya..

Ishita kembali ke tempat konser sementara Ruhaan terlihat sedang berjalan keluar. Ishita meneriaki Aaliya. Penjaga lalu berkata bahwa Ruhaan akan menebar kertas yang salah satunya berbentuk hati dan siapa yang mendapatkan kertas berbentuk hati tersebut maka dia akan bebas masuk pada konser Ruhaan berikutnya. Ruhaan lalu menyebar kertas dan berjalan keluar lalu masuk  dalam mobil.

Aaliya lalu melihat Ishita dan menyadari ada kertas berbentuk hati dengan huruf R di rambut Ishita. Aaliya senang mendapatkannya. Ishita pun memandang huruf R tersebut dan berkata bahwa R untuk Ruhi, dia kembali mengingat pertemuannya dengan Ruhi. Aaliya berkata bahwa R untuk Ruhaan bukan Ruhi, Aaliya berkata jika dia sangat beruntung dan  Aaliya memeluk Ishita.

Pihu melihat Madhavi dan Toshi lalu dia memulai dramanya dan berakting kesakitan pada kakinya, Neelu mendatanginya tapi Pihu menolak bantuannya dan menyuruhnya pergi. Madhavi ragu untuk menolongnya tapi karena tidak melihat ada yang menolongnya dia pun membantunya.

Pihu mengatakan sesuatu dan Madhavi menggendongnya ke gudang lalu Madhavi mencari kursi, Toshi juga kemudian ke gudang dan melihat Pihu. Madhavi muncul kembali dengan membawa kursi dan terkejut melihat Toshi, begitu juga sebaliknya. Pihu mulai berakting mengaduh kesakitan.

Madhavi pun beranjak keluar tapi Pihu berpura2 kesakitan lagi. Saat Madhavi dan Toshi melihatnya, Pihu berlari keluar dan mengunci nenek2nya di dalam gudang. Toshi menyuruh Pihu membukanya tapi Pihu menyuruh mereka menyelesaikan pertengkaran mereka dulu. Madhavi dan Toshi pun saling lirik. Pihu lalu berlari pergi.

Pihu menemui Aditya dan bercerita bagaimana hebatnya dia mengunci nenek2nya di gudang agar mau saling membicarakan masalah mereka, Aditya pun terkejut mendengarnya dan teringat saat Toshi terkunci di gudang waktu itu. Aditya menegur Pihu karena Toshi fobia ruang tertutup seperti gudang. Mereka berdua pun beranjak pergi ke gudang.

Toshi mulai sesak napas, Madhavi mencoba membantunya. Toshi pun mulai tergeletak lemas. Aditya datang bersama Simmi dan Neelu. Mereka mencoba menyadarkan Toshi. Mereka membawa Toshi ke pelataran parkir. Pihu muncul dan meminta maaf. Simmi memarahinya dan hendak memukulnya. Shagun muncul dan menahan tangan Simmi. Dia lalu menegur Simmi untuk tidak memukul putrinya. Pihu memeluk Shagun dan meminta maaf. Shagun menyuruh Aditya membawa Pihu tapi Pihu menolak. Shagun menasihatinya dan Aditya membawanya pergi.

Shagun kembali menegur Simmi bahwa niat Pihu hanya ingin mendamaikan Toshi dan Madhavi.  Mereka pun berdebat. Shagun melihat Madhavi dan kemudian berkata pada Simmi bahwa mereka akan berbicara di rumah. Toshi dibawa masuk ke dalam rumah, Madhavi hendak melangkah ke dalam tapi dia teringat ucapan Raman waktu itu. Madhavi mengurungkan niatnya dan keluar rumah.

Ishita mengenalkan Mani pada dokter Menon. Dokter kemudian  mencoba melakukan terapi untuk kakinya. Mani bisa berdiri dan berjalan perlahan2, Ishita senang melihatnya dan berkata bahwa setelah 7 tahun dia akhirnya bisa berdiri dengan kedua kakinya. Aaliya kemudian datang dan senang melihat ayahnya mulai belajar berjalan, dia memeluk Mani.

Di kelasnya, Pihu berbicara dengan teman2nya bahwa ibunya adalah yang terbaik. Teman Pihu berkata, “ibumu bukan lah ibu yang sebenarnya..ibuku bilang ibu dan ayahmu tidak pernah menikah”. Pihu menganggap mereka bicara bohong tapi mereka menyuruh Pihu bertanya pada guru mereka karena sang guru tahu semuanya. Pihu pun menangis mendengarnya.

Mani sedang mengajak Aaliya berbincang, dia menanyakan pendapat Aaliya untuk membuat Ishita benar2 menjadi ibu bagi mereka, Aaliya senang mendengarnya dan bertanya apakah Mani sudah melamar Ishita. Mani berkata belum melamar karena perlu berpikir sebelum mengambil keputusan besar.

Ishita muncul membawakan paisam untuk Mani. Aaliya pergi untuk menerima telepon. Ishita meminta Mani mencoba paisamnya. Aaliya kembali dan menyampaikan kabar bahwa Ruhaan menyukai pekerjaannya saat koner kemarin dan memintanya menjadi asisten pribadinya, Ishita memintanya mengatur sekolahnya dengan baik, Aaliya mengiyakan kemudian berpamitan. Mani lalu berkata pada Ishita bahwa dia adalah ibu terbaik yang dimiliki anak2nya.




Tayang  Sabtu,  18 Februari 2017
By :  ARIN