Wednesday, 17 January 2018

Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 1 Tayang Senin 22 Januari 2018

Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 1 Sinopsis Sebelumnya Helena tengah merias diri, lalu Helena menyuruh pelayannya membawakan parfumnya yang dari Macedonia. Dhurdhara masuk dan memuji kecantikan Helena lalu Dhurdhara berkata kedatangannya untuk menunjukkan puisi barunya. Dhurdhara lalu berkata bahwa dirinya ingin membacakannya pada Chandra tapi Chandra sedang pergi mencarikan tabib untuk Dadima. Helena terkejut dan berpikir bahwa Dadima belum pergi. Dhurdhara lalu membacakan puisinya sekali lagi dan menanyakan pendapat Helena, Helena emosi mengatakan bahwa puisinya sangat buruk da sudah membuang2 waktunya, Helena juga mengusir Dhurdhara. Dhurdhara berjalan pergi sambil mengomel sendiri. Pelayan datang membawakkan parfum  tapi Helena emosi dan membanting parfumnyanya lalu mengusir pelayannya juga. Seorang pelayan kembali datang dan berkata bahwa Ibu Suri memanggilnya.

Sinopsis Chandra Nandini
Sinopsis Chandra Nandini

Semua anggota keluarga berkumpul, Dhurdhara dan Chaya saling berbisik ingin au apa yang akan dibahas, Helena berkata pada ibunya bahwa dirinya ingin wanita tua itu segera pergi. Moora datang dan menatap semuanya. Nandini yang datang terakhir berpikir untuk berbicara pada Chaya karena Chaya sudah salah paham padanya dan kemudian menghampirinya lalu meminta Chaya mendengarkannya tapi Chaya menyahut dengan ketus kalau dirnya tidak ingin berbicara padanya karena sudah tidak mempercayainya lalu berpindah tempat duduk disamping Helena. Apama berpikr bahwa Roopa sudah melakukan hal yang bagus untuk Helina. Helena sendiri memberi tanda pada Dhurdhara utuk bergabung dengannya. Dhurdhara berkata agar Helena tak mencemaskannya karena dirinya akan selalu bersamanya tapi Dhurdhara kemudian melangkah mendekatai Nandini dan duduk disampingnya lalu Dhurdhara pun menenangkan Nandini. Chandra kemudian datang di susul dengan Dadima, semua pun memberi salam.

Chandra lalu bertanya pada Dadima mengapa mengumpulkan mereka semua, Dadima kemudian mengatakan akan mengadakan puja tane dan menjelaskan bahwa puja tersebut untuk menunjukan kecntaan mereka pada rakyatnya. Dadima berkata bahwa Suryagupta dan Moora dulu juga melakukannya. Moora pun berkomentar bahwa Chandra memiliki 3 istri. Dadima kembali menjelaskan bahwa puja tersebut hanya bisa dilakukan oleh seorang ratu dan karena Dhurdhara putri tuan tanah maka dia tidak bisa ikut berpartisipasi. Chandra pun menjawab bahwa berarti Helena yang akan melakukan puja bersamanya. Tapi Dadima berkata tidak dan mengatakan bahwa akan ada kompetisi diantara Helena dan Nandini hingga nanti pemenangnya lah yang akan mendampingi Chandra melakukan puja. Helena pun berpikir bahwa drnya akan memenangkan kompetsi ini. Dadima kembali berbicara dan Dhurdhara mengomentarinya. Moora sendiri berpikir bahwa ibunya pasti ingin Nandini menang agar dia dan Chandra bisa menghabiskan waktu berdua di luar istana dan hubungan keduanya akan segera membaik.


Di kamar, Nandini tengah memikirkan sesuatu, Chandra muncul disusul dengan Helena. Helena menghampiri Chandra, Chandra memeluknya dan mengajaknya duduk disampingnya lalu berkata bahwa bagi dirinya hanya dia ratu nya tapi tetap berharap dia memenangkan kompetisi tersebut. Helena menyahut, “aku tidak ingin berkompetisi karena bagiku cinta dan kepercayaanmu adalah yang terpenting tapi demi dirimu aku kan memenangkan kompetisi ini”, dan mereka berpelukan. Nandini hanya bisa memalingkan wajah melihat mereka. Helena lalu beranjak pergi. Nandini menghampiri Chandra dan berbicara padanya agar tidak mengkhawatirkan Helena karena Helena akan memenangkan kompetisi tersebut, Nandini mengungkap kalau dirinya tidak tertarik untuk menjadi ratu utama. Chandra menanggapi bahwa bahkan jika dia tertarik pun dia tidak akan menang lalu Chandra beranjak pergi.

Apama tengah berbicara dengan Roopa agar dia mengalah demi Helena. Sunanda mendengarkan pembicaraan mereka. Roopa menyahut agar Apama tidak khawatir karena semuanya akan berjalan sesuai rencana mereka. Sinopsis


Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 1


Chanakya sedang menulis surat di rumahnya dengan bantuan cahaya dari diya, ada seseorang  mengetuk pintu dan Chanakya membukakannya. Chanakya mempersilahkan Kepala Desa masuk dan meminta Arti membawakan air minum untuk Kepala Desa. Setelah itu Chanakya bertanya pada Kepala Desa maksud kedatangannya untuk masalah Magadha atau menemuinya sebagai seorang brahmana. Kepala Desa menjawab sebagai seorang brahmana. Chanakya pun mematikan diya nya yang tadi dan menghidupkan diya yang yang lain. Chanakya menanyakan masalahnya. Kepala Desa bertanya apa itu dharma dan kedamaian. Chankya pun menjelaskannya.Kepala Desa berterimakasih dan beranjak pergi. Setelah Kepala Desa pergi Chanakya melanjutkan pekerjaanya dengan menggunakan diya yang pertama tadi dan mematikan diya kedua, Arti lalu bertanya mengapa dia menggunakan diya kedua untuk Kepala Desa dan diya pertama utuk pekerjaanya. Chanakya menjelaskan bahwa minyak diya dari diya kedua berasal dari uangnya dan minyak diya pertama menggunakan uang istana. Chanakya menambahkan, “jika aku menggunakan diya pertama untuk pekerjaan pribadiku itu berarti mengarah pada korupsi dan hal2 kecil seperti inilah yang akan menimbulkan masalah besar..ini adalah prinsip2 yang  pernah ku katakan”.

Nandini mendatangi kamar Dadima dan berniat mengurut kakinya yang katanya sakit tapi Dadima menolak dan mengatakan bahwa sikap cinta kasih dan peduli inilah yang membuatnya berbeda dari yang lain. Dadima lalu bertanya pada Nandini apakah dia tau apa dan bagaiman puja tane ini dilakukan. Nandini menjawab pernah melihat puja tersebut. Dadima pun berbicara pada Nandini, “Raja dan Ratu akan pergi dan tinggal menyatu dengan rakyatnya untuk mempererat hubungan dan mengenal mereka..dan aku ingin kau menjadi ratu utama karena kau tau bagaimana pemikiran rakyat..Helena memang cantik tapi dia tidak peduli dan Chandra harus belajar tentag kualitas ini juga jadi..demi rakyat Magadha berjanjilah padaku bahwa kau akan memenangkan kompetisi ini”. Nandini pun mengiyakan demi rakyat dan demi kebaikan mereka Nandini berjanji akan bekerja keras.

Padmananda yang tengah tertidur didatangi oleh seseorang yang datang mengenakan penutup kepala, Padmananda merasakan kehadirannya dan bangun lalu menghunuskan pedangnya seraya bertanya siapa dia, Seseorang berpenutup kepala tadi seorang wanita, dia berkata bahwa dirinya mata2 Amatya Rakshas, Amatya kemudian muncul membenarkan ucapan mata2nya. Wanita tadi kembali memberi info mehgenai puja tane dan kompetisi yang akan diadakan di Magadha. Amatya lalu berbicara pada Padmananda bahwa ini adalah kesempatan yang tepat unuk menciptkan kesan buruk pada Chandra dengan mengatakan pada rakyat bahwa Chandra lebih memilih wanita asing bahkan setelah menikahi Nandini yang seorang wanita India. Amatya menambahkan bahwa rakyat akan marah dan akan mebuang Chandra. Padmananda lalu menyusun rencana pada pasukannya dan tertawa puas.

Nandini bercermin dan memikirkan ucapannya pada Chandra yang mengayakan bahwa Helena akan menang tapi dirinya sudah berjanji pada Dadima untuk memenangkan kompetisi tersebut. Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 1

Sinopsis Chandra Nandini
Sinopsis Chandra Nandini

Sunanda memberikan serbuk pada Roopa yang menyamar menjadi pelayan bahwa serbuk ini untuk membuat Nandini pingsan. Sunanda mengingatkan Roopa agar menutup hidungnya atau serbuk tersebut akan berakibat pada mereka berdua. Sunanda memintanya agar cepat berganti pakaian setelah nandini pinsan dan segera keluar kamar.

Nandini memegangi gelang hadiah Dadima dan teringat ayahnya. Nandini lalu melihat dari cermin pelayan (Roopa) yang berjalan masuk. Nandini membalikkan badan dan Roopa bersembunyi. Nandini pun berjalan untuk memeriksa sementara Roopa bersiap2 hendak menaburkan serbuknya pada Nandini.

Sunanda menunggu dengan cemas di luar, Nandini kemudian keluar dan Sunanda yang mengira dia Roopa mengomel karena dia terlalu lama didalam lalu Sunanda mengajaknya bergegas. Sementara di halaman, Dadima memanggil Helena dan Nandini untuk maju lalu mengatakan bahwa kompetisi dimulai dari sekarang. Chandra bertanya bagaimana caranya dan Dadima menjawab bahwa Chandra akan melempar koin untuk mengundi dan yang menang berhak memilih senjata yang akan digunakan. Moora menenangkan Avantika yang terlihat khawatir.

Chandra memegang koin dan lantas melempar koinnya. Helena yang menang dan mempunyai kesempatan untuk memilih senjata dan Chandra bertanya senjata apa yang akan digunakan. Helena mengatakan tombak Yunani. Radhika berkata pada Avantika bahwa Nandini akan kalah karena dia tidak pernah menggunakan senjata tersebut.

Pelayan2 datang membawakan rompi untuk pertarungan, Helena dan Nandini memakainya lalu keduanya mengambil tombak masing2 dan mulai bersiap bertarung tapi Nandini tiba2 meletakkan tombaknya di tanah, Helena pun mencelanya sudah menyerah kalah sebelum bertanding tapi Nandini berkata bahwa mereka melupakan sesuatu  lantas Nandini menghampiri Dadima dan meminta berkat. Dadima memberkatinya dan mendoakan kemenangannya.

Sinopsis Chandra Nandini

Nandini dan Helena lalu mengambil posisi dan mulai bertarung. Sunanda melirik pada Apama dan saling melempar senyum. Sementara itu Helena berhasil melukai lengan Nandini dan Chandra berteriak mengkhawatirkannya agar berhati2 tapi saat Dadima menatap Chandra dengan tersenyum simpul Chandra pun terdiam. Apama merasa senang Nandini (disangka Roopa) melakukan tugasnya dengan baik. Helena berbicara perlahan pada Nandini, “apa yang kau pikir Nandini..kau tidak akan bisa mengalahkanku dan sekali wanita tua itu pergi dari sini maka Chandra akan melemparmu keluar !!”. Nandini lanjut menyerang Helena dan berhasil melukai lengannya lantas mengalahkannya. Semua yang hadir bertepuk tangan. Nandini membantu Helena bangun dan mengatakan, “orang yang kau sebut wanita tua itu telah memberikan berkatnya padaku dan aku memenangkan kompetisi kali ini”. Helena pun kesal mendnegarnya. Dadima lantas mengumumkan Nandini pemenangnya untuk sesi pertama dan Dadima menyuruh keduanya beristirahat dulu. Sunanda kembali melirik pada Apama.

Chandra menghampiri Helena dan sambil melirik Nandini mengatakan bahwa dirinya bersamanya dan percaya bahwa dia akan menang kali ini, Nandini menatapnya dan menjadi terluka. Nandini pun berpikir dengan sedih, “aku tau kau mencintai Helena tapi mengapa kau melakukan semua ini”. Apama pun mengomel pada Sunanda karena Roopa tidak mau mengalah untuk Helena, Apama menyuruh Sunanda memberitau Roopa agar membiarkan Helena yang menang. Sunanda menghampiri Nandini (yang disangka Roopa) dan bertanya mengapa melakukan semua ini, Nandini menjawab bahwa dirinya sudah berjanji pada Dadima untuk menang dan Nandini bertanya dimana letak kesalahannya, dan dari ucapan Nandini ini Sunanda menyadari bahwa dia bukan Roopa tapi Nandini, untuk memastikannya Sunanda memeluk Nandini dan memeriksa tanda di balik daun telinga Nandini, Sunanda pun tidak menemukan tanda tersebut. Sunanda kemudian berkata pada Nandini bahwa Dewa akan memberkatinya lalu Sunanda beranjak pergi kembali pada Apama dan memberitaunya bahwa tadi bukan Roopa melainkan Nandini. Mereka berdua pun bertanya2 dimana keberadaan Roopa.

Sinopsis Roopa sendiri tengah merokok dan berbaring diatas ranjang Nandini (adegan kilas balik saat Roopa mengalihkan perhatian Nandini dengan membuang sesuatu keluar dan Nandini bergegas keluar juga. Roopa tertawa lalu berbaring sambil berkata, “pergilah Nandini..” ), Roopa kembali berbicara sendiri bahwa jika Nandini menang maka dirinyalah yang akan menjadi ratu utamanya. Sementara Sunanda berkata akan mencari Roopa.

Roopa mengacak2 barang Nandini seraya berkata bahwa semua ini menjadi miliknya sekarang, Sunanda masuk dan bertanya mengapa dia masih dikamar Nandini tapi Roopa menghardiknya dan mengatakan, “tidak ada yang bisa mengendalikanku..aku merasa tidak suka jadi aku tetap dikamar ini..aku memanggilmu ibu tapi aku tau kau menyelamatkan hidupku untuk keserakahanmu dan sekarang Nandini akan menang dan aku akan menikmati semuanya..semua ini kesepakatanmu dengan ibu Helena”. Roopa berbicara sambil mencoba perhiasan2 Nandini.

Dadima berbisik pada Chaya untuk memulai sesi kompetisi selanjutnya lalu Chaya memberi perintah pada pelayan untuk mengambil peralatan, Helena menghampiri Chaya dan berbicara dengannya, “sebenarnya aku ingin menjadi ratu utama karena aku mencintai kalian semua dan Magadha..jika Nandini yang menang kamu tau kan apa yang akan terjadi dan karena kau bersama Dadima kau bisa membantuku u ntuk menang”. Chaya setuju dengan ucapan Helena tapi Chaya berkata bahwa hal itu termasuk curang. Helena kembali berkata, “jadi apa yang dilakukan Nandini padamu ?? curang juga kan..jadi kau putuskan akan bersamaku atau bersama Nandini yang diam2 menginginkan suamimu”. Chaya pun bersedia membantu Helena dan berkata bahwa sesi selanjutnya adalah mengenali bibit padi untuk pertanian dan Chaya meminta Helena menunggu kode darinya. Helena pun memeluknya.

Sunanda kembali duduk di sebelah Apama dan mengatakan bahwa Roopa ada di kamar Nandini dan Roopa tidak mau membantu mereka, Apama pun berkata tidak akan melepaskannya. Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 1

Dadima memanggil pelayan2 yang datang dengan membawa dua nampan, Dadima mengatakan bahwa dalam dua nampan tadi ada bibit padi yang berbeda2 dan mereka harus memilih bibit padi yang cocok utuk jenis tanah di Magadha. Dadima menyerahkan masing2 nampan pada Helena dan Nandini, Radhika mengomentari bersama Dhurdhara bahwa Nandini pasti akan menang karena Nandini mempelajari ilmu pertanian. Nandini dan Helena memulai kompetisi mereka. Helena menatap Chaya dan Chaya tersenyum penuh arti pada Helena.

Dadima menyuruh Chaya memngambil mangkok masing2 peserta, Chaya mengambil mangkok Nandini dengan tangan kanannya dan kemudian mengambil mangkok Helena dengan tangan kirinya tapi kemudian menukarnya. Malayketu melihat perbuatan Chaya. Chaya lalu membawa mangkok2 nya pada Dadima. Dadima tertegun melihatnya dan kemudian dengan berat hati mengatakan pemenangnya Helena. Nandini pun terkejut, begitu juga dengan Moora, Avantika dan Chandra. Chaya sendiri mengangguk penuh arti pada Helena.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 20 Part 1 Tayang Senin 22 Januari 2018


Setelah itu Chaya menghampiri Helena dan memberikan secarik kertas pada Helena secara diam2 sambil berkata agar Helena menyimpannya karena Dadima akan mengajukan pertanyaan2 dalam kertas tersebut. Dadima kembali memanggil kedua peserta dan menyuruh pelayan memanggil dua orang dari luar. Seorang lelaki dan seorang perempuan datang dan Dadima berkata bahwa mereka berdua yang akan memberi pertanyaan. Chaya memprotes Dadima, Dadima mengatakan bahwa ratu utama harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah orang lain. Chaya  pun menjadi kesal.


Dadima memberi perintah pada kedua orang tadi untuk mengajukan pertanyaan lalu kedua orang  tersebut memberikan pertanyaan dan bergantian antara Nandini dan Helena menjawab dengan benar. Setelah semua pertanyaan selesai kedua orang tadi mengatakan bahwa kedua ratu sama2 memiliki kemampuan untuk menjadi ratu utama lalu mereka beranjak pergi. Dadima lalu berkata karena hasilnya seri maka pemenangnya akan dipilih melalui suara terbanyak. Dadima dan Moora sama2 menghampiri Nandini da berkata membrikan suaranya untuk Nandini, begitu juga dengan Avantika. Masing2 anggota keluarga lalu menghampiri siapa yang didukungnya. Dadima memina Dhurdhara memilih, Dhurdhara menjadi bingung karena takut juka dirinya memilih Nandini maka Helena akan memakan jantungnya dan Dhurdhara pun memilih Helena. Dadima lalu mengatakan bahwa hasil terakhir tergantung suara Chandra dan Dadima meminta Chandra memilih, Chandra terdiam dan menatap kedua peserta.




by : aRin