Friday, 19 January 2018

Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2 Tayang Rabu 24 Januari 2018

Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2 Sinopsis Sebelumnya Pagi harinya Chandra menemui teman2nya diteras dan hendak duduk bersama mereka tapi mereka melarang dan menyuruh Chandra duduk ditempatnya sebagai seorang Raja. Raja menegur mereka dan mengatakan bahwa mereka berteman lalu duduk bersama teman2nya, Chandra meminta pelayan menyiapkan makanan, Chandra dan teman2nya pun mengobrol tentang cinta. Setelah makan mereka melanjutkan obrolan di balkon dan masih seputaran tentang cinta. Teman2 Chandra mengatakan melihat cinta di wajah Chandra tapi Chandra menyangkalnya. Teman Chandra pun berkata, “secepatnya kau akan mengatakan siapa yang kau cintai..dan kau tau .. saat kau jatuh cinta maka sentuhan dari rang kau cintai akan membuatmu tersentak dan nada2 musik akan selalu terdengar disekelilingmu..kau juga akan memakai pakaian yang disukai oleh orang yang kau cintai”. Chandra hanya menyahut bahwa dirinya tidak aan pernah berubah, Chandra lalu menyuruh kedua temannya beristirahat dan Chandra beranjak pergi.


Sinopsis Chandra Nandini
Sinopsis Chandra Nandini

Nandini membaca buku dikamar, Chandra masuk dan mereka berpapasan saat sama2 hendak mengambil minum, keduanya pun merasakan sama2 terjadi getaran. Chandra lalu mengambilkan air minum Nandini dan menyerahkan gelasnya, tangan Chandra bersentuhan dengan tangan Nandini dan Chandra merasa aneh karena merasa ada getaran  dan Chandra mendengar suara alunan musik. Mereka kembali saling tatap. Chandra lalu bertanya berasal darimana suara alunan musik tadi, Nandini berkata tidak ada suara musik dan mengambil gelasnya seraya berterimakasih pada Chandra. Chandra teringat ucapan temannya tentang tanda2 jatuh cinta dan tertawa. Nandini berpikir apa yang terjadi dengan Chandra. Lalu Chandra bercermin dan melihat keringat di wajahnya. Nandini lalu memberitahu bahwa mahkotanya ada didekatnya. Chandra mengiyakan dan berkata bahwa dikamarnya udaranya sangat panas tapi Nandini membantah dan mengatakan bahwa cuaca sedang dingin.

Chandra memegang kumkum (serbuk merah yang dioleskan ke dahi), Nandini datang dan mengoleskannya. Chandra kembali mendengar suara alunan musik ditelinganya saat Nandini menyentuh dahinya dan Chandra pun menjauh dari Nandini. Sementara itu Roopa selesai berias dan menatap cermin sambil mengingat Chandra lalu berkata bahwa Chandra menyukai lagunya dan Chandra akan menjadi miliknya sekarang.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2


Nandini mengambilkan mahkota Chandra dan Chandra berkata akan memasangnya sendiri. Chandra memasangnya terbalik dan Nandini mentertawakannya lalu hendak memperbaikinya tapi Chandra menolak, Nandini lalu berkata bahwa rambutnya acak2an dan jika dia pergi ke aula seperti itu maka dia akan jadi bahan lelucon dan Nandini kembali duduk ditempatnya semula. Chandra pun memperbaiki mahkota dan rambutnya seraya berkata bahwa dirinya memperbaiki ini karena dirinya sendiri dan bukan karena Nandini.

Chandra di singgasana dan Chanaya berkata bahwa untuk pendidikan anak2 mereka seharusnya mengambil bantuan dari Takhsasila. Chandra un setuju dnegan usulan Chanakya lalu beberapa warga datang dan salah satu wanita tersebut adalah istri Chanakya (Yashumati), Chandra dan Chanakya  menghampiri Yashumati yang menangis dan Chanakya menanyakan keberadaan Bharti putri mereka, Yashumati hanya memberikan surat dari Padmananda, Chanakya membacanya dan murka. Yashumati lalu bercerita (adegan kilas baik saat Padmananda datang merebut Bharti dari Yashumati, Yashumati memohon pada Padmananda tapi Padmananda mengatakan bahwa Chanakya berusaha menyembunyikannya tapi tidak ada yang bisa bersembunyi dari Padmananda lalu melempar suratnya pada Yashumati dan menyuruhnya memberikannya pada Chanakya). Chandra membaca surat itu yang mana tertulis jika dia tidak mengembalikan Nandini maka Bharti akan di lenyapkan. Chandra pun menjadi emosi.

Chandra mengejar Chanakya yang berjalan di koridor  sambil berbicara padanya. Chanakya menolak menyetujui surat ancaman Padmananda. Chandra menanyakan alasannya karena Bharti adalah putrinya dan Chanakya berkata karena Nandini adalah ratu utama Magadha, Chanakya beranjak pergi tapi Chandra mengatakan bahwa dirinya adalah Raja Magadha dan Chandra bertanya bagaimana jika dirinya setuju dengan surat Padmananda, Chandra memohon pada Chanakya tapi Chanakya tetap menolak karena ini urusan pribadi dan tidak memberikan keuntungan untuk Magadha lalu Chanakya bergegas pergi.

Roopa berjalan di koridor sambil bernyanyi menyanyikan lagu kesukaan Chandra dan berkata bahwa Chandra hari ini akan jatuh cinta pada Roopa. Sinopsis

Sinopsis Chandra Nandini
Sinopsis Chandra Nandini

Chandra masuk ke kamar, Nandini mengajaknya bercanda tapi Chandra mencengkeram lengan Nandini dan Nandini merasa kesakitan. Chandra lalu berkata, “Nandini..ayahmu..kau benar2 berpikir bahwa dia selalu benar kan .. dan lihatlah hari ini dia menculik putri Chanakya agar bisa membawamu kembali”. Nandini pun berkata akan melakukan apa yang diperlukan. Chandra berkata bahwa tiap kali melihatya selalu melihat Padmananda lalu Chandra menyeret Nandini keluar kamar dan berkata tidak ingin meihatnya lagi lalu menutup pintu kamarnya. Diam2 Roopa mengintai dari kejauhan dan geram pada Padmananda karena gara2 dia dirinya tidak bisa menemui Chandra.

Roopa mengamuk di kamar dan menendang semuanya. Sunanda menghentikannya tapi Sunanda didorongnya dan dicekiknya. Sementara itu di koridor Chaya tengah membawa sesuatu dan mendengar teriakan di kamar Sunanda. Roopa sendiri menjelaskan pada Sunanda bahwa Padmananda sudah menculik putri Chanakya dan sekarang dirinya tidak bisa menemui Chandra, Chaya mendengar kan dari depan pintu dan berpikir mengapa Nandini berbicara dengan cara seperti ini. Sunanda menenangkan Roopa dan bertanya mengapa dia sedih hanya karena tidak bisa menemui Chandra, Roopa menjelaskan lagi bahwa itu semua karena dirinya mencintai Chandra dan Chandra hanya akan menjadi miliknya bukan milik Helena ataupun Nandini. Roopa terus berbicara bahwa semua yang telah dilakukannya untuk membuat citra buruk Nandini termasuk pura2 mencintai Malayketu dan minum alkohol. Chaya pun terkejut mendengarnya dan berpikir bahwa selama ini Roopa lah pelakunya dan bukan Nandini. Chaya memutuskan untuk memberitau Chandra. Roopa kembali berkata akan menghabisi Nandini. Chaya pun menjatuhkan mangkoknya.

Roopa dan Sunanda terkejut melihat Chaya lalu Roopa berpura2 menjadi Nandini dan memperslahkan Chaya masuk tapi Chaya berkata bahwa dirinya sudah mengetahui kebenarannya dan akan memberitau Chandra. Chaya beranjak pergi. Sunanda menyuruh Roopa mengejar Chaya atau mereka akan di hukum mati. Roopa mengejar Chaya dan mencengkeram wajahnya serta mengancamnya agar tutup mulut tapi Chaya tidak takut dan berkata tdak ada yang bisa menghentikannya lalu Chaya berontak dan berjalan pergi. Roopa pun mengejar dan mendorong Chaya di tangga, Chaya pun jatuh bergulingan dan Roopa tertawa puas mengatakan akan menghancurkan setiap orang yang menghalangi jalannya. Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2

Avantika berbicara pada Nandini bahwa ayahnya melakukan semua ini bukan karena mencintainya tapi ayahnya memperalatnya untuk menguasai Magadha. Nandini meminta ibunya agar tidak menjelek2an ayahnya. Avantika kembali berkata, “Chandra adalah pria yang baik bahkan setelah mengetahui kita musuhnya tapi kita aman disini..Chanakya adalah segalanya bagi Chandra..bahkan setelah kau menjadi musuhnya dia masih membuatmu menjadi ratu utama disini..sekarang fokuslah pada kehidupan pernikahanmu dan bukan pada masalah politik”.

Chandra sendiri melamun sambil teringat semua kebaikan Nandini dan merasa sedih dengan sikapnya pada Nandini. Avantika menasihati Nandini, “Nandini..aku ibumu dan ingin kau bahagia dalam menjalani kehidupan pernikahanmu..pengalamanku mengatakan bahwa Chandra adalah orang yang tepat untukmu..pikirkan itu”, lalu Avantika beranjak pergi. Nandini pun berbicara sendiri, “ibu benar..aku harusnya berpikir sebagai istri terlebih dulu..Chandra pria yang baik..aku harus berbicara padanya dan meminta maaf”. Sementara Chandra berpikir harus meminta maaf pada Nandini.

Roopa kembali ke kamar Sunanda sambil menari2 dan Sunanda bertanya. Roopa pun mengatakan bahwa Chaya akan menjaga rahasia mereka karena Chaya akan diam untuk selamanya, Sunanda menanyakan apa maksudnya. Roopa pun berkata bahwa Chaya tidak mau mendengarkannya  jadi Chaya didorongnya di tangga dan chaya sudah tiada. Sunanda terkejut dan menjadi panik karena jika Chaya masih hidup maka dia akan memberitau semuanya. Sunanda mengajak Roopa untu pergi melihat.

Chandra dan Nandini sama2 berjalan di koridor sambil mengingat kebersamaan mereka selama di Patalgram. Mereka pun kemudian saling tabrak dan sama2 berebut ingin berbicara terlebih dulu. Chandra pun berkata bahwa mereka akan mengatakannya bersama2. Mereka lalu sama2 buka mulut dan sama2 mengucap kata maaf, Nandini lalu menunjukkan suratnya untuk ayahnya agar melepaskan Bharti. Chandra pun berkata bahwa tidak seharusnya dirinya bersikap seperti tadi. Nandini lalu berkata kalau dirinya mencemaskan Bharti, dan Chandra bertanya pada Nandini  mengapa dia menjadi cemas, lalu terdengar teriakan dan pelayan berlari pada Chandra mengatakan tentang kondisi Chaya.

Chandra Nandini berlari menghampiri Chaya yang terbaring di lantai dan bersimbah darah, Chaya segera dibawa ke kamar, Sunanda dan Roopa mengintai lalu Sunanda menyuruh Roopa kembali ke kamar.

Di kamarnya, Chaya terus mengigau menyebut nama Nandini, Moora dan Helena membawa masuk Dadima. Dadima terkejut melihat kondidsi Chaya dan hampir pingsan tapi Nandini memeganginya, Dadima lalu menangis mengasihani Chaya. Moora juga menangis melihat Chaya dan berkata mengapa selalu rasa sakit yang tertulis di takdirnya. Helena bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi, Nandini menjawab bahwa bisa saja Chaya terpeleset. Malayketu kemudian datang dan pura2 mencemaskan Chaya.

Sinopsis Tabib mengatakan agar semuanya pergi karena Chaya dan bayinya dalam kondisi serius, Moora terkejut mendengarnya. Mereka semua lalu beranjak keluar kamar, Sunanda mengintai dan terkejut melihat Chaya masih hidup, Sunanda berpikir kalau Chaya memberitaukan yang sebenarnya maka itu menjadi kabar tidak baik untuknya dan Roopa.

Sunanda kembali ke kamar dan termenung, Roopa berbicara padanya. Sunanda mengatakan bahwa Chaya masih hidup dan Chandra akan menghukum mati dirinya. Roopa terkejut mendengar bahwa Chaya masih hidup. Sunanda lalu memarahinya dan berkata bahwa mereka harus melarikan diri sekarang tapi Roopa berkata tidak akan ada yang meninggalkan istana karena dirinya sudah susah payah untuk mnghabisinya (Chaya). Apama datang dan bertanya sapa yang sedang mereka bicarakan. Sunanda berpura2 mengatakan jika sedang membicarakan Nandini karena Padmananda sudah menculik putri chanakya. Apama lalu berkata abhwa dirnya datang haya untuk memastikan apakah Roopa masih mendukungnya, Roopa mengiyakan dan Apama lalu beranjak pergi. Sunanda lau berbicara pada Roopa agar tetap di kamar sampai dirinya menyuruhnya keluar.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2 Tayang Rabu 24 Januari 2018


Di luar kamar, Nandini dan keluarga yang lain mencemaskan Chaya, tabib muncul dan Malayketu menanyakan kondisi Chaya, tabib mengatakan tidak bisa menyelamatkan bayi Chaya dan Chaya juga dalam kondisi yang parah. Ucapan tabib pun mengejutkan semuanya. Chandra memohon agar tabib menyelamatkan nyawa Chaya, tabib berjanji akan melakukan yang terbaik lalu kembali ke kamar. Malayketu mulai menangisi Chaya dan bayinya. Sinopsis Chandra Nandini Episode 22 Part 2

Sinopsis Chandra Nandini
Sinopsis Chandra Nandini


Dhurdhara di kamar yang gelap menangis mengetahui bayi Chaya sudah tiada. Dhurdhara berjanji untuk menjaga bayinya. Sementara itu Chandra ke kamarnya menangis dan teringat betapa bangganya Chaya memiliki adik sepertinya. Nandini masuk ke dalam kamar dan memegang bahu Chandra lalu duduk disampingnya. Nandini menghibur Chandra agar tidak hilang harapan dan Chandra berbicara bahwa sebagai raja dirinya tidak bisa menyelamatkan keluarganya sendiri. Chandra berkata bahwa drinya merasa tidak berdaya dan tidak ingin menjadi raja seperti ini. Nandini memeluknya dan memintanya agar menangis untuk mengeluarkan rasa sakitnya karena dia juga manusia biasa sebelum menjadi raja. Chandra juga memeluk Nandini sambil menangis mengatakan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Chaya kemudian Chandra meminta Nandini menemani Chaya. Nandini melihat airmata Chandra di lengannya dan berpikir bahwa airmata ini adalah bukti bahwa Chandra adalah raja yang memiliki hati dan perasaan juga. Nandini beranjak pergi dan Chandra berpikir bahwa dirinya menangis hari ini dan ini menunjukkan bahwa dirnya masih punya hati dan perasaan juga.




by : aRin